alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Kaum Perempuan Melestarikan Bumi

PERMUKAAN Bumi seluas 510.072.000 km2,hanya seperde­lapan yang bisa dihuni oleh manusia. Sedangkan tiga perem­patnya diselimuti oleh lautan. Selebihnya merupakan wilayah gurun (14 %),.pegunungan tinggi (27 %),.dan relief lainnya yang tidak layak huni.
Bumi secara kodrati telah menyediakan sumber daya yang digunakan oleh manusia untuk tujuan yang bermanfaat. Bebe­rapa di antaranya adalah sumber daya yang tak terbarukan, seperti bahan bakar fosil yang sulit untuk ditambah atau diperbarui dalam waktu singkat.
Sebagian besar bahan bakar fosil terkandung dalam kerak bumi, yang terdiri dari batu bara, minyak bumi, gas alam, dan metana klorat. Sumber daya ini dimanfaatkan oleh manusia untuk memproduksi energi atau sebagai bahan baku untuk memproduksi bahan kimia.
Biosfer bumi memproduksi banyak produk-produk biologi yang bermanfaat bagi kehidupan manusia, sebagai bahan pangan, perumahan, sandang, obat-obatan, oksigen, dan pendaur ulang limbah-limbah organik.
Dalam rangka memenuhi kebutuhannya, terutama kebutuhan akan sandang, pangan, dan papan, termasuk kebutuhan sekunder dan tersier lainnya manusia pasti akan mengeksploitasi bumi. Perilaku yang bijak akan bisa melestarikan biosfer bumi misalnya, penghijauan dan reboisasi, eksploitasi alam secara tepat, mengolah limbah dengan reuse-reduce-recycling, membuat peraturan yang bersifat melindungi terhadap alam.
Sebaliknya, perilaku yang serampangan akan membuat kondisi biosfer bumi semakin tidak bersahabat, misalnya eksploitasi yang melampaui batas sehingga persediaan sumber daya alam semakin menciut-depletion (penipisan). Perilaku serampangan lainnya yakni membiarkan sampah dan limbah tanpa pengelolaan.
Berdasar catatan kependu­dukan bahwa jumlah penduduk Indonesia sebesar 245.613.043 jiwa dan sebesar 122.688.499 atau 49,95 persen adalah berjenis kelamin perempuan. Dari sisi pekerjaan, sebagian perempuan tersebut sudah mampu menye­jajarkan diri bahkan melampaui kaum laki-laki.
Pada pemerintahan ada yang susah mencapai pucuk pimpinan yaitu Presiden yang dijabat Megawati Soekarno Putri. Banyak pula perempuan menjadi men­teri, anggota legislatif, banyak juga yang menjadi pengusaha, serta berbagai profesi lainnya.
Kartini pernah bercita-cita ber­sekolah ke luar negeri (Be­landa). Walaupun akhirnya gagal sekolah ke luar negeri, karena harus dinikahkan. Sudah banyak perempuan Indonesia yang suk­ses mewujudkan impian Kartini untuk  sekolah ke luar negeri, bukan hanya ke Belanda tetapi hampir ke seluruh belahan dunia.
Apa pun profesi perempuan dan setinggi apa pun pekerjaan­nya, mengelola rumah tangga adalah menjadi kodrati perem­puan. Kasur, sumur, dan dapur, adalah bagian hidup keseharian perempuan.
Air yang menjadi kebutuhan hidup keseharian untuk berbagai keperluan. Misalnya untuk minum, mandi, cuci, masak, perlu dihemat. Bukan sekadar untuk penghematan pengeluaran belanja rumah tangga, tetapi jauh itu. Hemat air bertujuan untuk memelihara bumi, agar bumi tetap konsisten menjaga daur hidrologi untuk generasi mendatang.
Listrik juga begitu. Bukan sekadar untuk penerangan melain­kan untuk berbagai kegiat­an. Misalnya setrika, mencuci, memasak, menyalakan kom­puter, untuk AC ruangan, dan untuk berbagai keperluan lain­nya. Sumber listrik yang diha­silkan dari bumi ini pada umumnya berasal dari energi yang tak terbarukan (fosil).
Sementara itu sumber listrik yang dari energi terbarukan seperti angin, air, dan tenaga surya, pemanfaatannya masih belum optimal. Karena berbagai pertim­bangan, untuk itu perlu gerakan penghematan penggu­naan energi agar generasi men­da­tang tidak mengalami krisis energi.
Mematikan listrik ketika keluar rumah adalah tindakan seder­hana tetapi berdampak luar biasa terhadap keberlangsungan energi listrik untuk masa kini dan masa depan. Kebiasaan ini jika dilakukan oleh seluruh kaum perempuan Indonesia maka akan bisa memperpanjang umur bumi. Berawal dari rumah tangga yang dimotori kaum perempuan bumi akan lestari. (*)
*) Pengawas Dispendik Jatim Wilayah Banyuwangi

