Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tongkol, Cakalang, dan Tuna; Serupa tetapi Tak Sama

Ali Sodiqin • Senin, 3 Januari 2022 | 20:00 WIB
tongkol-cakalang-dan-tuna-serupa-tetapi-tak-sama
tongkol-cakalang-dan-tuna-serupa-tetapi-tak-sama


ADA yang tahu perbedaan ikan tuna, tongkol, dan cakalang? Mari kita bahas satu per satu.



Ikan menjadi salah satu makanan yang dianjurkan untuk rutin dikonsumsi di masa pandemi. Karena ikan berkhasiat meningkatkan imunitas tubuh. Negara Jepang dan Tiongkok merupakan sebagian negara yang memiliki tingkat konsumsi ikan tertinggi.



Ikan memberikan asupan gizi terbaik bagi tubuh. Salah satunya ikan tuna, ikan yang selalu laris menjadi incaran negara-negara tersebut. Di Indonesia, ikan tuna memang tidak terlalu digandrungi. Banyak yang lebih memilih untuk mengolah ikan tongkol dan ikan cakalang. Sebab, kedua ikan tersebut memiliki harga yang terbilang rendah di pasaran dibanding ikan tuna.



Ikan tuna, tongkol, dan cakalang berasal dari keluarga Scombridae. Ketiga jenis ikan ini terkadang sulit dibedakan. Namun, jika diperhatikan dengan saksama akan terlihat perbedaan di antara ketiganya.



Ikan tongkol (Euthynnus affinis) sangat mudah ditemukan di pasar lokal atau pasar tradisional. Bagi nelayan, tongkol termasuk jenis ikan yang banyak diincar oleh warga lokal karena harganya murah. Secara fisik, tongkol memiliki tubuh berwarna biru gelap metalik dan terdapat pola garis unik di bagian punggung atau atas tubuhnya.



Di antara tuna dan cakalang, ikan tongkol berukuran paling kecil. Ukuran tongkol dewasa panjangnya sekitar 60 cm. ”Kalau tongkol kecil harganya lumayan murah berkisar Rp 20 ribuan,” ujar Bandiyo, seorang pedagang ikan di Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi.



Daging ikan tongkol terkenal lebih kasar. Hal ini terkadang memberi rasa gatal pada tenggorokan orang yang tergolong sensitif. Ikan jenis ini tergolong laris di daerah Pulau Jawa dan Sumatera. Dari segi masakan, ikan tongkol dapat diolah menjadi pepes, semur, gulai, atau hanya digoreng saja sudah sangat nikmat untuk disajikan. ”Memang kalau ikan tongkol bisa menimbulkan gatal di tenggorokan jika ikan sudah layu atau lama disimpan,” katanya



Sementara ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) merupakan jenis ikan perenang cepat. Ikan ini memang cukup sulit dibedakan dengan tongkol. Banyak yang menyebutnya sebagai ikan tongkol putih. Jika melihat tampilannya cenderung memiliki warna perak yang lebih gelap dan terdapat garis-garis hitam yang membentang di bagian perut/bawah tubuhnya. Berdasarkan bentuk tubuh, panjang cakalang sedikit lebih besar dibanding tongkol.



Dari tekstur daging, cakalang menempati nomor kedua di antara ketiga jenis ini. Teksturnya lebih halus dibanding ikan tongkol . Tidak hanya dari tampilan dan tekstur daging, cakalang masih tergolong ramah di kantong dibanding dengan ikan tuna. Harga ikan cakalang per kilogram bisa mencapai Rp 35 ribu. Satu ekor ikan bobotnya bisa berkisar antara tiga hingga enam kilogram.



Untuk pengolahan ikan cakalang tidaklah sulit, ikan ini dapat diolah gulai, balado, hingga diasap. ”Kalau Ikan cakalang ini agak besar, rasa teksturnya juga enak,” jelas Bandiyo.



Dibanding tongkol dan cakalang, ikan tuna (Thunnini) memiliki tubuh yang super besar dan berat. Ikan tuna yang masih bayi saja beratnya dapat mencapai 5 kilogram. Sedangkan ikan tuna dewasa beratnya mulai dari 35 kilogram hingga 350 kilogram. ”Kalau ikan tuna memang mahal, karena bentuk ikannya memang besar dan andalan. Jarang dijual eceran di pasaran,” ujarnya.



Dilihat dari masyarakat yang mengonsumsinya, ikan tongkol banyak dikonsumsi oleh masyarakat di Pulau Jawa dan Sumatera. Ikan cakalang menjadi makanan favorit masyarakat Sulawesi dan Kepulauan Maluku. Sedangkan ikan tuna segar sering dikonsumsi oleh masyarakat Jepang, yang sering dijadikan menu sashimi. 


Editor : Ali Sodiqin