alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Musim Hujan, Waspada Penyakit Infeksi

BANYUWANGI – Musim hujan yang terjadi sejak akhir 2020 tidak hanya berpengaruh pada tanaman pertanian di Banyuwangi. Binatang piaraan pun tak luput terimbas fenomena cuaca tersebut.

Setidaknya itu tergambar dari rentetan kasus yang ditangani di Rintisan Rumah Sakit Hewan (RSH) Banyuwangi. Sejak beberapa bulan terakhir, mayoritas kasus yang ditangani adalah penyakit infeksius pada hewan piaraan, misalnya virus yang menyerang pencernaan atau pernapasan. Selain itu, tidak sedikit pula hewan piaraan yang terserang penyakit kulit ditangani di rintisan RSH milik Pemkab Banyuwangi tersebut.

Salah satu dokter yang bertugas di Rintisan RSH Banyuwangi, yakni drh Santika membenarkan fenomena tersebut. ”Pada musim hujan seperti ini, kasus terbanyak yang kami tangani adalah penyakit infeksius. Selain itu, ada pula kasus hewan piaraan yang mengidap cacingan maupun penyakit metabolik, contohnya kencing batu,” ujarnya.

Dikatakan, mayoritas hewan piaraan yang ditangani adalah kucing. Namun, kadang pihak Rintisan RSH Banyuwangi juga menangani penyakit pada anjing serta hewan-hewan eksotis seperti musang, kelinci, iguana, berang-berang atau otter, dan lain-lain. ”Kadang kami juga melakukan penanganan penyakit pada ular atau ayam,” kata dia.

Baca Juga :  Anjing Liar Divaksin Anti Rabies

Santika menuturkan, jenis penyakit pada ular yang kerap ditangani di Rintisan RSH Banyuwangi adalah sariawan atau pilek. Sedangkan pada musang dan kelinci, penyakit yang kerap menyerang adalah diare dan gatal-gatal. ”Sementara itu, penyakit yang kerap menyerang ayam dan ditangani di Rintisan RSH ini adalah ngorok alias batuk-pilek,” akunya.

Bukan hanya layanan pengobatan, Rintisan RSH Banyuwangi juga menyediakan layanan pencegahan penyakit pada hewan. Contohnya pemberian obat cacing, vaksinasi, dan lain-lain. Tidak hanya itu, tersedia pula layanan tindakan operasi steril pada hewan jantan atau betina.

Selain Santika, ada tujuh dokter hewan lain plus satu paramedis yang bertugas di Rintisan RSH yang berlokasi di belakang Markas Komando Distrik Militer (Kodim) 0825 Banyuwangi itu. Pada masa pandemi Covid-19, jumlah hewan yang ditangani rata-rata sebanyak 12 sampai 15 ekor per hari. Sedangkan sebelum pandemi, jumlah hewan yang ditangani per hari jauh lebih banyak, yakni mencapai lebih dari 30 ekor per hari. ”Ini menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan hewan piaraan cukup tinggi,” kata dia.

Baca Juga :  Vaksin Rabies Jalan Terus

Sementara itu, salah satu pencinta hewan piaraan yang memanfaatkan layanan kesehatan hewan di Rintisan RSH Banyuwangi, Diah Ayu mengatakan, keberadaan instalasi kesehatan hewan tersebut sangat membantu masyarakat, terutama pencinta hewan piaraan. ”Saya sendiri telah beberapa kali memanfaatkan layanan kesehatan hewan di tempat ini,” ujarnya Kamis (4/3).

Diah menambahkan, sekitar dua pekan lalu kucing piaraannya mengalami pilek hingga bersin-bersin. Dia lantas membawa hewan kesayangannya itu ke Rintisan RSH Banyuwangi. ”Langsung ditangani. Kucing saya diberi obat anti demam, anti nyeri, dan antibiotik secara injeksi. Juga diberi vitamin dan antibiotik berupa kapsul,” ujar alumnus Fakultas Kesehatan Hewan (FKH) Universitas Airlangga Surabaya Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Banyuwangi tersebut.

Masih menurut Diah, setelah batuk dan pilek yang diderita sembuh, kucing kesayangannya itu mengalami luka di bagian kaki. Luka itu ditengarai akibat kakinya terjepit kandang. ”Maka, agar aman, kucing ini langsung saya bawa ke Rintisan RSH Banyuwangi untuk mendapat pengobatan,” pungkasnya. (sgt/bay/c1)

BANYUWANGI – Musim hujan yang terjadi sejak akhir 2020 tidak hanya berpengaruh pada tanaman pertanian di Banyuwangi. Binatang piaraan pun tak luput terimbas fenomena cuaca tersebut.

