alexametrics
28.9 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Bulan Event

APA yang Anda ingat tentang Oktober?

Setidaknya ada tiga jawaban yang berputar di otak Anda: Hari Kesaktian Pancasila, Hari TNI (Tentara Nasional Indonesia), dan Hari Sumpah Pemuda. Masing-masing diperingati pada tanggal 1, 5, dan 28 Oktober. Mereka yang tumbuh di keluarga TNI pasti hafal di luar kepala: tanggal 5 Oktober diperingati sebagai hari apa?  

Tapi bagaimana dengan yang bukan dari keluarga tentara. Maaf, saya ragu. Apakah sekarang masih banyak anak muda yang hafal kapan Hari TNI diperingati. Apa mereka ingat kapan Hari Kesaktian Pancasila itu. Berbeda dengan 28 Oktober. Sepertinya masih aman-aman saja. Setidaknya untuk saat ini. Alasannya sederhana. Setiap 28 Oktober ada ritual di sekolah. Dengan gegap gempita sekolah merayakan Hari Sumpah Pemuda. Salah satunya dengan parade pakaian khas Nusantara.

Itu baru tiga hari nasional. Padahal, selama Oktober ada 12 hari nasional! Bikin pusing mengingatnya sudah pasti. Asal tidak sampai pecah kepala kita.

Selain tiga yang sudah saya sebut di depan, di Oktober ini ada Hari Batik Nasional. Sudah dirayakan 2 Oktober kemarin. Tapi gemanya kurang. Hari ini (10 Oktober) diperingati sebagai Hari Kesehatan Jiwa. Entah siapa saja peserta peringatan hari besar nasional yang satu itu. Lima hari yang akan datang, ada hari besar nasional yang unik. Khususnya bagi saya. Nggak tahu kalau menurut Anda. Saya berdoa semoga Anda tidak termasuk yang diperingati di tanggal 15 Oktober akan datang. Yakni, Hari Hak Asasi Binatang.

Wakil rakyat yang berkantor di gedung Dewan (DPRD – DPR RI) ternyata punya hari perayaan sendiri juga: Hari Parlemen Indonesia. Hebat, bukan! Yang nggak enak tanggal peringatannya: 16 Oktober. Tepat sehari setelah Hari Hak Asasi Binatang. Untungnya, di tanggal yang sama (16 Oktober) juga ada peringatan Hari Pangan Sedunia. Pindah ke tanggal 24 Oktober. Itulah harinya para dokter. Alias Hari Dokter Nasional. Biasanya banyak acara yang digelar pada tanggal itu. Atau pada tanggal sebelum dan sesudahnya. Salah satunya kegiatan sosial: pemeriksaan dan pengobatan gratis. Para dokter patut bangga. Karena hari kebesarannya bersamaan dengan Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Baca Juga :  Pekan Duka Jagat Budaya Banyuwangi

Keluarga besar setrum juga berhari besar di Oktober. Hari Listrik Nasional diperingati setiap 27 Oktober. Beberapa event biasanya digelar untuk merayakannya. Kecuali satu event ini: setrum-setruman. Sebagaimana 30 September yang populer dengan G 30 S/PKI-nya, 30 Oktober juga dikenang sebagai hari besar nasional. Yakni ditetapkan sebagai Hari Keuangan. Jujur, untuk yang satu ini saya belum pernah tahu bentuk peringatannya. Bisa jadi bentuknya bagi-bagi uang. Hahaha…   

Kalau ada pembaca yang heran melihat saya hafal hari-hari besar nasional di bulan Oktober, maka saya sarankan untuk mengikuti jejak saya. Bergurulah pada Mbah Google!

Tapi itu belum seberapa kok. Dibanding dengan kalender event Banyuwangi Festival di bulan Oktober. Kota The Sunrise of Java lebih hebat dari Indonesia. Dalam satu bulan Oktober ini ada 10 event. Besar-besar semua. Digelar semua. Meriah semua. Tidak sama dengan hari besar nasional. Ada yang meriah. Juga ada yang sebaliknya. Berlalu begitu saja. Tanpa kesan.

Energi wong Bumi Blambangan luar biasa. Masyarakat dan pemkabnya berkolaborasi. Menggelar multievent. Yang disukai khalayak. Menjadi hiburan bukan hanya untuk masyarakat Banyuwangi saja. Melainkan ribuan orang luar kota. Mereka berbondong-bondong ke Banyuwangi. Memburu event-event-nya. Makin besar uang yang berputar. Makin tumbuh ekonomi kerakyatannya.

