alexametrics
28.7 C
Banyuwangi
Thursday, June 30, 2022

Sukses Ramadan, Jadilah Seperti Kuda Pacu!

KURANG lebih sepekan lagi, umat Islam akan ditinggal oleh Ramadan bulan yang penuh berkah dari Allah SWT. Bertabur pahala, kebaikan, dan kemurahan yang berbeda dari bulan-bulan lainnya. Satu hari di bulan Ramadan berbeda nilainya satu hari di bulan selain Ramadan. Ibadah sunah yang dikerjakan mendapat pahala sebagaimana ibadah wajib.

Mengerjakan ibadah wajib di bulan Ramadan sama dengan 70 kali lipat pahala mengerjakan ibadah wajib di luar bulan Ramadan. Bahkan, pahala bagi orang yang berpuasa bukan malaikat lagi yang mengkalkulasinya, melainkan ”Aku sendiri yang akan membalasnya,” tegas Allah SWT dalam hadis qudsi. Dan, terdapat satu momentum malam jika seseorang mendapatkannya, maka lebih baik daripada beribadah 83 tahun 4 bulan lamanya.

Bulan penuh berkah itu kini akan pergi, apakah kita bisa bersua kembali? Semoga Allah panjangkan usia kita dan senantiasa diliputi dengan keberkahan. Usia manusia tidak dapat diprediksi sehingga kesempatan Ramadan di depan mata yang tinggal sepekan ini harus benar-benar kita maksimalkan. Menjadikan madrasah Ramadan yang sukses berdasar visi dari Allah SWT QS Al-Baqarah 183 yaitu la allakum tattakun agar supaya menjadi manusia yang bertakwa.

Sudah menjadi rahasia umum bagi masyarakat Indonesia khususnya di Pulau Jawa, awal Ramadan kencang-kencangnya dalam ibadah. Masjid dan surau penuh dengan jamaah Tarawih. Baca Alquran nonstop semalaman. Satu hari Ramadan bisa 3 sampai 5 juz Alquran yang dibaca. Namun, memasuki pekan kedua Ramadan ibadah sudah mulai kendur. Saf jamaah Tarawih semakin maju alias berkurang. Baca Alquran sehari dapat satu juz saja sudah untung. Apalagi, masuk pekan ketiga dan hari-hari selanjutnya.

Saudara, kita sudah lewati masa lalu tak akan bisa mengulang kembali. Dan, kita mesti fokus masa depan, yakni Ramadan yang masih sisa sepekan lagi. Oleh karena itu, untuk sukses Ramadan tahun ini jadilah seperti kuda pacu. Semakin mendekati garis finis, maka semakin semangat. Semakin menuju batas akhir, semakin mengerahkan seluruh tenaga yang dimiliki tiada lain tujuannya untuk meraih kemenangan.

Boleh jadi di awal atau pertengahan Ramadan kita kurang baik dalam menyambutnya, kualitas ibadah kita biasa-biasa saja. Puasa kita masih sekadar menahan makan dan minum. Namun, masih ada kesempatan sepekan ini kita bisa menutup dengan amal terbaik saat berpisah dengan Ramadan. Karena sesungguhnya amal itu ditentukan oleh penutupnya dalam arti lain husnulkhatimah.

Imam Hasan Al-Basri mengatakan,”Perbaiki apa yang tersisa, agar kesalahan yang telah lalu diampuni. Manfaatkan sebaik-baiknya apa yang masih tersisa, karena kamu tidak tahu kapan rahmat Allah itu akan dapat diraih.”

Nabi SAW juga pernah bersabda, ”Bahwa nilai amal itu ditentukan oleh bagian penutupnya” (HR Ahmad). Dengan kata lain, ujung yang baik tanda kesuksesan seseorang.

Akhirnya, marilah kita berdoa sebagaimana doa yang pernah diajarkan oleh khalifah Abu Bakar Assiddiq, ”Ya Allah, jadikan usia terbaikku ada di penghujungnya, amal terbaikku ada di penutupnya, dan hari terbaikku, ketika aku bertemu dengan-Mu.” Amin ya Rabbal Alamin. (*)

*) Guru Madrasah Ibtidaiyah di PP Salafiyah Syafi’iyah, Sukorejo, Situbondo.

