alexametrics
24 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Vaksin Rabies Jalan Terus

BANYUWANGI – Saat ini sedang gencar pemberian vaksin Covid-19 untuk masyarakat. Lantas, bagaimana kabar program vaksin untuk hewan?

Salah satu program vaksin penting untuk hewan adalah pemberian vaksin anti rabies (VAR). Karena penyakit ini bisa menular ke manusia. Penularan rabies berasal dari gigitan anjing, bisa juga karena gigitan kera.

Secara berkelanjutan para petugas terus memberikan vaksin anti rabies pada anjing dengan menjalankan protokol kesehatan yang ketat. ”Kalau di Banyuwangi rata-rata hewan piaraan anjing yang rutin untuk divaksin rabies,” ungkap drh Muhammad Abdul Hamid.

Pandemi virus korona membuat banyak orang berada di rumah. Selama pandemi virus korona, pemberian VAR berjalan sebagaimana mestinya. Kecenderungan VAR malah meningkat dibanding sebelum pandemi.

Baca Juga :  Pelampung Bergoyang Jadi Penanda Umpan Disambar Ikan

Selama tahun 2020 lalu, kata Hamid, untuk Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Rogojampi mendapatkan jatah 70 dosis vaksin rabies. Begitu menerima dosis vaksin dari pemerintah, dia langsung mengoordinasikan dengan menghubungi pemilik anjing di Kecamatan Rogojampi. ”Saya sudah ada datanya, jadi tinggal menghubungi jika vaksin rabies sudah tersedia. Mereka langsung membawa anjing piaraannya ke Puskeswan,” jelasnya.

Dari data Puskeswan Rogojampi, pemilik hewan piaraan anjing berjumlah 70 orang. Sebanyak 23 ekor di antaranya datang ke Puskeswan untuk VAR anjing piaraan. Sementara sisanya 47 ekor lainnya didatangi ke rumah masing-masing. ”Respons pemilik anjing untuk VAR sangat tinggi. Dalam waktu dua hari saja, vaksin sudah ludes,” terangnya.

Baca Juga :  Fashion Show di Trotoar Dimeriahkan Melly Goeslaw

Untuk pemberian VAR, kata Hamid, sejauh ini berjalan normal, tanpa ada kendala berarti. Meski begitu, pelaksanaannya harus mematuhi tetap menjaga protokol kesehatan Covid-19.

Beruntung, di wilayah Kecamatan Rogojampi tidak ada anjing liar. Semuanya memiliki tuan atau pemilik yang memelihara. Sehingga, sangat kecil bahkan nyaris tidak ada masyarakat umum yang tertular penyakit rabies akibat gigitan anjing liar.

Sementara pemberian vaksin rabies, lanjut Hamid, diberikan dalam rentang waktu setahun sekali. ”Jadi pemberian vaksin rabies pada hewan ini hanya diberikan sekali dalam setahun sesuai waktu yang telah tercatat,” tandasnya. (ddy/bay/c1)

BANYUWANGI – Saat ini sedang gencar pemberian vaksin Covid-19 untuk masyarakat. Lantas, bagaimana kabar program vaksin untuk hewan?

Salah satu program vaksin penting untuk hewan adalah pemberian vaksin anti rabies (VAR). Karena penyakit ini bisa menular ke manusia. Penularan rabies berasal dari gigitan anjing, bisa juga karena gigitan kera.

Secara berkelanjutan para petugas terus memberikan vaksin anti rabies pada anjing dengan menjalankan protokol kesehatan yang ketat. ”Kalau di Banyuwangi rata-rata hewan piaraan anjing yang rutin untuk divaksin rabies,” ungkap drh Muhammad Abdul Hamid.

Pandemi virus korona membuat banyak orang berada di rumah. Selama pandemi virus korona, pemberian VAR berjalan sebagaimana mestinya. Kecenderungan VAR malah meningkat dibanding sebelum pandemi.

Baca Juga :  Warga Apresiasi Pelaksanaan Vaksin Rabies

Selama tahun 2020 lalu, kata Hamid, untuk Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Rogojampi mendapatkan jatah 70 dosis vaksin rabies. Begitu menerima dosis vaksin dari pemerintah, dia langsung mengoordinasikan dengan menghubungi pemilik anjing di Kecamatan Rogojampi. ”Saya sudah ada datanya, jadi tinggal menghubungi jika vaksin rabies sudah tersedia. Mereka langsung membawa anjing piaraannya ke Puskeswan,” jelasnya.

Dari data Puskeswan Rogojampi, pemilik hewan piaraan anjing berjumlah 70 orang. Sebanyak 23 ekor di antaranya datang ke Puskeswan untuk VAR anjing piaraan. Sementara sisanya 47 ekor lainnya didatangi ke rumah masing-masing. ”Respons pemilik anjing untuk VAR sangat tinggi. Dalam waktu dua hari saja, vaksin sudah ludes,” terangnya.

Baca Juga :  Musim Hujan, Waspada Ancaman Penyakit Satwa

Untuk pemberian VAR, kata Hamid, sejauh ini berjalan normal, tanpa ada kendala berarti. Meski begitu, pelaksanaannya harus mematuhi tetap menjaga protokol kesehatan Covid-19.

Beruntung, di wilayah Kecamatan Rogojampi tidak ada anjing liar. Semuanya memiliki tuan atau pemilik yang memelihara. Sehingga, sangat kecil bahkan nyaris tidak ada masyarakat umum yang tertular penyakit rabies akibat gigitan anjing liar.

Sementara pemberian vaksin rabies, lanjut Hamid, diberikan dalam rentang waktu setahun sekali. ”Jadi pemberian vaksin rabies pada hewan ini hanya diberikan sekali dalam setahun sesuai waktu yang telah tercatat,” tandasnya. (ddy/bay/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/