Peluang Siswa Masuk PTN dalam Merdeka Belajar

Oleh: Syaiful Bahri*

KABAR sangat menggembirakan bagi siswa –siswi lulusan SMA dan sederajat dalam melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri. Kabar tersebut baru saja disampaikan oleh kementerian pendidikan dan kebudayaan riset dan teknologi, Nadiem Anwar Makarim pada 7 September 2022 lalu. Apa saja yang perlu diperhatikan oleh siswa, para guru, dan pelaku pendidikan, serta masyarakat, dalam terobosan baru ini.

Pertama yang sangat mendasar dan penting adalah bahwa ada peluang yang sangat besar terutama pada peserta didik yang berasal dari keluarga tidak mampu. Mereka mempunyai kesempatan peluang yang sama dengan mereka yang berasal dari keluarga mampu. Dengan adanya perubahan atau ‘transformasi seleksi masuk perguruan tinggi negeri ini’ maka semua seleksi baik melalui jalur SNMPTN, jalur SBMPTN, dan jalur Mandiri, mengalami perubahan yang signifikan.

Selanjutnya, yang sangat mendasar pula, adanya perubahan porsi seleksi pada SNMPTN yang memberikan peluang kepada siswa untuk meng-eksplorasi bakat dan minat. Pada seleksi ini komponen bakat dan minat diberi porsi 50 persen, sedangkan untuk nilai rata-rata rapor seluruh mata pelajaran pembobotan juga 50 persen. Ini menunjukkan bahwa, siswa diharapkan dapat memperhatikan seluruh mata pelajaran secara holistik, tidak lagi memperhatikan beberapa pelajaran sesuai dengan jurusan.

Baca Juga :  Mengapa Mahasiswa Harus Ber-Opini?

Sedangkan seleksi untuk jalur SBMPTN, atau melalui test juga mengalami transformasi dari berbagai materi dari mata pelajaran yang diujikan menjadi hanya tes skolastik. Pada tes skolastik ini, calon mahasiswa hanya akan diberikan empat hal yaitu potensi kognitif, penalaran matematika, literasi dalam Bahasa Indonesia, dan literasi dalam Bahasa Inggris. Jadi yang menjadi titik acuan adalah penalaran bukan lagi hafalan.

Kemudian, seleksi jalur mandiri pun tidak lepas dari perhatian pemerintah, dengan memberikan rasa keadilan bagi semua pihak. Pelibatan masyarakat dalam transparansi dan akuntabilitas proses seleksi. Karena tujuan seleksi ini adalah tetap mengacu berdasar seleksi akademis. Sehingga sangat tidak diperbolehkan atau dilarang tujuannya dikaitkan dengan tujuan komersial. Maka masyarakat diberi peran aktif dalam mengawasi proses seleksi. Temuan-temuan atau pelanggaran terhadap proses seleksi ini dapat dilaporkan pada kanal pelaporan whistleblowing system Inspektorat Jenderal Kemendikbudristek.

Seleksi juga akan diatur oleh pemerintah dengan mewajibkan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) untuk melakukan beberapa hal sebelum dan sesudah pelaksanaan seleksi secara mandiri. Sebelum pelaksanaan seleksi, PTN harus mengumumkan jumlah calon mahasiswa, metode penilaian dan besaran biaya dan metode penentuan besaran biaya.

Baca Juga :  Sekardadu; Sekolah Merawat DAS

Dengan kebijakan baru ini, maka calon mahasiswa atau siswa SMA dan sederajat memiliki hak dan kesempatan yang sama dan adil dalam melanjutkan studinya di perguruan tinggi negeri. Dan yang sangat penting adalah bahwa bakat dan minat mendapatkan porsi yang sama dengan penilaian akademik. Ini semua akan menjadi perhatian baik kepada siswa dan guru dalam meng-eksplorasi lebih dalam lagi apabila peserta didik memiliki bakat dan minat dan memberikan porsi secara holistik untuk menguasai semua mata pelajaran.

Akhirnya, mari kita kawal transformasi seleksi masuk perguruan tinggi yang sudah menjadi program di episode 22 Merdeka Belajar, dengan memanfaatkan laman yang sudah disediakan oleh Kemendikbud-Ristek, demi meningkatkan lulusan yang kompeten dan menghindari praktik komersialisasi pendidikan. (*)

*) Guru SMAN1 Situbondo, Owner AUSEI English Institute.