Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pasca Insiden Tegaldlimo Lintas Perguruan Silat di Banyuwangi Sepakat Jaga Perdamaian, Lutfi Hakim: Jangan Terprovokasi Berita Hoax

Dedy Jumhardiyanto • Senin, 22 April 2024 | 17:06 WIB

BERGANDENGAN TANGAN: Para pentolan paguyuban perguruan pencak silat di Kecamatan Srono sepakat menjaga kerukunan dan perdamaian pada Sabtu (20/4) malam.
BERGANDENGAN TANGAN: Para pentolan paguyuban perguruan pencak silat di Kecamatan Srono sepakat menjaga kerukunan dan perdamaian pada Sabtu (20/4) malam.
Radarbanyuwangi.id - Delapan tokoh lintas perguruan silat di Kecamatan Srono sepakat untuk menahan diri dan menjaga kondusivitas wilayah.

Hal itu menyusul adanya kasus pengeroyokan di Desa/Kecamatan Tegaldlimo pada Jumat (19/4) malam.

Dalam tawuran itu, pendekar Pagar Nusa, Affa Yudha Pratama (AYP), tewas karena dikeroyok pendekar dari perguruan silat lainnya.

Kesepakatan yang dilakukan para tokoh perguruan silat tersebut tercetus dalam pertemuan di kantor Kecamatan Srono, Sabtu (20/4) malam.

Delapan perguruan silat hadir dalam acara itu, yakni Pagar Nusa (PN), Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW), Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKSPI) Kera Sakti, Persinas ASAD, PAMUR, Persaudaraan Rasa Tunggal, dan Tapak Suci.

Pertemuan yang diinisiasi oleh Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka) Srono ini untuk mengantisipasi gesekan lanjutan antarperguruan silat di Banyuwangi. Khususnya, di Kecamatan Srono pascabentrokan pada Jumat (19/4) malam.

”Kasus perkelahian di Tegaldlimo sudah ditangani Polresta Banyuwangi. Mari kita jaga kondusivitas, khususnya di wilayah Kecamatan Srono dengan cara saling menahan diri dan tidak terprovokasi berita hoaks,” ujar Muhammad Lutfi Hakim, 41, pembina IKSPI Kera Sakti Ranting Srono.

Menurut Lutfi, para sesepuh dan pelatih pencak silat se-Kecamatan Srono yang tergabung dalam Paguyuban Pencak Silat Kecamatan Srono di bawah binaan Forpimka Srono, diharapkan lebih intens dalam mengadakan silaturahmi dan selalu berkomunikasi.

”Beda seragam dan gerakan bukan untuk membangun perselisihan. Karena pencak silat adalah seni gerakan yang indah sebagai ajang silaturahmi dan menumbuhkan karakter yang disiplin dan bertanggung jawab,” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan Humas PC Pagar Nusa Banyuwangi Rizki Alfian Restiawan.

Dia mengapresiasi langkah yang dilakukan Forpimka Srono dengan mengumpulkan pengurus lintas perguruan pencak silat ini.

”Kami ingin wilayah Banyuwangi kondusif dan aman, tanpa ada gesekan antarperguruan silat,” katanya.

Atas nama perguruan silat Pagar Nusa Banyuwangi, Rizki meminta agar para pendekar tidak bergerak sendiri.

”Kami mohon seluruh pendekar anggota Pagar Nusa Banyuwangi menahan diri dan tidak terprovokasi. Percayakan pada proses hukum yang sedang berjalan,” tandas Rizki.

Kapolsek Srono AKP Hendry Christianto meminta seluruh anggota perguruan silat di Banyuwangi bisa menahan diri dan tidak terprovokasi dengan isu atau komentar-komentar yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

”Polisi serius menangani kasus ini, sudah ada lima orang yang diamankan di Polresta Banyuwangi,” tegasnya.

Lima orang yang dibawa ke Polresta Banyuwangi tersebut, imbuh Hendry, diduga terlibat dalam kasus meninggalnya korban AYP asal Desa Sukomaju, Kecamatan Srono.

”Percayakan proses hukum kepada aparat penegak hukum. Saat ini perkara ini sudah ditangani oleh Satuan Reskrim Polresta Banyuwangi,” tandasnya. (ddy/abi/c1)

Editor : Niklaas Andries
#Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) #pagar nusa #kondusivitas #kera sakti #asad #tapak suci #PSHW #pencak silat #Pamur #IKSPI #Kecamatan Srono