Baca Juga :  Lihai Mencari Kursi

Ada 10 event Banyuwangi Festival selama Oktober. Itu rekor. Oktober pun menjadi bulan event di Banyuwangi. Mengalahkan bulan-bulan lainnya. Jangan pernah membayangkan seperti apa payahnya staf dinas yang menanganinya. Seperti diketahui khalayak, event Banyuwangi Festival ditangani sendiri oleh staf pemkab. Dengan merangkul stakeholder yang ada, tentunya.

Pastinya tidak di-EO-kan. Selain lebih irit, juga cukup efektif untuk melatih eventpreneurship keluarga besar pemkab. Betulkah. Isun hing weruh.

Sepuluh event besar di Oktober dimulai dengan Kebo-Keboan Alas Malang pada 1 Oktober lalu. kemudian disusul Fish Market Festival di 3 Oktober. Disusul Petik Laut Muncar sehari berikutnya (4 Oktober). Para pencinta jazz dimanja suguhan jazz berkelas ”Ijen Summer Jazz” 6-7 Oktober di Jiwa Jawa Resort. Ahad kemarin (8 Oktober) giliran Festival Gandrung Sewu yang mengundang decak kagum. Ribuan penonton tumplek blek di Pantai Boom. Berbaur dengan tamu-tamu istimewa dari ibu kota.

Yang akan segera digelar di sisa Oktober tidak kalah menariknya. Ada Banyuwangi Fashion Festival pada 14 Oktober. Tak sampai sepekan giliran penggila kopi disuguhi dua event sekaligus: Coffee Processing Festival (18 Oktober) dan Festival Ngopi Sepuluh Ewu pada 21 Oktober. Festival Santri pada 22 Oktober dan Serasi Senam Seribu Kreasi di tanggal 26-28 Oktober akan menutup rangkaian Oktober Event.

Sekali lagi, jangan membayangkan seperti apa sibuknya panitia. Cukup nikmati event-nya. Beri masukan bila dirasa ada yang kurang. Tentu saja masukan yang mendidik. Bukan sebaliknya. Biar tidak ada tuba membalas air susu.(@AdlawiSamsudin/c1)

APA yang Anda ingat tentang Oktober?

Setidaknya ada tiga jawaban yang berputar di otak Anda: Hari Kesaktian Pancasila, Hari TNI (Tentara Nasional Indonesia), dan Hari Sumpah Pemuda. Masing-masing diperingati pada tanggal 1, 5, dan 28 Oktober. Mereka yang tumbuh di keluarga TNI pasti hafal di luar kepala: tanggal 5 Oktober diperingati sebagai hari apa?  

Tapi bagaimana dengan yang bukan dari keluarga tentara. Maaf, saya ragu. Apakah sekarang masih banyak anak muda yang hafal kapan Hari TNI diperingati. Apa mereka ingat kapan Hari Kesaktian Pancasila itu. Berbeda dengan 28 Oktober. Sepertinya masih aman-aman saja. Setidaknya untuk saat ini. Alasannya sederhana. Setiap 28 Oktober ada ritual di sekolah. Dengan gegap gempita sekolah merayakan Hari Sumpah Pemuda. Salah satunya dengan parade pakaian khas Nusantara.

Itu baru tiga hari nasional. Padahal, selama Oktober ada 12 hari nasional! Bikin pusing mengingatnya sudah pasti. Asal tidak sampai pecah kepala kita.

Selain tiga yang sudah saya sebut di depan, di Oktober ini ada Hari Batik Nasional. Sudah dirayakan 2 Oktober kemarin. Tapi gemanya kurang. Hari ini (10 Oktober) diperingati sebagai Hari Kesehatan Jiwa. Entah siapa saja peserta peringatan hari besar nasional yang satu itu. Lima hari yang akan datang, ada hari besar nasional yang unik. Khususnya bagi saya. Nggak tahu kalau menurut Anda. Saya berdoa semoga Anda tidak termasuk yang diperingati di tanggal 15 Oktober akan datang. Yakni, Hari Hak Asasi Binatang.

