alexametrics
28.1 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Tagih Utang Rp 10 Juta, Pulang Babak Belur Dihajar

BANYUPUTIH, Radar Situbondo – Nasib nahas menimpa Jum Armiyati, warga Dusun Nyamplong, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Situbondo. Pria 47 tahun itu harus babak belur setelah menagih utang kepada SY, 50, tetangganya sendiri. Hingga Senin (20/6) lalu, Jum Armiayati masih menjalani perawatan di Puskesmas Banyuputih.

Peristiwa berawal saat pria yang kerap dipanggil pak Jum, itu mendatangi rumah SY untuk menanyakan hutang yang sudah kurang lebih satu tahun tidak dibayar. Jumlahnya cukup besar, kurang lebih Rp 10 juta.

“Saya datang baik-baik ke rumah tetangga saya, ingin menagih hak saya. Kan saya tidak salah datang untuk menagih utang, soalnya uang itu sangat saya butuhkan.  Kalau saya tidak menagih, saya mau dapat dari mana lagi?,” tutur Pak Jum.

Bagi korban, utang itu sudah terlalu lama tidak dibayar. Sehingga, Pak Jum mencoba menawarkan solusi. Dia meminta sepeda motor milik SY sebagai jaminan. Nah, setelah SY punya uang, motor itu bisa diambil kembali. Setidaknya dengan jaminan tersebut, Pak Jum tidak lagi diomelin sang istri yang terus bertanya kapan uang Rp 10 juta akan dibayar oleh SY.

“Waktu saya mau membawa sepeda motor, istri SY menyerang dan mencakar saya. Dia  tidak mau kalau sepeda tersebut dijadikan jaminan. Saya dicakar hingga leher saya terluka, saya sempat menepis pakai tangan. Habis itu, istri SY pura-pura pingsan,” imbuh pak Jum.

Melihat itu, SY tidak terima. Dia mengambil kayu dan memukul kepala Pak Jum hingga berdarah. Bahkan, saudara-saudara SY, tiba-tiba juga datang ikut memukuli Pak Jum hingga tidak sadarkan diri. “Pokoknya yang memukul saya ada empat orang. Kepala saya dipukul, dada saya dipukul dan paha saya juga dipukuli, karena yang memukul banyak, saya tidak bisa melawan. Saya memilih melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Panji,” jelas pak Jum.

Kapolsek Banyuputih AKP Heru Purwanto belum bisa dikonfirmasi wartawan Jawa Pos Radar Situbondo. Dihubungi berkali-kali melalui WhatsApp, namun tidak diangkat. Padahal dalam keadaan online. (hum/pri)

BANYUPUTIH, Radar Situbondo – Nasib nahas menimpa Jum Armiyati, warga Dusun Nyamplong, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih, Situbondo. Pria 47 tahun itu harus babak belur setelah menagih utang kepada SY, 50, tetangganya sendiri. Hingga Senin (20/6) lalu, Jum Armiayati masih menjalani perawatan di Puskesmas Banyuputih.

Peristiwa berawal saat pria yang kerap dipanggil pak Jum, itu mendatangi rumah SY untuk menanyakan hutang yang sudah kurang lebih satu tahun tidak dibayar. Jumlahnya cukup besar, kurang lebih Rp 10 juta.

“Saya datang baik-baik ke rumah tetangga saya, ingin menagih hak saya. Kan saya tidak salah datang untuk menagih utang, soalnya uang itu sangat saya butuhkan.  Kalau saya tidak menagih, saya mau dapat dari mana lagi?,” tutur Pak Jum.

Bagi korban, utang itu sudah terlalu lama tidak dibayar. Sehingga, Pak Jum mencoba menawarkan solusi. Dia meminta sepeda motor milik SY sebagai jaminan. Nah, setelah SY punya uang, motor itu bisa diambil kembali. Setidaknya dengan jaminan tersebut, Pak Jum tidak lagi diomelin sang istri yang terus bertanya kapan uang Rp 10 juta akan dibayar oleh SY.

“Waktu saya mau membawa sepeda motor, istri SY menyerang dan mencakar saya. Dia  tidak mau kalau sepeda tersebut dijadikan jaminan. Saya dicakar hingga leher saya terluka, saya sempat menepis pakai tangan. Habis itu, istri SY pura-pura pingsan,” imbuh pak Jum.

Melihat itu, SY tidak terima. Dia mengambil kayu dan memukul kepala Pak Jum hingga berdarah. Bahkan, saudara-saudara SY, tiba-tiba juga datang ikut memukuli Pak Jum hingga tidak sadarkan diri. “Pokoknya yang memukul saya ada empat orang. Kepala saya dipukul, dada saya dipukul dan paha saya juga dipukuli, karena yang memukul banyak, saya tidak bisa melawan. Saya memilih melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Panji,” jelas pak Jum.

Kapolsek Banyuputih AKP Heru Purwanto belum bisa dikonfirmasi wartawan Jawa Pos Radar Situbondo. Dihubungi berkali-kali melalui WhatsApp, namun tidak diangkat. Padahal dalam keadaan online. (hum/pri)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/