BANYUWANGI - Buah krai merupakan salah satu buah yang menjadi salah satu ciri kekhasan Banyuwangi pada Ramadan. Buah yang mirip dengan timun suri ini hanya muncul setiap bulan Ramadan. Buah ini biasanya diolah sebagai menu minuman berbuka puasa.
Warna daging buahnya oranye cerah. Warna kulitnya cenderung kuning dengan sulur kehijauan. Rasa buah krai mirip dengan buah blewah, tetapi tekstur daging buahnya lebih lembut. Aroma buah yang masak juga jauh lebih harum dibanding blewah. Buah krai pun banyak dibeli warga untuk bahan utama minuman berbuka puasa.
Pedagang buah krai banyak dijumpai di Banyuwangi, seiring datangnya bulan puasa. Mereka membuka lapak di sepanjang jalur nasional menuju kota, tepatnya di Desa Pakistaji, Kecamatan Kabat. Pedagang musiman ini menjadi tradisi rutin setiap datangnya Ramadan. ”Saya sudah buka lapak tiga hari lalu. Sudah tradisi, kalau musim puasa berjualan buah krai,” ujar Hamdiyah, 60, salah seorang pedagang.
Warga mulai berburu buah krai menjelang datangnya puasa. Harga buah krai juga mulai naik, dipatok mulai Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu per biji. Tergantung ukuran. ”Biasanya, hanya Rp 10 ribu per biji,” jelasnya.
Menurut Hamdiyah, permintaan buah krai akan terus naik selama pekan pertama Ramadan. Biasanya, pembeli akan terus ramai hingga 10 hari puasa. Setelah itu, penjualan mulai sepi. Penjualan akan kembali naik ketika mendekati Lebaran. Ketika ramai, pedagang bisa meraup omzet hingga Rp 1 juta per hari.
Lokasi jualan yang berada di pinggir jalan raya memudahkan pembeli. Deretan lapak pedagang memikat para pengguna jalan yang melintas. Tempat ini sejak lama memang telah menjadi pusat penjualan buah krai selama Ramadan di Banyuwangi.
Lapak pedagang buah krai buka sejak pukul 07.00 WIB hingga pukul 17.00 sore. Mereka menjual buah krai mulai dari harga Rp 5 ribu untuk ukuran yang paling kecil dan Rp 20 ribu untuk ukuran terbesar. ”Alhamdulillah, karena adanya cuma bulan puasa, ya setiap jualan diserbu pembeli. Kami sendiri mulai jualan sudah sejak puasa kurang tiga hari, biasanya nanti sampai beberapa hari setelah Lebaran. Maklum, banyak pemudik yang juga kangen buah ini,” terang Hamdiyah.
Salah satu pembeli, Sri Martini mengaku, minuman es krai telah menjadi salah satu menu takjil favorit keluarganya saat puasa. ”Rasanya segar dan aromanya khas,” jelas perempuan asal Singojuruh ini.
Buah krai memang cocok disajikan sebagai minuman berbuka puasa. Cara membuat minuman ini juga sangat mudah. Krai dipotong, lalu serut atau potong kecil-kecil daging buahnya. Buat larutan air gula, lalu masukkan potongan buah krai. Kemudian, masukkan dalam kulkas selama beberapa jam atau langsung tambahkan es batu. Es buah krai pun siap dihidangkan. ”Biasanya saya mencampur sirup rasa coco pandan atau rasa melon lebih segar dan legit,” tandas Sri.
Editor : Ali Sodiqin