Wakil rakyat yang berkantor di gedung Dewan (DPRD – DPR RI) ternyata punya hari perayaan sendiri juga: Hari Parlemen Indonesia. Hebat, bukan! Yang nggak enak tanggal peringatannya: 16 Oktober. Tepat sehari setelah Hari Hak Asasi Binatang. Untungnya, di tanggal yang sama (16 Oktober) juga ada peringatan Hari Pangan Sedunia. Pindah ke tanggal 24 Oktober. Itulah harinya para dokter. Alias Hari Dokter Nasional. Biasanya banyak acara yang digelar pada tanggal itu. Atau pada tanggal sebelum dan sesudahnya. Salah satunya kegiatan sosial: pemeriksaan dan pengobatan gratis. Para dokter patut bangga. Karena hari kebesarannya bersamaan dengan Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Baca Juga :  Pekan Duka Jagat Budaya Banyuwangi

Keluarga besar setrum juga berhari besar di Oktober. Hari Listrik Nasional diperingati setiap 27 Oktober. Beberapa event biasanya digelar untuk merayakannya. Kecuali satu event ini: setrum-setruman. Sebagaimana 30 September yang populer dengan G 30 S/PKI-nya, 30 Oktober juga dikenang sebagai hari besar nasional. Yakni ditetapkan sebagai Hari Keuangan. Jujur, untuk yang satu ini saya belum pernah tahu bentuk peringatannya. Bisa jadi bentuknya bagi-bagi uang. Hahaha…   

Kalau ada pembaca yang heran melihat saya hafal hari-hari besar nasional di bulan Oktober, maka saya sarankan untuk mengikuti jejak saya. Bergurulah pada Mbah Google!

Tapi itu belum seberapa kok. Dibanding dengan kalender event Banyuwangi Festival di bulan Oktober. Kota The Sunrise of Java lebih hebat dari Indonesia. Dalam satu bulan Oktober ini ada 10 event. Besar-besar semua. Digelar semua. Meriah semua. Tidak sama dengan hari besar nasional. Ada yang meriah. Juga ada yang sebaliknya. Berlalu begitu saja. Tanpa kesan.

Energi wong Bumi Blambangan luar biasa. Masyarakat dan pemkabnya berkolaborasi. Menggelar multievent. Yang disukai khalayak. Menjadi hiburan bukan hanya untuk masyarakat Banyuwangi saja. Melainkan ribuan orang luar kota. Mereka berbondong-bondong ke Banyuwangi. Memburu event-event-nya. Makin besar uang yang berputar. Makin tumbuh ekonomi kerakyatannya.

Baca Juga :  Arboretum Bambu

Ada 10 event Banyuwangi Festival selama Oktober. Itu rekor. Oktober pun menjadi bulan event di Banyuwangi. Mengalahkan bulan-bulan lainnya. Jangan pernah membayangkan seperti apa payahnya staf dinas yang menanganinya. Seperti diketahui khalayak, event Banyuwangi Festival ditangani sendiri oleh staf pemkab. Dengan merangkul stakeholder yang ada, tentunya.

Pastinya tidak di-EO-kan. Selain lebih irit, juga cukup efektif untuk melatih eventpreneurship keluarga besar pemkab. Betulkah. Isun hing weruh.

Sepuluh event besar di Oktober dimulai dengan Kebo-Keboan Alas Malang pada 1 Oktober lalu. kemudian disusul Fish Market Festival di 3 Oktober. Disusul Petik Laut Muncar sehari berikutnya (4 Oktober). Para pencinta jazz dimanja suguhan jazz berkelas ”Ijen Summer Jazz” 6-7 Oktober di Jiwa Jawa Resort. Ahad kemarin (8 Oktober) giliran Festival Gandrung Sewu yang mengundang decak kagum. Ribuan penonton tumplek blek di Pantai Boom. Berbaur dengan tamu-tamu istimewa dari ibu kota.

Yang akan segera digelar di sisa Oktober tidak kalah menariknya. Ada Banyuwangi Fashion Festival pada 14 Oktober. Tak sampai sepekan giliran penggila kopi disuguhi dua event sekaligus: Coffee Processing Festival (18 Oktober) dan Festival Ngopi Sepuluh Ewu pada 21 Oktober. Festival Santri pada 22 Oktober dan Serasi Senam Seribu Kreasi di tanggal 26-28 Oktober akan menutup rangkaian Oktober Event.

Sekali lagi, jangan membayangkan seperti apa sibuknya panitia. Cukup nikmati event-nya. Beri masukan bila dirasa ada yang kurang. Tentu saja masukan yang mendidik. Bukan sebaliknya. Biar tidak ada tuba membalas air susu.(@AdlawiSamsudin/c1)

Artikel Terkait

Méméngane Kurang Adoh

Seperti Apa Dua Tahun Lagi

Most Read

40 Arsitek Napak Tilas Karya Andra Matin

Kepala Desa Bingung Sikapi Sumur Bor

Maling Burung Jalak Terekam CCTV

Artikel Terbaru

/