alexametrics
24.7 C
Banyuwangi
Saturday, June 25, 2022

Timbulkan Kesan Dingin saat Digigit

MASYARAKAT menyebut kue kering yang satu dengan julukan ”putri salju”. Sebab, sekujur permukaannya diselimuti bubuk berwarna putih.

Bentuknya beragam. Ada yang menyerupai bulan sabit, bulat, atau balok. Warna dasarnya kuning kecokelatan. Permukaannya dibalur tepung gula putih halus. Mirip dengan salju yang menutupi atap rumah di musim dingin di negara-negara empat musim.

Bubuk yang menyelimuti kue itu adalah gula halus. Sedangkan bagian ”inti” kue tersebut dibuat dari adonan tepung terigu, tepung maizena, mentega, dan kuning telur yang dipanggang di dalam oven sampai matang. Karena itu, kue ini mampu menghadirkan perpaduan rasa gurih dan manis serta aksen dingin saat digigit.

Rasanya yang enak membuat kue yang satu ini juga menjadi salah satu kudapan favorit banyak warga saat Idul Fitri. Tidak hanya warga yang tinggal di wilayah perkotaan, tetapi juga warga di pedesaan.

Bagi Anda yang tidak sempat memasak sendiri kue putri salju, tak perlu khawatir. Asal punya uang, kue jenis yang satu ini relatif mudah dijumpai di toko-toko kue kering atau pun bisa pesan ke tetangga terdekat. Sebab, menjelang Lebaran, tidak sedikit warga yang memanfaatkan momentum tahunan ini untuk berjualan kue.

Soal harga, tak ada tidak ada patokan yang baku. Para penjual memasarkan kue putri salju dengan harga yang berbeda-beda. Kisarannya sebesar Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu per kilogram.

Diah, warga Desa Pendarungan, Kecamatan Kabat mengatakan, kue putri salju biasanya dijual dalam stoples plastik dan tutupnya direkatkan dengan isolasi bening. Dikatakan, kue jenis yang satu ini bisa bertahan satu sampai tiga bulan, bahkan lebih asalkan disimpan dengan benar dan belum dibuka dari wadahnya sama sekali. ”Agar bisa bertahan lama, kue ini harus disimpan di wadah kedap udara, simpan wadah kue di tempat yang tidak lembap, atau bisa juga disimpan di freezer lemari es,” pungkasnya. 

MASYARAKAT menyebut kue kering yang satu dengan julukan ”putri salju”. Sebab, sekujur permukaannya diselimuti bubuk berwarna putih.

Bentuknya beragam. Ada yang menyerupai bulan sabit, bulat, atau balok. Warna dasarnya kuning kecokelatan. Permukaannya dibalur tepung gula putih halus. Mirip dengan salju yang menutupi atap rumah di musim dingin di negara-negara empat musim.

Bubuk yang menyelimuti kue itu adalah gula halus. Sedangkan bagian ”inti” kue tersebut dibuat dari adonan tepung terigu, tepung maizena, mentega, dan kuning telur yang dipanggang di dalam oven sampai matang. Karena itu, kue ini mampu menghadirkan perpaduan rasa gurih dan manis serta aksen dingin saat digigit.

Rasanya yang enak membuat kue yang satu ini juga menjadi salah satu kudapan favorit banyak warga saat Idul Fitri. Tidak hanya warga yang tinggal di wilayah perkotaan, tetapi juga warga di pedesaan.

Bagi Anda yang tidak sempat memasak sendiri kue putri salju, tak perlu khawatir. Asal punya uang, kue jenis yang satu ini relatif mudah dijumpai di toko-toko kue kering atau pun bisa pesan ke tetangga terdekat. Sebab, menjelang Lebaran, tidak sedikit warga yang memanfaatkan momentum tahunan ini untuk berjualan kue.

Soal harga, tak ada tidak ada patokan yang baku. Para penjual memasarkan kue putri salju dengan harga yang berbeda-beda. Kisarannya sebesar Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu per kilogram.

Diah, warga Desa Pendarungan, Kecamatan Kabat mengatakan, kue putri salju biasanya dijual dalam stoples plastik dan tutupnya direkatkan dengan isolasi bening. Dikatakan, kue jenis yang satu ini bisa bertahan satu sampai tiga bulan, bahkan lebih asalkan disimpan dengan benar dan belum dibuka dari wadahnya sama sekali. ”Agar bisa bertahan lama, kue ini harus disimpan di wadah kedap udara, simpan wadah kue di tempat yang tidak lembap, atau bisa juga disimpan di freezer lemari es,” pungkasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/