alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Peningkatan Kualitas Remaja melalui ”Remas”

REMAJA adalah pemegang estafet bangsa itu yang terus diucapkan oleh seorang motivator, guru, dan pemerintah. Namun nyatanya, jika disuruh berpikir sejenak mengenai kebiasaan remaja pada zaman sekarang ini, apa yang terlintas di otak kita? Pasti sebagian besar akan berpikir bahwa remaja pada zaman modern ini sangat mengkhawatirkan. Hal ini disebabkan karena banyak pemuda atau remaja saat ini terpengaruh dari adanya perkembangan teknologi.

Pengertian remaja sendiri yaitu masa transisi dari anak-anak menuju dewasa, di mana seorang anak sedang berada dalam pencarian jati dirinya, serta tahap mengenal siapa dirinya sebenarnya. Dikatakan remaja, apabila usianya mulai dari 12 tahun sampai 18 tahun. Pada masa ini, seorang remaja sangat mudah sekali terpengaruh oleh orang lain. Apalagi di era globalisasi seperti sekarang ini. Banyak remaja yang meniru gaya orang barat atau westernisasi. Akibatnya, mereka hanya mementingkan kesenangan dunia saja dan lebih condong ke pergaulan bebas. Padahal, perilaku tersebut sangat tidak sesuai pada jati diri bangsa Indonesia.

Seiring berjalannya waktu, pergaulan remaja saat ini sangat mengkhawatirkan. Kemajuan teknologi adalah salah satu faktor besar dalam rendahnya kualitas remaja, karena saat ini baik media online maupun offline menampilkan suatu yang berbau pornografi. Faktor lain adalah karena pengaruh teman sebaya yang mengajak untuk melakukan perilaku menyimpang seperti narkoba, seks bebas, tawuran, dan lain-lain.

Maka dari itu, yang perlu diperhatikan dalam peningkatan kualitas diri seorang remaja adalah menciptakan lingkungan yang baik dan berfaedah.  Lalu bagaimana caranya? Salah satu cara ampuh dalam mengatasi hal tersebut adalah mengikutkan para remaja dalam kegiatan masjid atau biasa kita sebut ”Remas”. Remas adalah sebuah organisasi para remaja yang kegiatannya berkaitan dengan masjid.

Mengapa harus masjid? Karena pada awalnya masjid merupakan suatu tempat pusat segala kegiatan. Tempat di mana lahir kebudayaan dan muamalat, dalam sejarahnya kejayaan Islam tidak bisa dilepaskan dari proses pendidikan Islam yang dilakukan di masjid. Pada masa perkembangan Islam, masjid sebagai ajang halaqah atau diskusi, tempat mengaji, dan memperdalam ilmu agama maupun ilmu umum.

Oleh karena itu, melalui organisasi Remas mampu menjadi wadah peningkatan kualitas bagi para remaja. Di mana seperti yang kita lihat pada zaman sekarang ini, banyak pergaulan remaja yang sangat memprihatinkan, sehingga layak diberi bimbingan serta arahan.

Baca Juga :  Manajemen Diri selama Isolasi Mandiri

Organisasi Remas juga dapat meningkatkan kecerdasan Spiritual Quotient (SQ). Spiritual Quotient adalah kemampuan seorang untuk berhubungan dengan Tuhan serta memberikan makna keberadaan dirinya. Menurut Stephan R. Covey, kecerdasan spiritual adalah pusat paling mendasar di antara kecerdasan yang lain. Karena menjadi sumber bimbingan bagi kecerdasan lainnya.

Namun, banyak masyarakat menganggap bahwa Remas kegiatannya hanya berupa bersih-bersih dan azan di masjid, yang akhirnya membuat para orang tua berpikir untuk tidak mendorong anak remajanya untuk mengikuti Remas. Padahal, kegiatan Remas sangatlah banyak, mulai dari ibadah, pendidikan, hubungan masyarakat, dakwah, perayaan hari besar, dan lain-lain.

Dari segi pendidikan, para anggota Remas bisa mengikuti acara kajian kitab. Banyak di desa-desa, para kiai mengaji kitab yang audiensnya para Remas. Kitab yang biasa dikaji adalah kitab fikih dan akhlak. Bukan hanya mengkaji kitab, para anggota Remas juga diajarkan mengenai praktik fikih secara riil. Seperti cara mengurus jenazah, wudu, cara menghilangkan najis, dan lain-lain.

Dalam program kerja Remas juga terdapat kegiatan bersih-bersih masjid. Entah itu mingguan atau tahunan, biasanya membersihkan masjid setiap hari Jumat dan menata keperluan masjid apabila ada kegiatan seperti salat Jumat dan kegiatan lain, yang sekiranya dihadiri orang banyak.  Kegiatan bersih-bersih menandakan seorang remaja yang peduli terhadap lingkungan. Apalagi di masjid yang merupakan tempat orang jamaah dan ibadah. Sungguh sangat bermanfaat dan insya Allah pahalanya besar.

