alexametrics
22.4 C
Banyuwangi
Tuesday, June 28, 2022

Catatan: Agus Dani Triswanto*

Nestapa Wabah PMK Menjelang Idul Adha

MUSIM haji sudah tiba, hal itu ditandai dengan keberangkatan para calon jamaah haji ke tanah suci Makkah untuk melaksanakan rukun Islam ke – 5. Hari raya haji atau yang disebut juga sebagai Idul Adha merupakan salah satu hari besar bagi umat Islam. Ibadah Idul Adha, selain melaksanakan rukun islam ke – 5 yaitu menunaikan ibadah haji ke tanah suci, juga identik dengan penyembelihan hewan kurban. Perintah berkurban hari raya Idul Adha tertuang dalam Alqur’an surat Al Kautsar Ayat 2: “Sesungguhnya kami telah memberikan nikmat yang banyak. Maka dirikan salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah”.

Kurban sendiri mempunyai sejarah panjang yang dikisahkan pada zaman Nabi Ibrahim AS. Saat itu, Allah SWT menguji ketaatan dari Nabi Ibrahim AS yaitu dengan memerintah Nabi Ibrahim AS untuk menyembelih putra tercintanya yaitu Ismail. Saat itu juga sang putra yaitu Ismail dengan ikhlas memenuhi perintah Allah tersebut.

Singkat cerita, atas izin dari Allah SWT, saat mau disembelih tubuh Ismail diganti dengan seekor domba, hal tersebut terjadi tepat pada tanggal 10 Zulhijah. Oleh karena itu, dari peristiwa tersebut kemudian setiap tanggal 10 Zulhijah dijadikan sebagai hari raya Idul Adha atau dikenal dengan istilah Idul Kurban. Adapun hewan yang disembelih untuk ibadah kurban adalah sapi, kambing, domba, kerbau, maupun unta.

Tahun ini, menjelang hari raya Idul Adha tiba, umat muslim dirundung nestapa, masalahnya hewan yang biasa dijadikan untuk kurban saat Idul Adha tiba sedang dilanda ancaman wabah penyakit, yaitu wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Wabah PMK merupakan wabah penyakit yang menyerang hewan ternak, wabah PMK ini disebabkan virus yang sangat menular. Gejala yang sangat tampak bila hewan ternak terpapar wabah virus PMK adalah demam, luka lepuh di mulut dan kaki hewan, serta air liur kental.

Hewan ternak yang mudah terkena dan tertular wabah virus PMK antara lain sapi, kerbau, kambing, domba, rusa, dan unta. Sebagaimana kita ketahui bahwa sapi, kambing, dan unta adalah hewan yang biasa di jadikan hewan kurban saat hari raya Idul Adha tiba.

Lebih ironi lagi, wabah virus PMK melanda menjelang hari raya Idul Adha Tahun 2022 / 1443 H tiba. Bahkan, virus yang menyerang hewan ini sudah menyebar luas di Indonesia termasuk di Kabupaten Banyuwangi.

Seperti yang diwartakan Jawa Pos Radar Banyuwangi edisi Senin, 6 Juni 2022 dengan judul Kasus PMK Semakin Meluas. Wabah virus PMK yang menyerang hewan ini sudah masuk di Kabupaten Banyuwangi, bahkan kasusnya sudah menyebar di 14 kecamatan di Banyuwangi, sangat mengkhawatirkan.

Apakah wabah virus PMK ini sangat berbahaya dan bisa menular ke manusia? Dilansir dari Agriculture Victoria, wabah virus PMK tidak dianggap sebagai masalah kesehatan bagi manusia, karena penularan dari hewan ke manusia sangat jarang ditemukan. Namun, manusia bisa membawa virus tetap hidup di hidungnya selama 24 jam dan menularkan kepada hewan lain. Selain itu, secara syariat dilarang mengorbankan hewan yang sedang sakit, baik itu sapi, kambing, dan kerbau.

Melihat dampak yang ditimbulkan dari virus PMK terhadap manusia, kita patut untuk merasa khawatir. Mengingat hari raya Idul Adha akan segera tiba. Pemerintah harus bergerak cepat untuk meredam kekhawatiran masyarakat akibat dari semakin meluasnya wabah virus PMK, pemerintah juga harus sesegera mungkin melakukan pencegahan sebelum wabah ini semakin menyebar lebih luas lagi.

Langkah konkret yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah pasang target, setidaknya kurang dua pekan Idul Adha tiba, wabah penyakit PMK harus sudah terkendali. Caranya, dengan memberikan pendampingan dalam penyediaan, penjualan, dan pemeliharaan hewan kurban kepada para peternak. Bentuk satuan tugas (Satgas) penanganan PMK hingga tingkat desa. Data semua hewan di peternak dan berikan vitamin. Penyemprotan dengan cairan disinfektan di setiap kendang ternak perlu lebih digencarkan.