KURANG lebih sepekan lagi, umat Islam akan ditinggal oleh Ramadan bulan yang penuh berkah dari Allah SWT. Bertabur pahala, kebaikan, dan kemurahan yang berbeda dari bulan-bulan lainnya. Satu hari di bulan Ramadan berbeda nilainya satu hari di bulan selain Ramadan. Ibadah sunah yang dikerjakan mendapat pahala sebagaimana ibadah wajib.

Mengerjakan ibadah wajib di bulan Ramadan sama dengan 70 kali lipat pahala mengerjakan ibadah wajib di luar bulan Ramadan. Bahkan, pahala bagi orang yang berpuasa bukan malaikat lagi yang mengkalkulasinya, melainkan ”Aku sendiri yang akan membalasnya,” tegas Allah SWT dalam hadis qudsi. Dan, terdapat satu momentum malam jika seseorang mendapatkannya, maka lebih baik daripada beribadah 83 tahun 4 bulan lamanya.

Bulan penuh berkah itu kini akan pergi, apakah kita bisa bersua kembali? Semoga Allah panjangkan usia kita dan senantiasa diliputi dengan keberkahan. Usia manusia tidak dapat diprediksi sehingga kesempatan Ramadan di depan mata yang tinggal sepekan ini harus benar-benar kita maksimalkan. Menjadikan madrasah Ramadan yang sukses berdasar visi dari Allah SWT QS Al-Baqarah 183 yaitu la allakum tattakun agar supaya menjadi manusia yang bertakwa.

Sudah menjadi rahasia umum bagi masyarakat Indonesia khususnya di Pulau Jawa, awal Ramadan kencang-kencangnya dalam ibadah. Masjid dan surau penuh dengan jamaah Tarawih. Baca Alquran nonstop semalaman. Satu hari Ramadan bisa 3 sampai 5 juz Alquran yang dibaca. Namun, memasuki pekan kedua Ramadan ibadah sudah mulai kendur. Saf jamaah Tarawih semakin maju alias berkurang. Baca Alquran sehari dapat satu juz saja sudah untung. Apalagi, masuk pekan ketiga dan hari-hari selanjutnya.

Saudara, kita sudah lewati masa lalu tak akan bisa mengulang kembali. Dan, kita mesti fokus masa depan, yakni Ramadan yang masih sisa sepekan lagi. Oleh karena itu, untuk sukses Ramadan tahun ini jadilah seperti kuda pacu. Semakin mendekati garis finis, maka semakin semangat. Semakin menuju batas akhir, semakin mengerahkan seluruh tenaga yang dimiliki tiada lain tujuannya untuk meraih kemenangan.

Boleh jadi di awal atau pertengahan Ramadan kita kurang baik dalam menyambutnya, kualitas ibadah kita biasa-biasa saja. Puasa kita masih sekadar menahan makan dan minum. Namun, masih ada kesempatan sepekan ini kita bisa menutup dengan amal terbaik saat berpisah dengan Ramadan. Karena sesungguhnya amal itu ditentukan oleh penutupnya dalam arti lain husnulkhatimah.

Imam Hasan Al-Basri mengatakan,”Perbaiki apa yang tersisa, agar kesalahan yang telah lalu diampuni. Manfaatkan sebaik-baiknya apa yang masih tersisa, karena kamu tidak tahu kapan rahmat Allah itu akan dapat diraih.”

Nabi SAW juga pernah bersabda, ”Bahwa nilai amal itu ditentukan oleh bagian penutupnya” (HR Ahmad). Dengan kata lain, ujung yang baik tanda kesuksesan seseorang.

Akhirnya, marilah kita berdoa sebagaimana doa yang pernah diajarkan oleh khalifah Abu Bakar Assiddiq, ”Ya Allah, jadikan usia terbaikku ada di penghujungnya, amal terbaikku ada di penutupnya, dan hari terbaikku, ketika aku bertemu dengan-Mu.” Amin ya Rabbal Alamin. (*)

*) Guru Madrasah Ibtidaiyah di PP Salafiyah Syafi’iyah, Sukorejo, Situbondo.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/