alexametrics
24.1 C
Banyuwangi
Tuesday, July 5, 2022

Perempuan Berdaya dan Berbudaya

BANYUWANGI – Peran sebagai perempuan tak bisa dianggap sebelah mata. Itulah yang menjadi pelecut semangat Sukanti Swastikawati selaku Ketua Komunitas Kain Kebaya Indonesia (KKI) Banyuwangi.

Sukanti mengaku kaum perempuan memiliki peranan yang sangat penting bagi kemajuan bangsa dan negara. Bukan sebagai kaum lemah yang hanya mampu mengurus rumah tangga dan mengasuh anak-anak serta berdiam diri di rumah. ”Ungkapan itu sudah sangat tidak relevan. Saat ini sudah banyak perempuan yang berperan sebagai pejabat negara dalam instansi pemerintahan dan memimpin jabatan penting,” ungkapnya.

Salah satunya, Sukanti sendiri yang pernah menjabat sebagai kepala pelabuhan perempuan pertama di Indonesia. Padahal kala itu regulasi mengharuskan kepala pelabuhan dijabat oleh laki-laki. Ketika mewakili rapat kerja pejabat tinggi perhubungan, Sukanti yang hadir mewakili pimpinan yang sedang cuti langsung memberanikan diri bertanya mengenai persyaratan tersebut.

Setelah memberikan usulan tersebut, Sukanti kemudian dipanggil mengikuti interview hingga akhirnya dia mendapat tugas dan amanah dengan menjabat sebagai Kepala Pelabuhan Kalbut, Situbondo, yang merupakan pilot project kepala pelabuhan pertama di Indonesia dari 1.008 kepala pelabuhan di Indonesia.

”Saya bangga karena menjadi percontohan. Takut karena diberi waktu tiga bulan. Jika tidak mampu, maka risikonya akan dicopot dari jabatan sebagai kepala pelabuhan,” kenangnya.

Dengan niat dan tekad bulat, Sukanti membuktikan dan menunjukkan bahwa perempuan bukan kaum lemah. Dia pun harus menghadapi segala tantangan sebagai kepala pelabuhan. ”Meski memiliki jabatan, saya tetap menjalankan kodrat saya sebagai perempuan, yakni sebagai ibu rumah tangga. Kedua-duanya harus tetap berjalan sejajar dengan terus berusaha dan berdoa,” terang perempuan yang pernah menyabet Pengusaha Teladan Tingkat Jawa Timur ini.

Usaha tak mengkhianati hasil. Selama menjabat sebagai kepala pelabuhan perempuan pertama itu, Sukanti berhasil membuktikan dengan mendapatkan sejumlah penghargaan sebagai kepala pelabuhan inovatif hingga membuatnya terkenal di kalangan perhubungan. ”Ini bukti bahwa perempuan berdaya Indonesia maju, perempuan memiliki peranan penting dalam kemajuan bangsa dan negara,” jelas perempuan yang pernah menjadi duta di Turki ini.

Sebagai perempuan, Sukanti mengajak kaum perempuan untuk terus semangat dalam belajar agar bisa berguna bagi sesama dan negara Indonesia tercinta. ”Perempuan berdaya dan berbudaya Indonesia maju,” pungkas tokoh inspiratif pelestari kain dan kebaya pilihan Jawa Pos Radar Banyuwangi itu. 

BANYUWANGI – Peran sebagai perempuan tak bisa dianggap sebelah mata. Itulah yang menjadi pelecut semangat Sukanti Swastikawati selaku Ketua Komunitas Kain Kebaya Indonesia (KKI) Banyuwangi.

Sukanti mengaku kaum perempuan memiliki peranan yang sangat penting bagi kemajuan bangsa dan negara. Bukan sebagai kaum lemah yang hanya mampu mengurus rumah tangga dan mengasuh anak-anak serta berdiam diri di rumah. ”Ungkapan itu sudah sangat tidak relevan. Saat ini sudah banyak perempuan yang berperan sebagai pejabat negara dalam instansi pemerintahan dan memimpin jabatan penting,” ungkapnya.

Salah satunya, Sukanti sendiri yang pernah menjabat sebagai kepala pelabuhan perempuan pertama di Indonesia. Padahal kala itu regulasi mengharuskan kepala pelabuhan dijabat oleh laki-laki. Ketika mewakili rapat kerja pejabat tinggi perhubungan, Sukanti yang hadir mewakili pimpinan yang sedang cuti langsung memberanikan diri bertanya mengenai persyaratan tersebut.

Setelah memberikan usulan tersebut, Sukanti kemudian dipanggil mengikuti interview hingga akhirnya dia mendapat tugas dan amanah dengan menjabat sebagai Kepala Pelabuhan Kalbut, Situbondo, yang merupakan pilot project kepala pelabuhan pertama di Indonesia dari 1.008 kepala pelabuhan di Indonesia.

”Saya bangga karena menjadi percontohan. Takut karena diberi waktu tiga bulan. Jika tidak mampu, maka risikonya akan dicopot dari jabatan sebagai kepala pelabuhan,” kenangnya.

Dengan niat dan tekad bulat, Sukanti membuktikan dan menunjukkan bahwa perempuan bukan kaum lemah. Dia pun harus menghadapi segala tantangan sebagai kepala pelabuhan. ”Meski memiliki jabatan, saya tetap menjalankan kodrat saya sebagai perempuan, yakni sebagai ibu rumah tangga. Kedua-duanya harus tetap berjalan sejajar dengan terus berusaha dan berdoa,” terang perempuan yang pernah menyabet Pengusaha Teladan Tingkat Jawa Timur ini.

Usaha tak mengkhianati hasil. Selama menjabat sebagai kepala pelabuhan perempuan pertama itu, Sukanti berhasil membuktikan dengan mendapatkan sejumlah penghargaan sebagai kepala pelabuhan inovatif hingga membuatnya terkenal di kalangan perhubungan. ”Ini bukti bahwa perempuan berdaya Indonesia maju, perempuan memiliki peranan penting dalam kemajuan bangsa dan negara,” jelas perempuan yang pernah menjadi duta di Turki ini.

Sebagai perempuan, Sukanti mengajak kaum perempuan untuk terus semangat dalam belajar agar bisa berguna bagi sesama dan negara Indonesia tercinta. ”Perempuan berdaya dan berbudaya Indonesia maju,” pungkas tokoh inspiratif pelestari kain dan kebaya pilihan Jawa Pos Radar Banyuwangi itu. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/