alexametrics
24 C
Banyuwangi
Monday, August 8, 2022

Buah Sentul Alternatif Vitamin C Murah Meriah

JawaPos.com – Mungkin sebagian orang masing asing dengan nama buah sentul. Maklum, buah yang memiliki nama ilmiah Sandoricum koetjape, ini punya banyak julukan lain, seperti kecapi, ketuat, atau santor. Buah ini juga sering disebut manggis hutan lantaran bentuk fisiknya yang menyerupai manggis.

Diakui atau tidak, rasanya yang cenderung asam membuat sebagian kalangan kurang menyukai buah yang ketika matang kulitnya berwarna kuning kecokelatan tersebut. Namun, di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, buah yang memiliki daging buah berwarna putih tersebut layak dijadikan alternatif sumber vitamin C yang berguna untuk menjaga daya tahan tubuh.

Kebetulan, pada Februari sampai Maret, Banyuwangi memasuki musim panen buah sentul. Salah satu sentra penghasil sentul di Bumi Blambangan adalah Dusun Gebut, Desa Pendarungan, Kecamatan Kabat.

Baca Juga :  Ada Puluhan Jenis Durian Banyuwangi

Di dusun ini terdapat puluhan, bahkan ratusan pohon sentul. Di puncak musim panen, harga buah yang satu ini relatif murah, yakni Rp 1 ribu per buah. Oleh warga sekitar, selain dinikmati daging buahnya secara langsung, buah sentul juga kerap kali dijadikan bahan baku rujak.

Nur Ainiyah, salah satu warga Dusun Gebut mengatakan, bagian yang dimanfaatkan untuk rujak bukan hanya daging buahnya, tetapi juga kulitnya. ”Caranya, kulit bagian terluar dikupas. Setelah itu, kulit bagian dalam diiris hingga daging buahnya ikut teriris. Irisan kulit dan daging buah inilah yang dicocolkan ke bumbu rujak sentul,” ujarnya.

Sementara itu, dikutip dari berbagai sumber, selain berguna menjaga daya tahan tubuh, sentul juga memiliki beragam manfaat lain. Di antaranya menurunkan kolesterol jahat lewat kandungan serat dan senyawa yang disebut pektin. Selain itu, buah ini juga dipercaya dapat mengontrol gula darah hingga meminimalkan risiko kanker serta beragam manfaat lain untuk kesehatan. (sgt/bay/c1)

Baca Juga :  Kue Klasik yang Tak Mudah Basi

JawaPos.com – Mungkin sebagian orang masing asing dengan nama buah sentul. Maklum, buah yang memiliki nama ilmiah Sandoricum koetjape, ini punya banyak julukan lain, seperti kecapi, ketuat, atau santor. Buah ini juga sering disebut manggis hutan lantaran bentuk fisiknya yang menyerupai manggis.

Diakui atau tidak, rasanya yang cenderung asam membuat sebagian kalangan kurang menyukai buah yang ketika matang kulitnya berwarna kuning kecokelatan tersebut. Namun, di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, buah yang memiliki daging buah berwarna putih tersebut layak dijadikan alternatif sumber vitamin C yang berguna untuk menjaga daya tahan tubuh.

Kebetulan, pada Februari sampai Maret, Banyuwangi memasuki musim panen buah sentul. Salah satu sentra penghasil sentul di Bumi Blambangan adalah Dusun Gebut, Desa Pendarungan, Kecamatan Kabat.

Baca Juga :  Nasi Lemang Empat Rasa Mampu Menarik Lidah

Di dusun ini terdapat puluhan, bahkan ratusan pohon sentul. Di puncak musim panen, harga buah yang satu ini relatif murah, yakni Rp 1 ribu per buah. Oleh warga sekitar, selain dinikmati daging buahnya secara langsung, buah sentul juga kerap kali dijadikan bahan baku rujak.

Nur Ainiyah, salah satu warga Dusun Gebut mengatakan, bagian yang dimanfaatkan untuk rujak bukan hanya daging buahnya, tetapi juga kulitnya. ”Caranya, kulit bagian terluar dikupas. Setelah itu, kulit bagian dalam diiris hingga daging buahnya ikut teriris. Irisan kulit dan daging buah inilah yang dicocolkan ke bumbu rujak sentul,” ujarnya.

Sementara itu, dikutip dari berbagai sumber, selain berguna menjaga daya tahan tubuh, sentul juga memiliki beragam manfaat lain. Di antaranya menurunkan kolesterol jahat lewat kandungan serat dan senyawa yang disebut pektin. Selain itu, buah ini juga dipercaya dapat mengontrol gula darah hingga meminimalkan risiko kanker serta beragam manfaat lain untuk kesehatan. (sgt/bay/c1)

Baca Juga :  Gembili Jadi Pengganti Beras, Baik untuk Pengidap Diabetes

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/