alexametrics
24.5 C
Banyuwangi
Sunday, June 26, 2022

Kangen Banting Orang

PEKAN Olahraga Nasional (PON) XX Papua membangkitkan kenangan Ary Noviyanti dalam ajang yang sama 17 tahun silam. Maklum, pada PON XVI tahun 2004 yang digelar di Palembang kala itu, perempuan 42 tahun itu berhasil menggondol medali emas dalam cabang olahraga pencak silat putri.

Event olahraga empat tahunan tersebut kerap bikin kangen Sekretaris Pribadi (Sekpri) Bupati Ipuk Fiestiandani ini. Butuh proses dan latihan keras untuk bisa meraih medali emas. Apalagi, lawan tanding yang dihadapi adalah atlet yang sudah mencicipi program pemusatan latihan nasional (Pelatnas).

”Teringat banget waktu tanding final saya berhasil membanting. Gak sia-sia latihan keras waktu itu. Alhamdulillah, bisa mempersembahkan medali emas untuk Jawa Timur,” ujar perempuan peraih medali perunggu di kejuaraan pencak silat Asia Pasific tahun 2002 di Filipina ini.

Ary berharap atlet asal Banyuwangi yang mengikuti PON XX di Papua diberikan kesehatan, keselamatan, dan bisa meraih prestasi membanggakan. Salah satu kuncinya adalah tetap fokus saat pertandingan, berjuang semaksimal mungkin, dan tetap semangat.

Meski lihai bela diri, Ary sama sekali tak pernah bertanding di luar arena. Apalagi untuk gagah-gagahan.  Tubuhnya yang mungil menyebabkan banyak orang tak percaya jika ia jago silat. ”Saya ogah kalau tanding di luar arena, tapi kalau hanya sekadar banting orang masih bisa dan kuat kok,” tandasnya terkekeh-kekeh. 

PEKAN Olahraga Nasional (PON) XX Papua membangkitkan kenangan Ary Noviyanti dalam ajang yang sama 17 tahun silam. Maklum, pada PON XVI tahun 2004 yang digelar di Palembang kala itu, perempuan 42 tahun itu berhasil menggondol medali emas dalam cabang olahraga pencak silat putri.

Event olahraga empat tahunan tersebut kerap bikin kangen Sekretaris Pribadi (Sekpri) Bupati Ipuk Fiestiandani ini. Butuh proses dan latihan keras untuk bisa meraih medali emas. Apalagi, lawan tanding yang dihadapi adalah atlet yang sudah mencicipi program pemusatan latihan nasional (Pelatnas).

”Teringat banget waktu tanding final saya berhasil membanting. Gak sia-sia latihan keras waktu itu. Alhamdulillah, bisa mempersembahkan medali emas untuk Jawa Timur,” ujar perempuan peraih medali perunggu di kejuaraan pencak silat Asia Pasific tahun 2002 di Filipina ini.

Ary berharap atlet asal Banyuwangi yang mengikuti PON XX di Papua diberikan kesehatan, keselamatan, dan bisa meraih prestasi membanggakan. Salah satu kuncinya adalah tetap fokus saat pertandingan, berjuang semaksimal mungkin, dan tetap semangat.

Meski lihai bela diri, Ary sama sekali tak pernah bertanding di luar arena. Apalagi untuk gagah-gagahan.  Tubuhnya yang mungil menyebabkan banyak orang tak percaya jika ia jago silat. ”Saya ogah kalau tanding di luar arena, tapi kalau hanya sekadar banting orang masih bisa dan kuat kok,” tandasnya terkekeh-kekeh. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/