alexametrics
25.6 C
Banyuwangi
Thursday, June 30, 2022

Awas Serbuan Buah Durian dari Luar Daerah

BANYUWANGI – Musim durian menjadi lahan empuk bagi sejumlah pedagang buah musiman. Kalau tidak hati-hati, konsumen bisa salah membeli durian yang dikira asli Banyuwangi. Sebab, ada kalanya pedagang musiman mendatangkan buah dari luar daerah.

Untuk memudahkan agar dagangan mereka terjual dengan mudah dan cepat, tak jarang para pedagang berulah nakal. Ada segelintir pedagang yang sengaja mem-branding buah dagangannya berasal dari salah satu daerah di Banyuwangi. Padahal sesungguhnya, buah yang dijual itu diperoleh dari luar daerah Banyuwangi. ”Yang penting halal dan pembeli mau,” ungkap SJ, seorang pedagang buah durian di Kecamatan Rogojampi.

Menurut SJ, musim buah durian menjadi ladang mata pencahariannya. Dalam sekali dasar atau berjualan, dia mampu meraup untung hingga jutaan rupiah. Durian dia dapatkan dari sejumlah daerah di Banyuwangi. Dia biasanya mencari ke sentra penghasil buah durian seperti di Kecamatan Kalibaru, Kecamatan Glenmore, Kecamatan Songgon, Kecamatan Licin, dan Kecamatan Kalipuro. Namun, paling banyak dia ambil dari Kecamatan Kalibaru.

Selain harganya relatif murah, harga buah durian dari wilayah Kalibaru dinilai melimpah dan jarang tersentuh pengepul atau pedagang buah lainnya. Agar jualannya mudah laku, dia menjajakan dagangannya dengan menuliskan durian dari Kecamatan Songgon. ”Saya lihat pasarnya dulu, memang pembeli rata-rata suka dengan durian Songgon karena rasanya yang legit,” kata pedagang asal Kecamatan Genteng itu.

SJ mengaku, durian asal Kecamatan Songgon merupakan salah satu durian yang paling disukai oleh pembeli. Namun sayang, dia sangat kesulitan mendapatkan durian Songgon yang asli. Sebab, durian asal Songgon rata-rata dijual sendiri oleh para pemilik lahan. ”Durian Songgon rata-rata sudah ada pengepulnya sendiri, dan kami kesulitan mau kulakan durian asal Songgon,” jelasnya.

SJ mengaku, musim durian ini merupakan berkah yang mudah untuk mengais rezeki. Bahkan, dia juga memiliki jaringan pengepul durian asal Provinsi Bali. ”Kalau di Bali sudah musim duluan, kadang juga minta kirim ke Banyuwangi satu pikap. Kemudian saya jual murah di pinggir jalan,” tegas bapak dua anak ini.

Biasanya, lanjut SJ, musim panen durian hampir bersamaan. Selang beberapa pekan saja. Hanya untuk panen biasanya harus menunggu buah jatuh atau runtuh dari pohonnya. ”Kadang tidak menunggu durian jatuh, pokok kelihatan besar, ya dipetik paksa. Kemudian diberi obat agar cepat matang saat dijual,” tandasnya. 

BANYUWANGI – Musim durian menjadi lahan empuk bagi sejumlah pedagang buah musiman. Kalau tidak hati-hati, konsumen bisa salah membeli durian yang dikira asli Banyuwangi. Sebab, ada kalanya pedagang musiman mendatangkan buah dari luar daerah.

Untuk memudahkan agar dagangan mereka terjual dengan mudah dan cepat, tak jarang para pedagang berulah nakal. Ada segelintir pedagang yang sengaja mem-branding buah dagangannya berasal dari salah satu daerah di Banyuwangi. Padahal sesungguhnya, buah yang dijual itu diperoleh dari luar daerah Banyuwangi. ”Yang penting halal dan pembeli mau,” ungkap SJ, seorang pedagang buah durian di Kecamatan Rogojampi.

Menurut SJ, musim buah durian menjadi ladang mata pencahariannya. Dalam sekali dasar atau berjualan, dia mampu meraup untung hingga jutaan rupiah. Durian dia dapatkan dari sejumlah daerah di Banyuwangi. Dia biasanya mencari ke sentra penghasil buah durian seperti di Kecamatan Kalibaru, Kecamatan Glenmore, Kecamatan Songgon, Kecamatan Licin, dan Kecamatan Kalipuro. Namun, paling banyak dia ambil dari Kecamatan Kalibaru.

Selain harganya relatif murah, harga buah durian dari wilayah Kalibaru dinilai melimpah dan jarang tersentuh pengepul atau pedagang buah lainnya. Agar jualannya mudah laku, dia menjajakan dagangannya dengan menuliskan durian dari Kecamatan Songgon. ”Saya lihat pasarnya dulu, memang pembeli rata-rata suka dengan durian Songgon karena rasanya yang legit,” kata pedagang asal Kecamatan Genteng itu.

SJ mengaku, durian asal Kecamatan Songgon merupakan salah satu durian yang paling disukai oleh pembeli. Namun sayang, dia sangat kesulitan mendapatkan durian Songgon yang asli. Sebab, durian asal Songgon rata-rata dijual sendiri oleh para pemilik lahan. ”Durian Songgon rata-rata sudah ada pengepulnya sendiri, dan kami kesulitan mau kulakan durian asal Songgon,” jelasnya.

SJ mengaku, musim durian ini merupakan berkah yang mudah untuk mengais rezeki. Bahkan, dia juga memiliki jaringan pengepul durian asal Provinsi Bali. ”Kalau di Bali sudah musim duluan, kadang juga minta kirim ke Banyuwangi satu pikap. Kemudian saya jual murah di pinggir jalan,” tegas bapak dua anak ini.

Biasanya, lanjut SJ, musim panen durian hampir bersamaan. Selang beberapa pekan saja. Hanya untuk panen biasanya harus menunggu buah jatuh atau runtuh dari pohonnya. ”Kadang tidak menunggu durian jatuh, pokok kelihatan besar, ya dipetik paksa. Kemudian diberi obat agar cepat matang saat dijual,” tandasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/