alexametrics
27.7 C
Banyuwangi
Saturday, July 2, 2022

Sarapan dengan Satu Ayat

BANYUWANGI – Gerakan Jumat Berkah (GJB) telah berlangsung selama setahun. GJB ini merupakan program dari Pola Per­tolongan Allah Learning Center (PPALC) Ba­­nyuwangi. dalam memperingati setahun GJB, PPALC bersama dengan Pemuda Hijrah Banyuwangi (PHB) dan Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) Jenggirat Banyu­wangi melaksanakan aksi sosial.

Aksi sosial ini berlangsung di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Blambangan kemarin (2/3). PPALC, PHB, dan SEFT Jenggirat Ba­­nyu­­wangi berkumpul sejak pukul 06.00. Mereka membagikan 600 nasi kotak lengkap dengan minum dan ekstra puding.

Nasi kotak tersebut diperuntukkan siapa saja yang melewati maupun berada di se­kitar kawasan RTH Taman Blambangan. Terutama bagi tukang becak, petugas parkir, pemulung, dan lainnya. Menariknya sebelum mereka mendapatkan nasi kotak plus itu, mereka harus menukarnya dengan sesuatu. Sesuatu yang dimaksud adalah bisa meng­hafal surat pendek atau mengaji satu ayat Alquran beserta artinya.

Abdis Salam, Ketua PPALC Banyuwangi me­nuturkan, program GJB ini ada di seluruh Indonesia. Sedangkan di Banyuwangi masih berlangsung setahun terakhir. Untuk mem­perkuat GJB PPALC Banyuwangi, mereka berkolaborasi dengan SEFT Jenggirat Banyu­wa­ngi dan PHB.

Di waktu yang sama, Ketua PHB Ali Iqbal me­ngatakan, awal jumlah nasi yang rencana dibagikan berjumlah 250 kotak. “Namun karena semangatnya para donatur-donatur jumlah itu terus bertambah,” ujar Iqbal.

Bahkan sampai siang sebelum pelaksanaan Salat Jumat, donasi masih berdatangan. Ada yang menarik dari GJB yang dilaksanakan kemarin. Dari sekian banyak masyarakat yang datang sebagian besar belum bisa menghafal atau membaca Alquran.

Untuk itu ke depan, kata Iqbal, PHB akan menggelar kegiatan rutin dan menambah radius kegiatan Ngaji On The Street (Ngaos). Selama ini masih terbatas kepada lingkungan tempat tinggal para anggota PHB. Ke depan bisa dimungkinkan untuk daerah-daerah yang terbilang masih minim pendalaman agama. ‘’Terutama dalam mengaji Alquran,’’ imbuh Iqbal.

Tidak lupa ucapan terima kasih kepada para donatur seperti Warung Bu Poer, Nasgem, Depot Rido, Mak Jamilah, dan donatur lainnya. (*)

BANYUWANGI – Gerakan Jumat Berkah (GJB) telah berlangsung selama setahun. GJB ini merupakan program dari Pola Per­tolongan Allah Learning Center (PPALC) Ba­­nyuwangi. dalam memperingati setahun GJB, PPALC bersama dengan Pemuda Hijrah Banyuwangi (PHB) dan Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) Jenggirat Banyu­wangi melaksanakan aksi sosial.

Aksi sosial ini berlangsung di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Blambangan kemarin (2/3). PPALC, PHB, dan SEFT Jenggirat Ba­­nyu­­wangi berkumpul sejak pukul 06.00. Mereka membagikan 600 nasi kotak lengkap dengan minum dan ekstra puding.

Nasi kotak tersebut diperuntukkan siapa saja yang melewati maupun berada di se­kitar kawasan RTH Taman Blambangan. Terutama bagi tukang becak, petugas parkir, pemulung, dan lainnya. Menariknya sebelum mereka mendapatkan nasi kotak plus itu, mereka harus menukarnya dengan sesuatu. Sesuatu yang dimaksud adalah bisa meng­hafal surat pendek atau mengaji satu ayat Alquran beserta artinya.

Abdis Salam, Ketua PPALC Banyuwangi me­nuturkan, program GJB ini ada di seluruh Indonesia. Sedangkan di Banyuwangi masih berlangsung setahun terakhir. Untuk mem­perkuat GJB PPALC Banyuwangi, mereka berkolaborasi dengan SEFT Jenggirat Banyu­wa­ngi dan PHB.

Di waktu yang sama, Ketua PHB Ali Iqbal me­ngatakan, awal jumlah nasi yang rencana dibagikan berjumlah 250 kotak. “Namun karena semangatnya para donatur-donatur jumlah itu terus bertambah,” ujar Iqbal.

Bahkan sampai siang sebelum pelaksanaan Salat Jumat, donasi masih berdatangan. Ada yang menarik dari GJB yang dilaksanakan kemarin. Dari sekian banyak masyarakat yang datang sebagian besar belum bisa menghafal atau membaca Alquran.

Untuk itu ke depan, kata Iqbal, PHB akan menggelar kegiatan rutin dan menambah radius kegiatan Ngaji On The Street (Ngaos). Selama ini masih terbatas kepada lingkungan tempat tinggal para anggota PHB. Ke depan bisa dimungkinkan untuk daerah-daerah yang terbilang masih minim pendalaman agama. ‘’Terutama dalam mengaji Alquran,’’ imbuh Iqbal.

Tidak lupa ucapan terima kasih kepada para donatur seperti Warung Bu Poer, Nasgem, Depot Rido, Mak Jamilah, dan donatur lainnya. (*)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/