Baca Juga :  Cepat, Kenali Stroke dengan FAST

PERMUKAAN Bumi seluas 510.072.000 km2,hanya seperde­lapan yang bisa dihuni oleh manusia. Sedangkan tiga perem­patnya diselimuti oleh lautan. Selebihnya merupakan wilayah gurun (14 %),.pegunungan tinggi (27 %),.dan relief lainnya yang tidak layak huni.
Bumi secara kodrati telah menyediakan sumber daya yang digunakan oleh manusia untuk tujuan yang bermanfaat. Bebe­rapa di antaranya adalah sumber daya yang tak terbarukan, seperti bahan bakar fosil yang sulit untuk ditambah atau diperbarui dalam waktu singkat.
Sebagian besar bahan bakar fosil terkandung dalam kerak bumi, yang terdiri dari batu bara, minyak bumi, gas alam, dan metana klorat. Sumber daya ini dimanfaatkan oleh manusia untuk memproduksi energi atau sebagai bahan baku untuk memproduksi bahan kimia.
Biosfer bumi memproduksi banyak produk-produk biologi yang bermanfaat bagi kehidupan manusia, sebagai bahan pangan, perumahan, sandang, obat-obatan, oksigen, dan pendaur ulang limbah-limbah organik.
Dalam rangka memenuhi kebutuhannya, terutama kebutuhan akan sandang, pangan, dan papan, termasuk kebutuhan sekunder dan tersier lainnya manusia pasti akan mengeksploitasi bumi. Perilaku yang bijak akan bisa melestarikan biosfer bumi misalnya, penghijauan dan reboisasi, eksploitasi alam secara tepat, mengolah limbah dengan reuse-reduce-recycling, membuat peraturan yang bersifat melindungi terhadap alam.
Sebaliknya, perilaku yang serampangan akan membuat kondisi biosfer bumi semakin tidak bersahabat, misalnya eksploitasi yang melampaui batas sehingga persediaan sumber daya alam semakin menciut-depletion (penipisan). Perilaku serampangan lainnya yakni membiarkan sampah dan limbah tanpa pengelolaan.
Berdasar catatan kependu­dukan bahwa jumlah penduduk Indonesia sebesar 245.613.043 jiwa dan sebesar 122.688.499 atau 49,95 persen adalah berjenis kelamin perempuan. Dari sisi pekerjaan, sebagian perempuan tersebut sudah mampu menye­jajarkan diri bahkan melampaui kaum laki-laki.
Pada pemerintahan ada yang susah mencapai pucuk pimpinan yaitu Presiden yang dijabat Megawati Soekarno Putri. Banyak pula perempuan menjadi men­teri, anggota legislatif, banyak juga yang menjadi pengusaha, serta berbagai profesi lainnya.
Kartini pernah bercita-cita ber­sekolah ke luar negeri (Be­landa). Walaupun akhirnya gagal sekolah ke luar negeri, karena harus dinikahkan. Sudah banyak perempuan Indonesia yang suk­ses mewujudkan impian Kartini untuk  sekolah ke luar negeri, bukan hanya ke Belanda tetapi hampir ke seluruh belahan dunia.
Apa pun profesi perempuan dan setinggi apa pun pekerjaan­nya, mengelola rumah tangga adalah menjadi kodrati perem­puan. Kasur, sumur, dan dapur, adalah bagian hidup keseharian perempuan.
Air yang menjadi kebutuhan hidup keseharian untuk berbagai keperluan. Misalnya untuk minum, mandi, cuci, masak, perlu dihemat. Bukan sekadar untuk penghematan pengeluaran belanja rumah tangga, tetapi jauh itu. Hemat air bertujuan untuk memelihara bumi, agar bumi tetap konsisten menjaga daur hidrologi untuk generasi mendatang.
Listrik juga begitu. Bukan sekadar untuk penerangan melain­kan untuk berbagai kegiat­an. Misalnya setrika, mencuci, memasak, menyalakan kom­puter, untuk AC ruangan, dan untuk berbagai keperluan lain­nya. Sumber listrik yang diha­silkan dari bumi ini pada umumnya berasal dari energi yang tak terbarukan (fosil).
Sementara itu sumber listrik yang dari energi terbarukan seperti angin, air, dan tenaga surya, pemanfaatannya masih belum optimal. Karena berbagai pertim­bangan, untuk itu perlu gerakan penghematan penggu­naan energi agar generasi men­da­tang tidak mengalami krisis energi.
Mematikan listrik ketika keluar rumah adalah tindakan seder­hana tetapi berdampak luar biasa terhadap keberlangsungan energi listrik untuk masa kini dan masa depan. Kebiasaan ini jika dilakukan oleh seluruh kaum perempuan Indonesia maka akan bisa memperpanjang umur bumi. Berawal dari rumah tangga yang dimotori kaum perempuan bumi akan lestari. (*)
*) Pengawas Dispendik Jatim Wilayah Banyuwangi

Baca Juga :  Memaknai Hari Buku Nasional dengan Gemar Membaca

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/