Kacang tanah termasuk kelompok polong-polongan. Kacang tanah tidak sama dengan kacang-kacangan yang berasal dari pohon, seperti almond, kacang mete, dan kenari. Namun, kandungan nutrisi pada kacang tanah maupun kacang yang berasal dari pohon umumnya hampir sama
Beberapa penelitian menyatakan bahwa kacang tanah merupakan sumber protein, lemak, dan serat yang baik untuk memenuhi nutrisi tubuh. Selain itu, kacang tanah juga tidak mengandung lemak jenuh. Sebaliknya, dalam seratus gram kacang tanah justru terkandung sekitar 15 gram lemak baik dan 4 gram serat pangan. Oleh sebab itu, kacang tanah sebenarnya juga bermanfaat untuk diet.
Namun berbeda dengan singkong dan ubi jalar (sabrang) yang oleh sebagian kalangan dimanfaatkan bahan pangan pokok alternatif pengganti nasi, kacang tanah rebus cenderung lebih banyak dijadikan camilan. ”Rasanya enak. Paling pas jika disuguhkan dengan kopi,” ujar Sucipto, warga Perum Villa Bukit Mas, Kelurahan/Kecamatan Giri.
Sementara itu, kacang tanah hasil produksi petani Banyuwangi ternyata tidak hanya dipasarkan di seantero Bumi Blambangan. Bahkan, di Banyuwangi terdapat satu desa sentra penjual kacang rebus, yakni Desa Olehsari, Kecamatan Glagah.
Ya, Desa Olehsari sudah dikenal sebagai sentra petani dan pedagang kacang tanah, khususnya kacang tanah rebus sejak tahun 1960-an. Status itu pun masih bertahan hingga kini.
Di desa tersebut terdapat ratusan, bahkan ribuan penduduk yang bekerja sebagai petani, buruh tani, maupun pedagang kacang tanah. Bahkan, ada yang sudah berjualan kacang tanah rebus turun-temurun.
Biasanya, mereka menjual kacang tanah rebus dengan cara diikat atau diunting. Kacang unting itu lantas dijajakan dengan cara dipikul menggunakan cingkek atau alat pikul berbahan bambu.
Tak hanya menyasar pasar Banyuwangi, tidak sedikit dari mereka yang menjajakan dagangannya hingga ke Bali. Biasanya, mereka berangkat dari Desa Olehsari menuju Pelabuhan Ketapang menggunakan sepeda motor atau naik angkutan umum. Setelah tiba di Pelabuhan Gilimanuk, mereka melanjutkan perjalanan ke sejumlah kota di Pulau Dewata, bahkan hingga Kota Denpasar.
Kepala Desa Olehsari Joko Mukhlis menuturkan, ada sekitar 200 warganya yang berjualan kacang rebus di Bali. Di antaranya di wilayah Jembrana, Buleleng, Singaraja, Gianyar, dan Denpasar. ”Kacang yang dijual merupakan hasil produksi petani di wilayah Olehsari. Namun, ada juga yang berasal dari desa sekitar, seperti Desa Glagah,” bebernya beberapa waktu lalu. (sgt/bay/c1) Editor : Rahman Bayu Saksono