alexametrics
24.3 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

Jadi Pelanggan Koran sejak Masih Lajang

RadarBanyuwangi.id – ”Potong rambut Pak Thole, Pak Djunaidi, langganan mulai bujang sampai bujang lagi (anak saya),” begitu komentar salah satu warga. Komentar itu dialamatkan pada sosok Djunaidi, tukang pangkas rambut yang ”beroperasi” di wilayah Kelurahan Temenggungan, Kecamatan Banyuwangi.

Sosok Junaidi alias Cak Jun atau juga kerap disapa Pak Thole, merupakan salah satu tukang cukur ”legendaris” di Kota Banyuwangi. Profesi tukang pangkas rambut itu sudah dia geluti selama puluhan tahun, tepatnya sejak 1996.

Awalnya Djunaidi membuka usaha pangkas rambut di kediaman pribadinya di Jalan Sidopekso, Kelurahan Temenggungan. Sekitar 11 tahun lalu, tempat usahanya itu dipindah beberapa ratus meter ke arah timur, tepatnya di Jalan Dadali Putih, juga di Kelurahan Temenggungan. ”Karena rumah saya di Jalan Sidopekso itu saya jual. Maka tempat usaha pangkas rambut juga saya pindah,” ujar Djunaidi kepada RadarBanyuwangi.id.

Baca Juga :  Dua Kali Salat Ied di Bandara

Djunaidi mengaku, maraknya barbershop di Kota Banyuwangi tidak terlalu berimbas pada usahanya tersebut. Selain memiliki banyak pelanggan lama, tidak sedikit pula anak muda yang menggunakan jasa potong rambut yang dia sediakan.

Djunaidi mengaku, pelanggannya tersebar mulai wilayah Kecamatan Kota Banyuwangi hingga Kecamatan Kalipuro. ”Bahkan, masih ada juga pelanggan asal Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, yang tetap setiap memangkas rambutnya di sini,” ujarnya.

Apalagi, selain orang dewasa dan anak muda, Djunaidi juga melayani pangkas rambut bayi.

Dia menambahkan, rata-rata pelanggan lama yang kini usianya di atas 45 tahun menyukai potongan rambut rapi. Kecenderungan itu berbeda jauh dibandingkan anak-anak muda yang suka gaya rambut model kekinian, seperti gaya mohawk, gaya rambut ala bintang K-Pop, dan lain sebagainya. ”Biasanya anak-anak muda yang memotong rambutnya menunjukkan foto gaya rambut yang diinginkan melalui layar handphone,” kata dia.

Baca Juga :  Merantau pun Tetap Bawa Alat Cukur

Selain karena bisa memangkas rambut dengan ragam gaya kekinian, Djunaidi juga mengaku tidak khawatir kalah bersaing dengan barbershop lantaran dirinya meyakini bahwa rezeki sudah ada yang mengatur, yakni Tuhan Yang Maha Esa. ”Kalau sudah rezeki tidak akan lari ke mana-mana. Buktinya, sampai kini pun tetap banyak anak muda yang memotong rambutnya di tempat usaha saya ini,” kata dia.

Djunaidi mengaku, rata-rata per hari dirinya memangkas rambut sekitar 30 orang. Bahkan, di hari Minggu atau hari libur, omzet yang dia raih naik signifikan hingga 50 orang dalam sehari. Bahkan, Jumat lalu (25/6), saat Djunaidi membuka lapak pangkas rambutnya setelah salat Asar, hingga sekitar pukul 19.00 sudah 15 orang yang menggunakan jasanya. (sgt/bay/c1)

RadarBanyuwangi.id – ”Potong rambut Pak Thole, Pak Djunaidi, langganan mulai bujang sampai bujang lagi (anak saya),” begitu komentar salah satu warga. Komentar itu dialamatkan pada sosok Djunaidi, tukang pangkas rambut yang ”beroperasi” di wilayah Kelurahan Temenggungan, Kecamatan Banyuwangi.

Sosok Junaidi alias Cak Jun atau juga kerap disapa Pak Thole, merupakan salah satu tukang cukur ”legendaris” di Kota Banyuwangi. Profesi tukang pangkas rambut itu sudah dia geluti selama puluhan tahun, tepatnya sejak 1996.

Awalnya Djunaidi membuka usaha pangkas rambut di kediaman pribadinya di Jalan Sidopekso, Kelurahan Temenggungan. Sekitar 11 tahun lalu, tempat usahanya itu dipindah beberapa ratus meter ke arah timur, tepatnya di Jalan Dadali Putih, juga di Kelurahan Temenggungan. ”Karena rumah saya di Jalan Sidopekso itu saya jual. Maka tempat usaha pangkas rambut juga saya pindah,” ujar Djunaidi kepada RadarBanyuwangi.id.

Baca Juga :  Tukang Cukur Laris Manis di Pasar Hewan

Djunaidi mengaku, maraknya barbershop di Kota Banyuwangi tidak terlalu berimbas pada usahanya tersebut. Selain memiliki banyak pelanggan lama, tidak sedikit pula anak muda yang menggunakan jasa potong rambut yang dia sediakan.

Djunaidi mengaku, pelanggannya tersebar mulai wilayah Kecamatan Kota Banyuwangi hingga Kecamatan Kalipuro. ”Bahkan, masih ada juga pelanggan asal Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, yang tetap setiap memangkas rambutnya di sini,” ujarnya.

Apalagi, selain orang dewasa dan anak muda, Djunaidi juga melayani pangkas rambut bayi.

Dia menambahkan, rata-rata pelanggan lama yang kini usianya di atas 45 tahun menyukai potongan rambut rapi. Kecenderungan itu berbeda jauh dibandingkan anak-anak muda yang suka gaya rambut model kekinian, seperti gaya mohawk, gaya rambut ala bintang K-Pop, dan lain sebagainya. ”Biasanya anak-anak muda yang memotong rambutnya menunjukkan foto gaya rambut yang diinginkan melalui layar handphone,” kata dia.

Baca Juga :  Metal Jig Made in Banyuwangi Tembus Pasar Nasional

Selain karena bisa memangkas rambut dengan ragam gaya kekinian, Djunaidi juga mengaku tidak khawatir kalah bersaing dengan barbershop lantaran dirinya meyakini bahwa rezeki sudah ada yang mengatur, yakni Tuhan Yang Maha Esa. ”Kalau sudah rezeki tidak akan lari ke mana-mana. Buktinya, sampai kini pun tetap banyak anak muda yang memotong rambutnya di tempat usaha saya ini,” kata dia.

Djunaidi mengaku, rata-rata per hari dirinya memangkas rambut sekitar 30 orang. Bahkan, di hari Minggu atau hari libur, omzet yang dia raih naik signifikan hingga 50 orang dalam sehari. Bahkan, Jumat lalu (25/6), saat Djunaidi membuka lapak pangkas rambutnya setelah salat Asar, hingga sekitar pukul 19.00 sudah 15 orang yang menggunakan jasanya. (sgt/bay/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/