Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kampung Nelayan Merah Putih Hampir Rampung, Wisata Kuliner Seafood Banyuwangi Kian Mendunia

Ali Sodiqin • Minggu, 1 Februari 2026 | 07:00 WIB

Kampung Nelayan Merah Putih hampir rampung. Sentra kuliner seafood Banyuwangi kian menarik dengan konsep modern berarsitektur Osing.
Kampung Nelayan Merah Putih hampir rampung. Sentra kuliner seafood Banyuwangi kian menarik dengan konsep modern berarsitektur Osing.

RADARBANYUWANGI.ID - Wisata kuliner seafood di Banyuwangi bakal kian menggeliat. Pemerintah pusat saat ini tengah membangun Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di kawasan pesisir Plengsengan Ancol, Kelurahan Lateng, Kecamatan Banyuwangi.

Lokasinya strategis, berdekatan dengan pusat kuliner hasil olahan laut Fish Market Kampung Mandar yang lebih dulu dikembangkan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

Kehadiran KNMP yang merupakan program strategis nasional Presiden Prabowo Subianto itu diyakini akan semakin memperkuat posisi Banyuwangi sebagai salah satu destinasi wisata kuliner bahari unggulan di Indonesia.

Apalagi, kabupaten berjuluk The Sunrise of Java tersebut selama ini dikenal memiliki kekayaan laut melimpah dan tradisi kuliner seafood yang kuat.

Saat ini, progres pembangunan KNMP Banyuwangi yang dikerjakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah memasuki tahap akhir.

Pembangunan fisik hampir rampung, dengan fokus pekerjaan tersisa pada penyempurnaan bangunan serta penataan kawasan pendukung.

“Kehadiran Kampung Nelayan Merah Putih ini kian menambah daya tarik pusat kuliner seafood di Banyuwangi. Terima kasih kepada pemerintah pusat yang terus mendukung pariwisata Banyuwangi,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Jumat (30/1/2026), seperti dilansir dari banyuwangikab.go.id.

KNMP Banyuwangi mulai dibangun sejak September 2025. Hingga akhir Januari 2026, progres pembangunannya telah mencapai 97 persen.

Tahapan pekerjaan yang tersisa hanya berupa finishing, termasuk penataan lanskap dan penyempurnaan fasilitas pendukung.

Menariknya, seluruh bangunan di kawasan KNMP Banyuwangi mengusung arsitektur khas Suku Osing, suku asli Banyuwangi.

Konsep ini dipilih untuk menegaskan identitas budaya lokal di kawasan pesisir, sekaligus menghadirkan nuansa unik yang membedakan KNMP dari kampung nelayan modern di daerah lain.

Sebanyak enam unit bangunan utama mengadopsi bentuk rumah adat Osing, lengkap dengan ornamen batik khas Gajah Oling.

Perpaduan antara sentuhan modern dan kearifan lokal itu menciptakan karakter visual yang kuat, sekaligus memperkaya pengalaman wisata bagi pengunjung.

Tak hanya mengedepankan estetika, KNMP Banyuwangi juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung aktivitas nelayan.

Mulai dari dermaga sandar perahu, lokasi pendaratan ikan, stasiun pengisian bahan bakar, balai pertemuan, pabrik es, hingga unit pengolahan hasil laut.

Bahkan, kawasan ini juga disiapkan sebagai sentra kuliner bahari baru yang terintegrasi.

“Kampung nelayan modern ini dirancang terintegrasi. Selain menjadi tempat aktivitas kampung nelayan pada umumnya, juga dirancang menjadi daya tarik baru bagi sektor pariwisata Banyuwangi. Melalui konsep tersebut, hasil tangkapan nelayan diharapkan memiliki nilai tambah sebelum dipasarkan,” ujar Ipuk.

Dengan konsep tersebut, wisatawan nantinya tidak hanya bisa menikmati aneka olahan seafood segar, tetapi juga melihat langsung aktivitas nelayan, proses pendaratan ikan, hingga pengolahan hasil laut di kawasan KNMP.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi Suryono Bintang Samudra menjelaskan bahwa pembangunan KNMP Lateng merupakan bagian dari program prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Banyuwangi ditetapkan sebagai satu dari 100 lokasi awal pengembangan kampung nelayan terpadu di Indonesia.

“Program ini tidak sekadar menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi diarahkan untuk membangun ekosistem ekonomi pesisir yang berkelanjutan dan terintegrasi,” jelas Suryono.

Menurutnya, KNMP disiapkan sebagai simpul pertumbuhan ekonomi baru bagi nelayan setempat.

Berbagai fasilitas yang tersedia diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui penguatan rantai nilai hasil perikanan.

“Kawasan ini kami lengkapi dengan fasilitas pengolahan ikan, sentra kuliner, hingga ruang pemberdayaan nelayan agar benar-benar memberi manfaat langsung,” imbuhnya.

Suryono menambahkan, setelah seluruh pekerjaan fisik dinyatakan tuntas, pengoperasian kawasan KNMP masih menunggu proses serah terima dari pemerintah pusat.

“Setelah BAST, aset akan kami kelola melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang sudah dibentuk,” tuturnya.

Dengan hadirnya Kampung Nelayan Merah Putih, Banyuwangi diharapkan tak hanya semakin dikenal sebagai daerah penghasil seafood berkualitas, tetapi juga sebagai destinasi wisata kuliner bahari berbasis budaya lokal yang berdaya saing nasional hingga internasional. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#merah putih #kampung nelayan #kuliner seafood #banyuwangi #wisata kuliner 2025