Untuk saat ini, hindari pertukaran dan perjalanan hewan dari satu desa ke desa yang lain. Penyekatan secara ketat di pintu masuk untuk mendeteksi adanya hewan dari luar daerah masuk. Pemerintah harus gerak cepat (gercep) mengendalikan wabah PMK. Entah dengan cara yang luar biasa, apa pun itu namanya. Yang penting, pemerintah bisa menjamin ketersediaan hewan yang sehat untuk kepentingan ibadah kurban untuk masyarakat saat Idul Adha tiba. Semoga. (*)

MUSIM haji sudah tiba, hal itu ditandai dengan keberangkatan para calon jamaah haji ke tanah suci Makkah untuk melaksanakan rukun Islam ke – 5. Hari raya haji atau yang disebut juga sebagai Idul Adha merupakan salah satu hari besar bagi umat Islam. Ibadah Idul Adha, selain melaksanakan rukun islam ke – 5 yaitu menunaikan ibadah haji ke tanah suci, juga identik dengan penyembelihan hewan kurban. Perintah berkurban hari raya Idul Adha tertuang dalam Alqur’an surat Al Kautsar Ayat 2: “Sesungguhnya kami telah memberikan nikmat yang banyak. Maka dirikan salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah”.

Kurban sendiri mempunyai sejarah panjang yang dikisahkan pada zaman Nabi Ibrahim AS. Saat itu, Allah SWT menguji ketaatan dari Nabi Ibrahim AS yaitu dengan memerintah Nabi Ibrahim AS untuk menyembelih putra tercintanya yaitu Ismail. Saat itu juga sang putra yaitu Ismail dengan ikhlas memenuhi perintah Allah tersebut.

Singkat cerita, atas izin dari Allah SWT, saat mau disembelih tubuh Ismail diganti dengan seekor domba, hal tersebut terjadi tepat pada tanggal 10 Zulhijah. Oleh karena itu, dari peristiwa tersebut kemudian setiap tanggal 10 Zulhijah dijadikan sebagai hari raya Idul Adha atau dikenal dengan istilah Idul Kurban. Adapun hewan yang disembelih untuk ibadah kurban adalah sapi, kambing, domba, kerbau, maupun unta.

Tahun ini, menjelang hari raya Idul Adha tiba, umat muslim dirundung nestapa, masalahnya hewan yang biasa dijadikan untuk kurban saat Idul Adha tiba sedang dilanda ancaman wabah penyakit, yaitu wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Wabah PMK merupakan wabah penyakit yang menyerang hewan ternak, wabah PMK ini disebabkan virus yang sangat menular. Gejala yang sangat tampak bila hewan ternak terpapar wabah virus PMK adalah demam, luka lepuh di mulut dan kaki hewan, serta air liur kental.

Hewan ternak yang mudah terkena dan tertular wabah virus PMK antara lain sapi, kerbau, kambing, domba, rusa, dan unta. Sebagaimana kita ketahui bahwa sapi, kambing, dan unta adalah hewan yang biasa di jadikan hewan kurban saat hari raya Idul Adha tiba.

Lebih ironi lagi, wabah virus PMK melanda menjelang hari raya Idul Adha Tahun 2022 / 1443 H tiba. Bahkan, virus yang menyerang hewan ini sudah menyebar luas di Indonesia termasuk di Kabupaten Banyuwangi.

Seperti yang diwartakan Jawa Pos Radar Banyuwangi edisi Senin, 6 Juni 2022 dengan judul Kasus PMK Semakin Meluas. Wabah virus PMK yang menyerang hewan ini sudah masuk di Kabupaten Banyuwangi, bahkan kasusnya sudah menyebar di 14 kecamatan di Banyuwangi, sangat mengkhawatirkan.

Apakah wabah virus PMK ini sangat berbahaya dan bisa menular ke manusia? Dilansir dari Agriculture Victoria, wabah virus PMK tidak dianggap sebagai masalah kesehatan bagi manusia, karena penularan dari hewan ke manusia sangat jarang ditemukan. Namun, manusia bisa membawa virus tetap hidup di hidungnya selama 24 jam dan menularkan kepada hewan lain. Selain itu, secara syariat dilarang mengorbankan hewan yang sedang sakit, baik itu sapi, kambing, dan kerbau.

Melihat dampak yang ditimbulkan dari virus PMK terhadap manusia, kita patut untuk merasa khawatir. Mengingat hari raya Idul Adha akan segera tiba. Pemerintah harus bergerak cepat untuk meredam kekhawatiran masyarakat akibat dari semakin meluasnya wabah virus PMK, pemerintah juga harus sesegera mungkin melakukan pencegahan sebelum wabah ini semakin menyebar lebih luas lagi.

Langkah konkret yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah pasang target, setidaknya kurang dua pekan Idul Adha tiba, wabah penyakit PMK harus sudah terkendali. Caranya, dengan memberikan pendampingan dalam penyediaan, penjualan, dan pemeliharaan hewan kurban kepada para peternak. Bentuk satuan tugas (Satgas) penanganan PMK hingga tingkat desa. Data semua hewan di peternak dan berikan vitamin. Penyemprotan dengan cairan disinfektan di setiap kendang ternak perlu lebih digencarkan.

Untuk saat ini, hindari pertukaran dan perjalanan hewan dari satu desa ke desa yang lain. Penyekatan secara ketat di pintu masuk untuk mendeteksi adanya hewan dari luar daerah masuk. Pemerintah harus gerak cepat (gercep) mengendalikan wabah PMK. Entah dengan cara yang luar biasa, apa pun itu namanya. Yang penting, pemerintah bisa menjamin ketersediaan hewan yang sehat untuk kepentingan ibadah kurban untuk masyarakat saat Idul Adha tiba. Semoga. (*)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/