alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Bingkai Hati Menjadi Penyemangat Guru

BINGKAI tidak hanya berkaitan dengan rumah, namun beberapa guru-guru Bahasa Indonesia SMK yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kabupaten Banyuwangi telah membawanya ke halaman ini.

Bingkai Hati adalah buku kumpulan puisi-puisi 31 Guru Bahasa Indonesia SMK Kabupaten Banyuwangi di bawah bendera MGMP Bahasa Indonesia SMK Kabupaten Banyuwangi. Antologi puisi ini tampil penyemangat berkarya mengawali tahun 2021. Walaupun dalam bentuk karya bersama dan yang pertama, telah membuka mata pembaca tentang arti sebuah hidup dan kehidupan.  

 Antologi puisi Bingkai Hati launching di bulan Januari 2021. Namun antologi ini sudah dikenal di luar kabupaten Banyuwangi. Ternyata  penulis puisi ada yang mempunyai jiwa entertainment yang jitu mengenalkan antologi puisi ini kepada penikmat puisi di luar kabupaten Banyuwangi. Ada juga penikmat puisi yang mengenal antologi puisi Bingkai Hati dari facebook beberapa penulis antologi.

Hal yang sangat membanggakan, perpustakaan SMKN I Tegalsari, SMKN 2 Tegalsari, SMK Muhammadiyah 3 Tegaldlimo menjadikan antologi puisi berjudul Bingkai Hati sebagai salah satu koleksi buku fiksi yang ada di antara buku-buku karangan pengarang terkenal di negeri ini. Sebuah penghargaan terhadap karya guru mulai dilakukan oleh ketiga perpustakaan ini.

Harapannya semoga puisi-puisi dapat menjadi referensi peserta didik, juga penikmat puisi lainnya. Seperti yang telah dipraktikkan SMKN I Tegalsari antologi puisi Bingkai hati menjadi salah satu referensi dalam kegiatan belajar mengajar ujicoba tatap muka.

Baca Juga :  Guru Agama Unggul Masa Kini

Seperti yang dituliskan oleh H. Paidi (Ketua MKKS SMK Kabupaten Banyuwangi) bahwa sesuatu yang sulit bisa disederhanakan dengan kalimat. Antologi puisi MGMP Bahasa Indonesia SMK Kabupaten Banyuwangi ini mampu menyederhanakan sesuatu yang sulit. Demikian juga seruan Catur Pamarto (Pengawas SMK Cabang Dinas Wilayah Kabupaten Banyuwangi), bergerak adalah tanda hidup maka bergeraklah!  

Di suatu kesempatan, Muhammad Iqbal Baraas (Penyair, Penerima Penghargaan Sastra Sutasoma 2018), memberikan testimoni bahwa puisi senantiasa hadir dalam kehidupan, demikian juga bagi kehidupan guru-guru baik di dalam sekolah atau pun dalam kehidupan mereka sehari-hari bahwa kemudian pilihan tema yang bervariasi terkumpul dalam antologi puisi ini adalah bagian manifestasi berekspresi atas kesibukan mereka. Bagi Anda pembaca puisi setia, wajib hukumnya memiliki antologi ini, khususnya Anda pembaca puisi sebagai guru. Maka selamat membaca. Selamat bergelut dalam geliat puisi.

Dalam antologi puisi Bingkai Hati ini, penulis puisi Bingkai Hati sangat kreatif dengan penggunaan nama pena sebut saja seperti Marina, Tumini OK, @bangjul, Anung Pradoto. Penggunaan diksi yang syarat dengan estetika sangat mewarnai kalimat puisi- puisi. Ada juga teks puisi berjudul Buih Gelombang Laut diabadikan di halaman 121-123 dalam Antologi Puisi Bingkai Hati penerbit Zukzes Express Jatim sebagai pimpinan redaksi Nira Prakasita.

Baca Juga :  Penyakit Yang Mengganggu Pola Pikir Manusia Menuju Sukses

Dengan 66 judul puisi mampu meramu arti hidup dan kehidupan.  Pengungkapan rasa cinta dan syukur kepada Yang Mahakuasa sangat dalam.

Ada judul puisi yg unik dengan memberi judul puisi “ …….” serasa menyerahkan semua makna kepada pembaca. Sebagai penulis puisi tidak memaksakan akan sebuah makna. Namun seorang penulis puisi bisa memberi makna. Ada penggunaan angka ber-217-an. Seolah ingin menyuarakan segala sesuatu harus penuh dengan pertimbangan yang matang.

Dalam kehidupan selalu ada duka, cinta, dan syukur yang menambah kenikmatan dalam hidup. Di saat duka datang,  di situ pula pasti akan ada bahagia sebagai penghalau duka. Begitu pula cinta tak selamanya bisa memiliki, ada luka yang ketika disyukuri tetap berbuah manis. Semua tak lepas dari semangat untuk menjalani hidup dengan enak bukan seenaknya.

Dengan harapan Bingkai Hati mampu mengobati kerinduan peserta didik terhadap karya guru. Sesuai dengan motto SMK Bisa. Walau seperti peribahasa mengatakan tak ada gading yang tak retak. Hadirnya Antologi puisi Bingkai Hati menggugurkan kalimat guru puisi tanpa puisi.(*)

*) Guru SMKN I Glagah Banyuwangi.     

