RadarBanyuwangi.id - Bulu babi, atau landak laut, mungkin terlihat mengintimidasi dengan cangkang berduri tajam.
Namun di balik penampilannya, makhluk laut ini menyimpan gonada lembut yang memiliki rasa unik dan kaya akan cita rasa laut.
Di beberapa negara, termasuk Jepang, bulu babi bahkan dianggap sebagai makanan istimewa. Meski demikian, tidak semua bulu babi aman untuk dikonsumsi.
Beberapa spesies memiliki racun berbahaya atau rasa yang tidak layak santap. Oleh karena itu, penting untuk memahami jenis-jenis bulu babi yang dapat dimakan, serta potensi bahayanya.
Beberapa alasan utama yang membuat kita perlu selektif antara lain:
- Kandungan Racun: Beberapa spesies memiliki duri beracun sebagai mekanisme pertahanan. Jika tertelan, racun ini bisa berdampak negatif pada tubuh.
- Rasa Tidak Sedap: Tidak semua gonada bulu babi memiliki rasa yang enak. Beberapa cenderung pahit, amis, atau hambar.
- Ukuran Gonada Kecil: Sebagian jenis memiliki gonada sangat kecil, tidak cukup layak untuk dijadikan bahan makanan.
- Lingkungan Tumbuh: Kualitas air dan makanan bulu babi turut menentukan rasa serta keamanannya. Bulu babi dari perairan tercemar bisa mengandung logam berat atau zat berbahaya lainnya.
Karena itu, penting untuk memperoleh bulu babi dari sumber terpercaya, dan jika perlu, berkonsultasi dengan nelayan lokal atau ahli biologi laut untuk mengenali spesies yang aman.
Berikut beberapa spesies bulu babi yang aman dikonsumsi:
1. Bulu Babi Ungu (Strongylocentrotus purpuratus) dan Bulu Babi Merah (Mesocentrotus franciscanus)
- Asal: Pantai Pasifik Amerika Utara
- Ciri Fisik: Warna ungu (ungu), kemerahan (merah), duri panjang
- Gonada: Warna kuning-oranye, rasa manis gurih, tekstur lembut
- Penggunaan: Bahan utama uni pada sushi dan sashimi
2. Bulu Babi Hijau (Strongylocentrotus droebachiensis)
- Asal: Samudra Atlantik Utara dan Pasifik Utara
- Ciri Fisik: Warna hijau hingga cokelat kemerahan
- Gonada: Warna kuning pucat, rasa ringan dan manis
- Penggunaan: Digunakan dalam masakan laut di Jepang, Kanada, dan Eropa
3. Bulu Babi Batu/Hitam (Diadema setosum)
- Asal: Perairan tropis Indo-Pasifik, termasuk Indonesia
- Ciri Fisik: Duri sangat panjang, tipis, berwarna hitam
- Gonada: Kecil, rasa lebih kuat, tekstur padat
- Catatan: Beberapa spesies mengandung racun, perlu kehati-hatian dalam konsumsi
4. Bulu Babi Pensil (Heterocentrotus mamillatus)
- Asal: Perairan tropis Indo-Pasifik
- Ciri Fisik: Duri besar, tumpul seperti pensil, warna merah/ungu
- Gonada: Warna kuning hingga oranye, rasa kaya dan lembut
- Penggunaan: Dikonsumsi secara lokal di beberapa wilayah Asia Tenggara
Menikmati sajian bulu babi bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang kesadaran akan keamanan dan keberlanjutan.
Hindari mengonsumsi spesies yang tidak dikenal, dan jangan mengambil dari habitat secara berlebihan untuk menjaga ekosistem tetap seimbang.
Dengan pengetahuan yang tepat, bulu babi bisa menjadi pengalaman kuliner yang unik dan memuaskan, sekaligus membuka jendela pada kekayaan biota laut Indonesia dan dunia. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi