Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pemuda Kacang Kopong

Ali Sodiqin • Kamis, 10 Maret 2022 | 15:30 WIB
pemuda-kacang-kopong
pemuda-kacang-kopong


PERNAH dengar istilah kacang kopong? Lantas apa hubungannya pemuda dengan kacang kopong? Yang Jawa, pasti tidak akan asing dengan kosakata ini. Kopong berasal dari bahasa Jawa yang berarti ’kosong’.



Analoginya begini, kulit kacang ibarat sebuah negara, sedang biji kacang? Adalah kualitas dari seorang pemuda. Jika dalam sebuah kacang tidak terdapat isi (kopong), kita sebagai pembuka kacang pasti merasa kecewa bukan? Sama halnya dengan negara yang memiliki banyak pemuda, namun tidak dapat diandalkan kualitasnya.



Pada abad ke-20 ini, warna-warni modernisasi begitu terang menelanjangi karakter pemuda Indonesia. Gaya yang berasal dari barat, utara, selatan seakan menggerus habis kebudayaan asli Indonesia. Euforia perubahan drastis yang terjadi, baik dari segi penampilan maupun karakter pemuda-pemudi Indonesia mulai tampak jelas terlihat. Mulai dari kebiasaan nongkrong di tempat kopi sambil cari wi-fi, ditemani colokan listrik tanpa memedulikan kanan-kiri bahkan senyum-senyum sendiri, seakan menjadi hal yang lumrah terjadi akhir-akhir ini.



Belum lagi ditambah style rok mini dipadukan dengan rambut warna-warni, pun saat ini seakan menjadi tren, bahkan tradisi. Yang dulu para pemuda setiap kali bertemu dengan sejawatnya selalu membicarakan masalah negara, serta mencari jalan keluarnya. Kini, berganti dengan pemuda yang suka nyinyir sana-sini, maidu kurang ini kurang itu tanpa memberi solusi yang jitu.



Padahal pemuda ditilik sebagai seseorang yang berpikiran logis, kritis, serta pendapat-pendapatnya digadang-gadang mampu menyelesaikan permasalahan negara. Tapi nyatanya? Bukannya berkarya malah justru menambah beban pemerintah.



Dekadensi moral yang terjadi di kalangan pemuda-pemudi saat ini semakin mengkhawatirkan, mengingat peran pemuda sebagai penerus perjuangan bangsa serta agen perubahan kini perlu diperhatikan. Ini sudah menjadi PR besar kita bersama. Khususnya pemuda-pemudi Indonesia, untuk membangun peradaban yang lebih baik.



Bayangkan saja, jika kualitas pemuda saat ini masih dalam tanda tanya, mau jadi apa negara kita? Coba refleksikan diri kita melalui peran tokoh pemuda yang mampu menorehkan tinta emas dalam sejarah, mengharumkan nama Indonesia, bahkan dunia. Sebut saja BJ Habibie, siapa yang tak kenal dengan tokoh besar Indonesia ini? Eksistensinya terus menggaung di telinga masyarakat berkat segala terobosannya. Baik sebagai birokrat, politikus, negarawan, maupun sebagai ilmuwan. Ia terkenal dengan karyanya dapat membuat pesawat N-250, pesawat yang memakai teknologi fly-by-wire setelah Airbus A340 (Eropa) dan Boeing 777 (Amerika Serikat). Sungguh mengagumkan bukan?



Lantas, apa kabar pemuda masa kini? Yang tetap nyaman di zona nyaman seakan tidak mau melakukan perubahan dan menganggap semuanya aman? Padahal nyatanya, kondisi negara sedang dalam kondisi memprihatinkan! Pelanggaran? Ketertinggalan? Kebobrokan moral? Serta kemajuan negara? Saat ini masih tetap menjadi tanda tanya! Di mana peran pemuda dalam mengatasi ini semua?



Seorang pemuda adalah penerus bangsa, sedang menjadi pemuda berarti siap menanggung serta mampu memecahkan semua permasalahan negara! Harga dan martabat bangsa Indonesia berada di pundak para pemuda.



Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama memperbanyak bacaan. Literasi ditingkatkan agar tidak akan pernah terjadi ketertinggalan. Belajar bermedia sosial dengan baik dan bijak. Karena perkembangan teknologi yang semakin maju di berbagai bidang, menjadikan segala pengaruh bahkan kebudayaan asing masuk jauh lebih mudah.



Maka, di sinilah muncul tantangan bagi pemuda untuk tetap dapat mempertahankan identitas bangsa Indonesia. Dengan semangat juang yang tinggi serta menjaga kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia. Terlebih lagi, semangat pemuda dalam usahanya mencapai tujuan pembangunan nasional.



Seperti dengan menyampaikan ide-ide pembangunan yang baru maupun keinginan untuk terjun langsung dalam pembangunan bangsa Indonesia. Karena pemuda merupakan suatu kunci dari adanya pembangunan, perubahan, dan pembaruan yang terjadi pada bangsa Indonesia.



Oleh karena itu, jadilah pemuda yang pemikiran serta tenaganya dapat diandalkan, membanggakan, serta mampu memajukan Indonesia seperti apa yang telah diharapkan. Di pundak pemuda dititipkan nilai-nilai budaya yang harus terus dijunjung tinggi. Agar bangsa Indonesia menjadi lebih maju dan berkembang di masa yang akan datang. Semangat! (*)



*) Nabilatul Ulumiyah, Santri dan Mahasiswi Pendidikan Bahasa Indonesia IAI Darussalam Blokagung, Banyuwangi.


Editor : Ali Sodiqin
#artikel #refleksi #catatan #opini