RADARBANYUWANGI.ID - Kalau ngomongin martabak, pasti langsung kepikiran dua kubu besar: tim manis dan tim telur.
Ada yang nggak bisa move on dari martabak manis yang tebal, lembut, dan penuh topping, tapi ada juga yang lebih suka martabak telur yang gurih dan bikin kenyang.
Walaupun sama-sama disebut “martabak”, ternyata keduanya punya asal-usul, bahan, sampai kandungan gizi yang berbeda banget, lho. Yuk, kita bahas apa aja sih bedanya martabak manis dan martabak telur!
Kalau soal martabak, Indonesia punya dua jagoan yang selalu bikin bingung waktu mau beli: martabak manis dan martabak telur.
Martabak manis alias terang bulan biasanya tebal, lembut, dan penuh topping yang bikin ngiler, sedangkan martabak telur tampil gurih dengan isian telur, daging, dan daun bawang yang wangi banget. Dua-duanya sama-sama enak, tapi ternyata punya cerita asal-usul yang berbeda, lho.
Martabak telur datang dari India, tepatnya Kerala, dengan nama mutabar. Dari sana, ia menyeberang ke Indonesia lewat komunitas India dan akhirnya jadi jajanan malam favorit kita.
Sementara itu, martabak manis justru lahir dari budaya Tionghoa di Bangka Belitung dengan nama “hok lo pan” atau kue Hok Lo, lalu menyebar ke berbagai daerah dengan nama yang berbeda-beda.
Bedanya juga kerasa dari adonannya. Martabak manis dibuat dari tepung, telur, gula, dan kadang santan, yang dipanggang dengan banyak margarin sampai teksturnya empuk dan tebal.
Martabak telur sebaliknya: kulitnya tipis, diisi adonan telur plus daging cincang, lalu digoreng sampai renyah. Dari luar saja sudah kelihatan kalau keduanya punya kepribadian berbeda.
Isiannya pun nggak kalah unik. Martabak manis zaman dulu simpel, cuma gula dan wijen. Tapi sekarang variannya makin “kekinian” dengan topping cokelat, keju, Oreo, Nutella, bahkan durian. Sedangkan martabak telur tetap setia dengan racikan gurih: telur, daging, dan daun bawang. Sederhana tapi bikin nagih.
Nah, kalau dilihat dari kandungan gizinya, martabak manis jelas kaya karbohidrat karena tepungnya banyak banget. Sekitar 37 gram karbo per potong. Martabak telur justru minim karbo, cuma 0,2 gram, karena lebih fokus ke protein dan lemak dari telur serta daging. Jadi, buat yang lagi ngurangin nasi, martabak telur bisa jadi opsi menarik.
Tapi jangan salah, soal kalori, martabak telur lebih “berat” dibanding martabak manis. Satu potong martabak telur bisa sampai 431 kalori, sedangkan martabak manis “hanya” sekitar 300-an.
Lemaknya pun lebih tinggi, tapi imbang dengan proteinnya. Kalau martabak manis? Lemak lebih rendah, tapi kalau toppingnya keju, proteinnya bisa saingan juga.
Di berbagai daerah, martabak manis punya banyak nama. Ada yang nyebut terang bulan, martabak Bandung, martabak Bangka, sampai apam balik. Sementara martabak telur kadang disebut martabak Malabar. Nama boleh beda, tapi rasa sama-sama bikin perut bahagia.
Jadi, mana yang lebih enak? Balik lagi ke selera. Kalau lagi pengin ngemil manis legit dengan banyak topping, martabak manis jawabannya.
Kalau butuh yang gurih, renyah, dan lebih “berat”, martabak telur bisa jadi pilihan. Intinya, dua-duanya tetap juara asal dimakan dengan porsi yang pas, biar perut kenyang dan hati senang!
Penulis: Ratna Yulia Amarta Putri | Magang Jurnalistik Radar Banyuwangi
Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News
Editor : Ali Sodiqin