alexametrics
25.5 C
Banyuwangi
Wednesday, July 6, 2022

Pasar Jenang Pendarungan; Digagas Pemuda, Lokasi di Kebun Kelapa

KABAT – Sempat tidak beroperasi karena pandemi, pasar tematik kreasi rakyat Banyuwangi kembali menggeliat. Seperti Pasar Jenang di tengah kebun kelapa di Desa Pendarungan, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, ini.

Pasar kuliner yang digagas pemuda desa setempat ini terletak di wilayah kebun kelapa milik salah satu warga. Aneka jenis jenang (juga biasa dikenal bubur manis) dijajakan oleh warga setempat. Mulai dari jenang bendil, jenang waluh (labu), jenang sapar, jenang sumsum, jenang procot, sampai jenang nangka pun ada. Semua bisa ditemukan di kawasan tersebut.

Menariknya, jenang yang disajikan dibungkus menggunakan daun pisang dan jati, tidak ada yang dibungkus menggunakan bahan plastik. Dibukanya kembali pasar tematik pasar jenang ini diharapkan bisa menjadi salah satu alternatif pengungkit pemulihan ekonomi masyarakat.

Kepala Desa Pendarungan Adi Purwanto mengatakan, Festival Pasar Jenang ini sebenarnya rutin digelar setahun sekali. Namun karena pandemi, tahun lalu urung digelar. Untuk kali ini kembali digelar dan dijadwalkan setiap dua pekan sekali.

Menurut Adi, Desa Pendarungan telah terkenal sebagai sentra jenang. Desa yang berbatasan dengan Kecamatan Banyuwangi dan Kecamatan Glagah ini memang terkenal memiliki banyak warga yang memproduksi aneka jenis jenang.

Cara tersebut ditempuh untuk kembali menggiatkan ekonomi di desa. Apalagi, dalam situasi pandemi Covid-19. Akhirnya, masih banyak warga yang berminat kembali berjualan jenang di kawasan yang berada di perkebunan kelapa tersebut.

Untuk mencegah penularan Covid-19, para pengunjung diwajibkan menggunakan masker di kawasan tersebut. ”Ekonomi mulai jalan, tapi kami tetap berhati-hati terhadap penularan Covid-19. Jadi yang datang wajib bermasker untuk menekan Covid-19 dan higienitas juga kami jaga,” pungkas Adi. 

KABAT – Sempat tidak beroperasi karena pandemi, pasar tematik kreasi rakyat Banyuwangi kembali menggeliat. Seperti Pasar Jenang di tengah kebun kelapa di Desa Pendarungan, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, ini.

Pasar kuliner yang digagas pemuda desa setempat ini terletak di wilayah kebun kelapa milik salah satu warga. Aneka jenis jenang (juga biasa dikenal bubur manis) dijajakan oleh warga setempat. Mulai dari jenang bendil, jenang waluh (labu), jenang sapar, jenang sumsum, jenang procot, sampai jenang nangka pun ada. Semua bisa ditemukan di kawasan tersebut.

Menariknya, jenang yang disajikan dibungkus menggunakan daun pisang dan jati, tidak ada yang dibungkus menggunakan bahan plastik. Dibukanya kembali pasar tematik pasar jenang ini diharapkan bisa menjadi salah satu alternatif pengungkit pemulihan ekonomi masyarakat.

Kepala Desa Pendarungan Adi Purwanto mengatakan, Festival Pasar Jenang ini sebenarnya rutin digelar setahun sekali. Namun karena pandemi, tahun lalu urung digelar. Untuk kali ini kembali digelar dan dijadwalkan setiap dua pekan sekali.

Menurut Adi, Desa Pendarungan telah terkenal sebagai sentra jenang. Desa yang berbatasan dengan Kecamatan Banyuwangi dan Kecamatan Glagah ini memang terkenal memiliki banyak warga yang memproduksi aneka jenis jenang.

Cara tersebut ditempuh untuk kembali menggiatkan ekonomi di desa. Apalagi, dalam situasi pandemi Covid-19. Akhirnya, masih banyak warga yang berminat kembali berjualan jenang di kawasan yang berada di perkebunan kelapa tersebut.

Untuk mencegah penularan Covid-19, para pengunjung diwajibkan menggunakan masker di kawasan tersebut. ”Ekonomi mulai jalan, tapi kami tetap berhati-hati terhadap penularan Covid-19. Jadi yang datang wajib bermasker untuk menekan Covid-19 dan higienitas juga kami jaga,” pungkas Adi. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/