Selat Bali Jalur Migrasi Paus?

Oleh: Permana Yudiarso*

KEBERADAAN paus di wilayah perairan Selat Bali bukan kali ini saja diketahui. Memang secara pasti kami belum pernah memasang tagging atau alat semacam sistem pemosisi global (global positioning system/GPS) di badan paus untuk mengetahui paus tersebut melewati mana saja.

Namun, peristiwa terdamparnya seekor paus sperma di wilayah Bulusan, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, mengonfirmasi bahwa perairan Selat Bali merupakan tempat mereka lewat. Walaupun sangat kondisional serta belum ada data konkret berapa ekor paus yang lewat, kapan mereka lewat, dan lain sebagainya.

Terlebih, berdasar pemberitaan media, beberapa nelayan mengaku beberapa kali bertemu paus atau hiu saat melaut di wilayah Selat Bali. Ini juga mengonfirmasi bahwa Selat Bali pernah dilewati paus atau hiu.

Namun demikian, apakah Selat Bali merupakan jalur migrasi paus? Kami kurang yakin. Perlu dikaji lebih dalam. Sebab, yang dimaksud jalur migrasi layaknya rute reguler bus Trans-Jawa dan sebagainya yang jadwal serta jalurnya sudah jelas.

Baca Juga :  Surat untuk Calon Presiden

Di sisi lain, ada 35 spesies paus yang ditemukan pernah melewati perairan Indonesia. Misalnya spesies dugong. Sedangkan di Selat Bali, yang kami catat adalah paus sperma dan tahun lalu paus orca. Selain itu, beberapa bulan lalu ada lumba-lumba yang juga melewati perairan Selat Bali. Tepatnya, di perairan sebelah utara Patung Gandrung di kawasan Watudodol, Banyuwangi.

Normalnya, jalur migrasi paus di Indonesia berada di perairan Selat Makassar, lalu menuju laut Bali utara, yakni di ujung perairan Madura sampai utara Banyuwangi dan utara Bali. Lokasi itu merupakan wilayah laut dalam yang kedalamannya sampai ratusan meter.

Bahkan, perairan tersebut menjadi lokasi kawin paus. Hal itu sudah terkonfirmasi. Tahun lalu ada 52 paus pilot yang terdampar di perairan Bangkalan. Diduga paus-paus tersebut dari perairan Bali Utara dan kemudian mengejar makanan sampai disorientasi hingga akhirnya menuju ke arah barat.

Baca Juga :  Peningkatan Takwa di Bulan Ramadan

Pada saat itu kami lakukan nekropsi (pembedahan otopsi pada hewan) terhadap tiga paus yang terdampar tersebut. Termasuk individu besar berjenis kelamin betina. Hasilnya, diketahui saluran kelamin paus betina tersebut baru dibuahi. Artinya, ini mengonfirmasi bahwa perairan tersebut merupakan tempat cari makan, tempat kawin, dan tempat paus lewat. (sgt/bay/c1)

*) Kepala Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar, dengan cakupan wilayah kerja Jatim, Bali, NTB, dan NTT.