alexametrics
26.3 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

PHRI Dukung APH Berantas Prostitusi

RadarBanyuwangi.id – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) merasa prihatin dengan maraknya prostitusi online. Mereka mendesak aparat penegak hukum (APH) bersikap tegas menindak pelaku prostitusi online.

PHRI mendukung langkah penegak hukum  memberantas terjadinya tindak prostitusi, apalagi jika korbannya adalah anak di bawah umur. ”Anak-anak di bawah umur, baik pelajar atau remaja tidak diperkenankan melakukan check-in (memesan kamar),” ungkap Ketua PHRI Banyuwangi Zaenal Muttaqin.

Zaenal mewakili layanan usaha jasa perhotelan menyatakan komitmennya mendukung pencegahan tindak prostitusi di lingkup perhotelan tersebut. ”Saat pemesanan kamar tentu harus sesuai dengan identitas tamu,” katanya.

Anggota PHRI, kata Zaenal, telah menjalankan Standard Operating Procedure (SOP) sesuai dengan manajemen masing-masing. Setiap tamu yang check-in wajib melakukan registrasi terlebih dahulu dengan memberikan identitas dan mengisi form yang telah disediakan.

Baca Juga :  Rajin Bersepeda setelah Subuh

”Perlu digarisbawahi, hotel adalah suatu akomodasi yang disediakan untuk setiap orang berikut makanan dan minumannya yang dikelola secara komersial. Di situ sangat jelas fungsinya untuk bermalam, baik itu dari kalangan individu, bisnis, wisata, dan lain-lainnya,” jelas Zaenal.

Terkait maraknya bisnis esek-esek lewat online, PHRI mendukung langkah APH dalam menindak dan menegakkan hukum sesuai dengan aturan yang berlaku. Apabila ada keterlibatan anggota PHRI dalam bisnis lendir tersebut, dia mendukung agar oknum tersebut diproses secara hukum ”Kami mendukung untuk diproses sesuai hukum jika memang ada anggota kami yang terlibat,” katanya.

Zaenal mengimbau kepada anggota PHRI Banyuwangi untuk lebih selektif dan objektif lagi dalam menerima tamu yang akan bermalam. ”Jika terpantau ada anak di bawah umur yang keluar masuk kamar, langsung kami tegur dan suruh keluar. Ini bentuk komitmen kami, menjaga nama baik image Kabupaten Banyuwangi tercinta ini,” terangnya.

Baca Juga :  Anji Sihir Pengunjung Mascot

PHRI dalam menjalankan bisnis tersebut tidak hanya berfokus pada kebutuhan profit oriented saja. Namun, harus ada tindakan nyata mencegah praktik prostitusi agar tidak mencederai dunia perhotelan. ”Kami dari PHRI tegas, jika ditemukan anak-anak di bawah umur melakukan pemesanan kamar hotel, akan kami tindak tegas,” pungkasnya. (ddy/aif/c1)

RadarBanyuwangi.id – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) merasa prihatin dengan maraknya prostitusi online. Mereka mendesak aparat penegak hukum (APH) bersikap tegas menindak pelaku prostitusi online.

PHRI mendukung langkah penegak hukum  memberantas terjadinya tindak prostitusi, apalagi jika korbannya adalah anak di bawah umur. ”Anak-anak di bawah umur, baik pelajar atau remaja tidak diperkenankan melakukan check-in (memesan kamar),” ungkap Ketua PHRI Banyuwangi Zaenal Muttaqin.

Zaenal mewakili layanan usaha jasa perhotelan menyatakan komitmennya mendukung pencegahan tindak prostitusi di lingkup perhotelan tersebut. ”Saat pemesanan kamar tentu harus sesuai dengan identitas tamu,” katanya.

Anggota PHRI, kata Zaenal, telah menjalankan Standard Operating Procedure (SOP) sesuai dengan manajemen masing-masing. Setiap tamu yang check-in wajib melakukan registrasi terlebih dahulu dengan memberikan identitas dan mengisi form yang telah disediakan.

Baca Juga :  Kursi Meja Lipat; Harus Cermat agar Tulang Punggung Tetap Sehat

”Perlu digarisbawahi, hotel adalah suatu akomodasi yang disediakan untuk setiap orang berikut makanan dan minumannya yang dikelola secara komersial. Di situ sangat jelas fungsinya untuk bermalam, baik itu dari kalangan individu, bisnis, wisata, dan lain-lainnya,” jelas Zaenal.

Terkait maraknya bisnis esek-esek lewat online, PHRI mendukung langkah APH dalam menindak dan menegakkan hukum sesuai dengan aturan yang berlaku. Apabila ada keterlibatan anggota PHRI dalam bisnis lendir tersebut, dia mendukung agar oknum tersebut diproses secara hukum ”Kami mendukung untuk diproses sesuai hukum jika memang ada anggota kami yang terlibat,” katanya.

Zaenal mengimbau kepada anggota PHRI Banyuwangi untuk lebih selektif dan objektif lagi dalam menerima tamu yang akan bermalam. ”Jika terpantau ada anak di bawah umur yang keluar masuk kamar, langsung kami tegur dan suruh keluar. Ini bentuk komitmen kami, menjaga nama baik image Kabupaten Banyuwangi tercinta ini,” terangnya.

Baca Juga :  Kasus Meningkat, Beberapa Sekolah Pilih Daring

PHRI dalam menjalankan bisnis tersebut tidak hanya berfokus pada kebutuhan profit oriented saja. Namun, harus ada tindakan nyata mencegah praktik prostitusi agar tidak mencederai dunia perhotelan. ”Kami dari PHRI tegas, jika ditemukan anak-anak di bawah umur melakukan pemesanan kamar hotel, akan kami tindak tegas,” pungkasnya. (ddy/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/