Setidaknya itu tergambar dari rentetan kasus yang ditangani di Rintisan Rumah Sakit Hewan (RSH) Banyuwangi. Sejak beberapa bulan terakhir, mayoritas kasus yang ditangani adalah penyakit infeksius pada hewan piaraan, misalnya virus yang menyerang pencernaan atau pernapasan. Selain itu, tidak sedikit pula hewan piaraan yang terserang penyakit kulit ditangani di rintisan RSH milik Pemkab Banyuwangi tersebut.

Salah satu dokter yang bertugas di Rintisan RSH Banyuwangi, yakni drh Santika membenarkan fenomena tersebut. ”Pada musim hujan seperti ini, kasus terbanyak yang kami tangani adalah penyakit infeksius. Selain itu, ada pula kasus hewan piaraan yang mengidap cacingan maupun penyakit metabolik, contohnya kencing batu,” ujarnya.

Dikatakan, mayoritas hewan piaraan yang ditangani adalah kucing. Namun, kadang pihak Rintisan RSH Banyuwangi juga menangani penyakit pada anjing serta hewan-hewan eksotis seperti musang, kelinci, iguana, berang-berang atau otter, dan lain-lain. ”Kadang kami juga melakukan penanganan penyakit pada ular atau ayam,” kata dia.

Baca Juga :  Penitipan Meningkat di Momen Tertentu

Santika menuturkan, jenis penyakit pada ular yang kerap ditangani di Rintisan RSH Banyuwangi adalah sariawan atau pilek. Sedangkan pada musang dan kelinci, penyakit yang kerap menyerang adalah diare dan gatal-gatal. ”Sementara itu, penyakit yang kerap menyerang ayam dan ditangani di Rintisan RSH ini adalah ngorok alias batuk-pilek,” akunya.

Bukan hanya layanan pengobatan, Rintisan RSH Banyuwangi juga menyediakan layanan pencegahan penyakit pada hewan. Contohnya pemberian obat cacing, vaksinasi, dan lain-lain. Tidak hanya itu, tersedia pula layanan tindakan operasi steril pada hewan jantan atau betina.

Selain Santika, ada tujuh dokter hewan lain plus satu paramedis yang bertugas di Rintisan RSH yang berlokasi di belakang Markas Komando Distrik Militer (Kodim) 0825 Banyuwangi itu. Pada masa pandemi Covid-19, jumlah hewan yang ditangani rata-rata sebanyak 12 sampai 15 ekor per hari. Sedangkan sebelum pandemi, jumlah hewan yang ditangani per hari jauh lebih banyak, yakni mencapai lebih dari 30 ekor per hari. ”Ini menunjukkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan hewan piaraan cukup tinggi,” kata dia.

Baca Juga :  Mengenal Suci Tacik, Penyanyi Pendatang Baru yang Lagi Naik Daun

Sementara itu, salah satu pencinta hewan piaraan yang memanfaatkan layanan kesehatan hewan di Rintisan RSH Banyuwangi, Diah Ayu mengatakan, keberadaan instalasi kesehatan hewan tersebut sangat membantu masyarakat, terutama pencinta hewan piaraan. ”Saya sendiri telah beberapa kali memanfaatkan layanan kesehatan hewan di tempat ini,” ujarnya Kamis (4/3).

Diah menambahkan, sekitar dua pekan lalu kucing piaraannya mengalami pilek hingga bersin-bersin. Dia lantas membawa hewan kesayangannya itu ke Rintisan RSH Banyuwangi. ”Langsung ditangani. Kucing saya diberi obat anti demam, anti nyeri, dan antibiotik secara injeksi. Juga diberi vitamin dan antibiotik berupa kapsul,” ujar alumnus Fakultas Kesehatan Hewan (FKH) Universitas Airlangga Surabaya Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Banyuwangi tersebut.

Masih menurut Diah, setelah batuk dan pilek yang diderita sembuh, kucing kesayangannya itu mengalami luka di bagian kaki. Luka itu ditengarai akibat kakinya terjepit kandang. ”Maka, agar aman, kucing ini langsung saya bawa ke Rintisan RSH Banyuwangi untuk mendapat pengobatan,” pungkasnya. (sgt/bay/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/