28.8 C
Banyuwangi
Saturday, February 4, 2023

Oleh: AHMAD SYAHIRUL HADJI*

Rekonstruksi Remaja untuk Pembangunan Bangsa

BEBERAPA dekade terakhir, penurunan produktivitas remaja sangat terlihat. Mulai dari kenakalan remaja dan beberapa kasus yang melibatkan remaja, dari pencurian ayam hingga mencuri perawan, sering terjadi di kalangan remaja.

Kasus tak terduga bermunculan di mana-mana. Sehingga menimbulkan kurangnya kreativitas remaja yang sangat diperlukan untuk menyongsong pembangunan bangsa. Salah satu penyebabnya adalah, penyebaran berita yang tidak difilter untuk kaum remaja ke mana-mana oleh para oknum yang menyalahkan aturan berita. Sehingga timbul penafsiran yang salah pada remaja yang melihat beritanya.

Remaja atau pemuda sering mendapat penafsiran yang berbeda. Salah satunya mengatakan, remaja adalah proses anak-anak menuju pendewasaan. Dengan arti demikian, maka perlunya perawatan untuk membangun bangsa yang maju di kemudian hari. Karena pemuda adalah yang menentukan bangsa mau ke mana di masa depan.

Baca Juga :  Bahaya Rayapan Noisy Minority di Udara

Pembangunan bangsa harus tetap dilakukan bagaimanapun caranya, membangkitkan karakter remaja untuk membantu melakukannya sangat membantu hal tersebut. Remaja adalah tumpuan bangsa. Mulai dengan hal itu, maka harus dirawat dengan sebenar-benarnya. Baik dengan cara penanaman moral atau pun pemberian pemahaman.

Bangsa dikatakan maju apabila remajanya turut berpartisipasi untuk kejayaan negerinya. Banyak cara yang dapat dilakukan seperti hal tersebut di atas, dan perlunya kesadaran yang tinggi bagaimana untuk membangun karakter remaja yang sangat produktif di waktu muda.

Apalagi dengan labilnya dan sifat egois yang membara. Maka, akan sulit untuk mengubah karakter remaja. Tetapi hal itu bukan menjadi penghalang untuk pembangunan bangsa tentu caranya melibatkan semua pihak yang mengawal pertumbuhan mereka.

Baca Juga :  Liga 1, Bahasa, dan Miniatur Indonesia

Kreativitas remaja harus dikembangkan dengan konsep yang tidak menyalahi aturan dan moral bangsa sehingga dapat mencetak kader-kader yang produktivitasnya selalu ditunggu oleh warga negara. Sebab dengan hal tersebut, pembangunan bangsa dapat dilakukan dan dapat mengurangi kenakalan remaja.

Dengan hal tersebut, seharusnya banyak pihak turut ikut membantu mengulurkan tangan, bukan hanya menatap lalu bertepuk tangan jika berhasil dan marah jika gagal. Maka marilah membangun kesadaran remaja untuk kreatif ke depannya, tidak apa-apa walau dengan cara sederhana, untuk awal membangun bangsa sebagai modal dari hal tersebut. Kita sebagai pemuda bangsa, harus sadar bahwa kita yang ditunggu oleh masyarakat Indonesia. (*)

 

*) Siswa Kelas XI IPA-1, SMA Ibarhimy, Sukorejo, Situbondo

BEBERAPA dekade terakhir, penurunan produktivitas remaja sangat terlihat. Mulai dari kenakalan remaja dan beberapa kasus yang melibatkan remaja, dari pencurian ayam hingga mencuri perawan, sering terjadi di kalangan remaja.

Kasus tak terduga bermunculan di mana-mana. Sehingga menimbulkan kurangnya kreativitas remaja yang sangat diperlukan untuk menyongsong pembangunan bangsa. Salah satu penyebabnya adalah, penyebaran berita yang tidak difilter untuk kaum remaja ke mana-mana oleh para oknum yang menyalahkan aturan berita. Sehingga timbul penafsiran yang salah pada remaja yang melihat beritanya.

Remaja atau pemuda sering mendapat penafsiran yang berbeda. Salah satunya mengatakan, remaja adalah proses anak-anak menuju pendewasaan. Dengan arti demikian, maka perlunya perawatan untuk membangun bangsa yang maju di kemudian hari. Karena pemuda adalah yang menentukan bangsa mau ke mana di masa depan.

Baca Juga :  Keluarga Sebagai Benteng Utama Pencegahan Korupsi

Pembangunan bangsa harus tetap dilakukan bagaimanapun caranya, membangkitkan karakter remaja untuk membantu melakukannya sangat membantu hal tersebut. Remaja adalah tumpuan bangsa. Mulai dengan hal itu, maka harus dirawat dengan sebenar-benarnya. Baik dengan cara penanaman moral atau pun pemberian pemahaman.

Bangsa dikatakan maju apabila remajanya turut berpartisipasi untuk kejayaan negerinya. Banyak cara yang dapat dilakukan seperti hal tersebut di atas, dan perlunya kesadaran yang tinggi bagaimana untuk membangun karakter remaja yang sangat produktif di waktu muda.

Apalagi dengan labilnya dan sifat egois yang membara. Maka, akan sulit untuk mengubah karakter remaja. Tetapi hal itu bukan menjadi penghalang untuk pembangunan bangsa tentu caranya melibatkan semua pihak yang mengawal pertumbuhan mereka.

Baca Juga :  Startup dan Strategi Bakar Uang

Kreativitas remaja harus dikembangkan dengan konsep yang tidak menyalahi aturan dan moral bangsa sehingga dapat mencetak kader-kader yang produktivitasnya selalu ditunggu oleh warga negara. Sebab dengan hal tersebut, pembangunan bangsa dapat dilakukan dan dapat mengurangi kenakalan remaja.

Dengan hal tersebut, seharusnya banyak pihak turut ikut membantu mengulurkan tangan, bukan hanya menatap lalu bertepuk tangan jika berhasil dan marah jika gagal. Maka marilah membangun kesadaran remaja untuk kreatif ke depannya, tidak apa-apa walau dengan cara sederhana, untuk awal membangun bangsa sebagai modal dari hal tersebut. Kita sebagai pemuda bangsa, harus sadar bahwa kita yang ditunggu oleh masyarakat Indonesia. (*)

 

*) Siswa Kelas XI IPA-1, SMA Ibarhimy, Sukorejo, Situbondo

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/