BINGKAI tidak hanya berkaitan dengan rumah, namun beberapa guru-guru Bahasa Indonesia SMK yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kabupaten Banyuwangi telah membawanya ke halaman ini.

Bingkai Hati adalah buku kumpulan puisi-puisi 31 Guru Bahasa Indonesia SMK Kabupaten Banyuwangi di bawah bendera MGMP Bahasa Indonesia SMK Kabupaten Banyuwangi. Antologi puisi ini tampil penyemangat berkarya mengawali tahun 2021. Walaupun dalam bentuk karya bersama dan yang pertama, telah membuka mata pembaca tentang arti sebuah hidup dan kehidupan.  

 Antologi puisi Bingkai Hati launching di bulan Januari 2021. Namun antologi ini sudah dikenal di luar kabupaten Banyuwangi. Ternyata  penulis puisi ada yang mempunyai jiwa entertainment yang jitu mengenalkan antologi puisi ini kepada penikmat puisi di luar kabupaten Banyuwangi. Ada juga penikmat puisi yang mengenal antologi puisi Bingkai Hati dari facebook beberapa penulis antologi.

Hal yang sangat membanggakan, perpustakaan SMKN I Tegalsari, SMKN 2 Tegalsari, SMK Muhammadiyah 3 Tegaldlimo menjadikan antologi puisi berjudul Bingkai Hati sebagai salah satu koleksi buku fiksi yang ada di antara buku-buku karangan pengarang terkenal di negeri ini. Sebuah penghargaan terhadap karya guru mulai dilakukan oleh ketiga perpustakaan ini.

Harapannya semoga puisi-puisi dapat menjadi referensi peserta didik, juga penikmat puisi lainnya. Seperti yang telah dipraktikkan SMKN I Tegalsari antologi puisi Bingkai hati menjadi salah satu referensi dalam kegiatan belajar mengajar ujicoba tatap muka.

Baca Juga :  Puasa Ramadan Menahan Nafsu Bermedia Sosial

Seperti yang dituliskan oleh H. Paidi (Ketua MKKS SMK Kabupaten Banyuwangi) bahwa sesuatu yang sulit bisa disederhanakan dengan kalimat. Antologi puisi MGMP Bahasa Indonesia SMK Kabupaten Banyuwangi ini mampu menyederhanakan sesuatu yang sulit. Demikian juga seruan Catur Pamarto (Pengawas SMK Cabang Dinas Wilayah Kabupaten Banyuwangi), bergerak adalah tanda hidup maka bergeraklah!  

Di suatu kesempatan, Muhammad Iqbal Baraas (Penyair, Penerima Penghargaan Sastra Sutasoma 2018), memberikan testimoni bahwa puisi senantiasa hadir dalam kehidupan, demikian juga bagi kehidupan guru-guru baik di dalam sekolah atau pun dalam kehidupan mereka sehari-hari bahwa kemudian pilihan tema yang bervariasi terkumpul dalam antologi puisi ini adalah bagian manifestasi berekspresi atas kesibukan mereka. Bagi Anda pembaca puisi setia, wajib hukumnya memiliki antologi ini, khususnya Anda pembaca puisi sebagai guru. Maka selamat membaca. Selamat bergelut dalam geliat puisi.

Dalam antologi puisi Bingkai Hati ini, penulis puisi Bingkai Hati sangat kreatif dengan penggunaan nama pena sebut saja seperti Marina, Tumini OK, @bangjul, Anung Pradoto. Penggunaan diksi yang syarat dengan estetika sangat mewarnai kalimat puisi- puisi. Ada juga teks puisi berjudul Buih Gelombang Laut diabadikan di halaman 121-123 dalam Antologi Puisi Bingkai Hati penerbit Zukzes Express Jatim sebagai pimpinan redaksi Nira Prakasita.

Baca Juga :  Gotong Royong Itu Indah

Dengan 66 judul puisi mampu meramu arti hidup dan kehidupan.  Pengungkapan rasa cinta dan syukur kepada Yang Mahakuasa sangat dalam.

Ada judul puisi yg unik dengan memberi judul puisi “ …….” serasa menyerahkan semua makna kepada pembaca. Sebagai penulis puisi tidak memaksakan akan sebuah makna. Namun seorang penulis puisi bisa memberi makna. Ada penggunaan angka ber-217-an. Seolah ingin menyuarakan segala sesuatu harus penuh dengan pertimbangan yang matang.

Dalam kehidupan selalu ada duka, cinta, dan syukur yang menambah kenikmatan dalam hidup. Di saat duka datang,  di situ pula pasti akan ada bahagia sebagai penghalau duka. Begitu pula cinta tak selamanya bisa memiliki, ada luka yang ketika disyukuri tetap berbuah manis. Semua tak lepas dari semangat untuk menjalani hidup dengan enak bukan seenaknya.

Dengan harapan Bingkai Hati mampu mengobati kerinduan peserta didik terhadap karya guru. Sesuai dengan motto SMK Bisa. Walau seperti peribahasa mengatakan tak ada gading yang tak retak. Hadirnya Antologi puisi Bingkai Hati menggugurkan kalimat guru puisi tanpa puisi.(*)

*) Guru SMKN I Glagah Banyuwangi.     

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/