alexametrics
24.7 C
Banyuwangi
Saturday, July 2, 2022

Dari Jamu Gendong Keliling hingga Masuk Kafe

BIOFARMAKA banyak dimanfaatkan untuk bahan baku aneka minuman. Tak hanya diolah menjadi jamu yang dijual keliling sambil digendong. Jamu pun sudah jadi minuman kekinian yang digemari kalangan muda di kafe-kafe.

Pengunjung sejumlah kafe maupun kedai di Banyuwangi disuguhi aneka minuman. Menu minuman itu pun diberi nama-nama yang menarik dan terkesan kekinian. Bahan yang digunakan pun beragam, tidak terkecuali aneka biofarmaka seperti temulawak, kapulaga, cengkih, sereh, jeruk nipis, dan lain-lain.

Lebih dari itu, ragam biofarmaka juga banyak dimanfaatkan untuk bahan baku minuman tradisional dipercaya memiliki manfaat positif bagi kesehatan tubuh.

Misalnya wedang uwuh yang juga tersedia di sejumlah kedai di Bumi Blambangan. Bahan yang digunakan antara lain jahe, cengkih, daun cengkih, kayu manis, daun pala, serutan secang, dan gula batu. Minuman ini dipercaya memiliki khasiat mengatasi berbagai masalah pada sistem pencernaan, menurunkan kolesterol, kaya akan antioksidan, meningkatkan stamina, meredakan rasa nyeri, meningkatkan kekebalan tubuh, dan beberapa khasiat lainnya.

Selain itu, ada pula wedang jahe yang juga memiliki banyak ”penggemar” di Banyuwangi. Minuman berupa air rebusan jahe atau dapat juga ditambah dengan beberapa rempah lainnya ini, memang terkenal akan khasiat yang baik untuk tubuh. Di antaranya dapat memperbaiki sirkulasi darah, menjaga sistem pencernaan, mengatasi sakit kepala, mengatasi demam, meningkatkan sistem metabolisme dalam tubuh, dapat digunakan sebagai program diet, dapat mengatasi kanker, detoksifikasi, obat jerawat, dan dapat digunakan sebagai pengobatan gigi dan gusi.

Pun demikian dengan wedang secang. Minuman yang satu ini terbuat dari kayu secang yang identik dengan warna kemerahan. Minum wedang secang secara teratur ini dipercaya dapat mencegah penuaan dini, menurunkan risiko penyakit jantung, meningkatkan imun tubuh, dan beberapa khasiat lain.

Salah satu tanaman biofarmaka yang lain, yakni temulawak juga kerap dimanfaatkan sebagai bahan baku minuman tradisional. Mengonsumsi temulawak juga diyakini dapat meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah atau membantu pengobatan kanker, menjaga kesehatan liver, dan lain-lain.

Sementara itu, Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Pertanian menyebut biofarmaka sebagai bahan baku obat tradisional dan jamu yang jika dikonsumsi akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh (immune system). Selain itu, biofarmaka juga bisa bermanfaat sebagai tanaman yang bersifat pencegahan (preventif) dan promotif melalui kandungan metabolit sekunder, seperti gingiro pada jahe dan santoriso pada temulawak, dan lain-lain.

BIOFARMAKA banyak dimanfaatkan untuk bahan baku aneka minuman. Tak hanya diolah menjadi jamu yang dijual keliling sambil digendong. Jamu pun sudah jadi minuman kekinian yang digemari kalangan muda di kafe-kafe.

Pengunjung sejumlah kafe maupun kedai di Banyuwangi disuguhi aneka minuman. Menu minuman itu pun diberi nama-nama yang menarik dan terkesan kekinian. Bahan yang digunakan pun beragam, tidak terkecuali aneka biofarmaka seperti temulawak, kapulaga, cengkih, sereh, jeruk nipis, dan lain-lain.

Lebih dari itu, ragam biofarmaka juga banyak dimanfaatkan untuk bahan baku minuman tradisional dipercaya memiliki manfaat positif bagi kesehatan tubuh.

Misalnya wedang uwuh yang juga tersedia di sejumlah kedai di Bumi Blambangan. Bahan yang digunakan antara lain jahe, cengkih, daun cengkih, kayu manis, daun pala, serutan secang, dan gula batu. Minuman ini dipercaya memiliki khasiat mengatasi berbagai masalah pada sistem pencernaan, menurunkan kolesterol, kaya akan antioksidan, meningkatkan stamina, meredakan rasa nyeri, meningkatkan kekebalan tubuh, dan beberapa khasiat lainnya.

Selain itu, ada pula wedang jahe yang juga memiliki banyak ”penggemar” di Banyuwangi. Minuman berupa air rebusan jahe atau dapat juga ditambah dengan beberapa rempah lainnya ini, memang terkenal akan khasiat yang baik untuk tubuh. Di antaranya dapat memperbaiki sirkulasi darah, menjaga sistem pencernaan, mengatasi sakit kepala, mengatasi demam, meningkatkan sistem metabolisme dalam tubuh, dapat digunakan sebagai program diet, dapat mengatasi kanker, detoksifikasi, obat jerawat, dan dapat digunakan sebagai pengobatan gigi dan gusi.

Pun demikian dengan wedang secang. Minuman yang satu ini terbuat dari kayu secang yang identik dengan warna kemerahan. Minum wedang secang secara teratur ini dipercaya dapat mencegah penuaan dini, menurunkan risiko penyakit jantung, meningkatkan imun tubuh, dan beberapa khasiat lain.

Salah satu tanaman biofarmaka yang lain, yakni temulawak juga kerap dimanfaatkan sebagai bahan baku minuman tradisional. Mengonsumsi temulawak juga diyakini dapat meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah atau membantu pengobatan kanker, menjaga kesehatan liver, dan lain-lain.

Sementara itu, Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Pertanian menyebut biofarmaka sebagai bahan baku obat tradisional dan jamu yang jika dikonsumsi akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh (immune system). Selain itu, biofarmaka juga bisa bermanfaat sebagai tanaman yang bersifat pencegahan (preventif) dan promotif melalui kandungan metabolit sekunder, seperti gingiro pada jahe dan santoriso pada temulawak, dan lain-lain.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/