Aksi kekerasan yang dialami pasutri yang tinggal di Lingkungan Kluncing, Kelurahan Giri, itu terjadi pukul 02.00 Selasa dini hari (27/9). Usai menghajar pasutri, pelaku yang semuanya bertopeng langsung kabur. Kasus ini tengah ditangani aparat kepolisian. Kedua korban sudah melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Giri. ”Saya sudah lapor ke polisi. Suami sudah saya bawa ke rumah sakit. Pukul 07.00 sudah boleh pulang dan bisa rawat jalan,” ujar Masrinah.
Diperoleh informasi, saat pelaku masuk rumah, pasutri tersebut sedang tidur. Salah satu pelaku langsung mendekati Nur Hayyik sembari menempelkan bantal ke wajahnya. Nur Hayyik berusaha melakukan perlawanan.
Mendengar suara keributan, Masrinah bangun. Dua pelaku bergegas menghampiri Masrinah. Wanita itu ditodong celurit. Sedangkan pelaku lain menghajar Nur Hayyik. ”Saya mendengar ada dua bahasa yang digunakan pelaku. Ada yang pakai bahasa Oseng dan Madura. Bunuh saja,” kata Masrina menirukan ancaman pelaku.
Aksi menegangkan berakhir setelah Nur Hayyik mencoba melakukan perlawanan dengan menarik tangan pelaku dan menggigitnya. ”Begitu digigit, pelaku langsung kabur lewat pintu belakang. Saya langsung berteriak minta pertolongan,” kata Masrina. Begitu warga berkumpul, Masrina langsung menghubungi anaknya dan membawa suaminya ke rumah sakit.
Aparat kepolisian hingga kini masih menyelidiki keberadaan pelaku dan motifnya. Komplotan pelaku tersebut diduga hendak melakukan aksi pencurian dengan pemberatan. Sebab, ada salah satu barang milik korban yang hilang. ”Dari hasil penyelidikan di tempat kejadian perkara (TKP) ada salah satu barang yang hilang. Dugaan sementara adalah pencurian dengan pemberatan,” ujar Wakasatreskrim Polresta Banyuwangi Iptu Badrudin Hidayat.
Hidayat menambahkan, bisa jadi ada unsur kekesalan pelaku terhadap korban karena tidak bisa membawa kabur barang berharga milik korban. ”Diduga karena tidak menemukan barang berharga, para pelaku memukuli pemilik rumah,” ujarnya.
Sementara itu, Nur Hayik masih terlihat lemah. Dia hanya berbaring di tempat tidur dan belum bisa diajak komunikasi. Begitu bangun, Nur Hayyik hanya memandang orang yang datang ke rumahnya. Dia mengalami luka lebam di mata sebelah kanan, lebam di bagian bahu, dan luka terbuka di kepala bagian atas belakang. (hum/aif/c1) Editor : Syaifuddin Mahmud