Kreativitas dari seorang remaja juga akan diasah melalui Remas. Contohnya ketika masjid memperingati hari besar seperti peringatan Rajab dan peringatan Maulid. Biasanya para remaja disuruh mendesain banner sebuah acara, mendekorasi ruang acara, dan sebagai panitia penyelenggara. Ada pula kegiatan mingguan yang membuat para remaja mempunyai skill contohnya adalah selawatan yang biasanya menggunakan alat musik hadrah. Memainkan hadrah akan melatih kekompakan dan kreativitas remaja mulai dari menyusun lagu sampai variasi memainkan alat musiknya.

Baca Juga :  Apakah di Lingkungan Kita Sudah Terbebas dari Korupsi?

Ciri khas dari Remas mengenai ibadahnya. Contohnya yaitu salat. Pasti anggota Remas lebih sering jamaah daripada remaja lain. Karena Remas dididik untuk selalu dekat dengan masjid. Tidak hanya salat, kegiatan lain seperti tahlilan, zikir, istighotsah, juga diikuti oleh anggota Remas.

Karena Remas adalah sebuah organisasi, bukan tidak mungkin untuk melatih jiwa kepemimpinan melalui organisasi. Kegiatannya berupa pelatihan dari pembina Remas tentang bagaimana cara menyusun program kerja yang bermanfaat bagi masyarakat. Dan juga diajarkan menghadapi masyarakat seperti latihan dakwah, menjadi pembawa acara, dan menjadi bilal. Bisanya, kegiatan ini melalui latihan atau nama lainnya khitobah.

Kegiatan sosial yang dilakukan para Remas contohnya ketika acara zakat, biasanya mereka ditugasi sebagai amil untuk mengambil dan membagikan zakat. Selain itu, ketika Hari Raya Idul Adha, Remas juga menjadi panitia penyelenggara.

Remas tidak hanya berkembang di masyarakat. Bisa saja berkembang melalui lembaga formal seperti sekolah atau madrasah, yang notabene sekolah tersebut berbasis agama Islam dan mempunyai masjid atau musala. Sehingga Remas berstatus sebagai organisasi ekstra sekolah. Contoh riil dari Remas yang ada di sekolah adalah Remas At Ta’awun yang berada di MAN 2 Banyuwangi. Selain aktif di masjid melalui kegiatan seperti kultum, rutin selawat, kajian kitab, dan acara hari besar Islam, Remas At Ta’awun juga mengadakan bakti sosial terhadap masyarakat di sekitarnya. Melalui kegiatan hibah Alquran dan pernah pula digandeng oleh Baznas Genteng dalam hal penggalangan dana. Ini membuktikan, bahwa Remas juga bisa dibentuk dan dikembangkan melalui sekolah.

Disimpulkan bahwa, organisasi Remas dapat meningkatkan kualitas remaja pada zaman sekarang. Juga menjadi wadah kegiatan positif remaja. Karena itu, perlunya dorongan dari orang tua untuk remaja agar mengikuti organisasi Remas. Apabila di masyarakat belum terbentuk, maka perlunya anggota takmir membimbing para remaja untuk membentuk organisasi Remas. Selain itu, jika di sekolah juga belum dibentuk, maka perlu perhatian para guru. (*)

 

*) Siswa kelas XII IPS 5, MAN 2 Banyuwangi.

REMAJA adalah pemegang estafet bangsa itu yang terus diucapkan oleh seorang motivator, guru, dan pemerintah. Namun nyatanya, jika disuruh berpikir sejenak mengenai kebiasaan remaja pada zaman sekarang ini, apa yang terlintas di otak kita? Pasti sebagian besar akan berpikir bahwa remaja pada zaman modern ini sangat mengkhawatirkan. Hal ini disebabkan karena banyak pemuda atau remaja saat ini terpengaruh dari adanya perkembangan teknologi.

Pengertian remaja sendiri yaitu masa transisi dari anak-anak menuju dewasa, di mana seorang anak sedang berada dalam pencarian jati dirinya, serta tahap mengenal siapa dirinya sebenarnya. Dikatakan remaja, apabila usianya mulai dari 12 tahun sampai 18 tahun. Pada masa ini, seorang remaja sangat mudah sekali terpengaruh oleh orang lain. Apalagi di era globalisasi seperti sekarang ini. Banyak remaja yang meniru gaya orang barat atau westernisasi. Akibatnya, mereka hanya mementingkan kesenangan dunia saja dan lebih condong ke pergaulan bebas. Padahal, perilaku tersebut sangat tidak sesuai pada jati diri bangsa Indonesia.

Seiring berjalannya waktu, pergaulan remaja saat ini sangat mengkhawatirkan. Kemajuan teknologi adalah salah satu faktor besar dalam rendahnya kualitas remaja, karena saat ini baik media online maupun offline menampilkan suatu yang berbau pornografi. Faktor lain adalah karena pengaruh teman sebaya yang mengajak untuk melakukan perilaku menyimpang seperti narkoba, seks bebas, tawuran, dan lain-lain.

Maka dari itu, yang perlu diperhatikan dalam peningkatan kualitas diri seorang remaja adalah menciptakan lingkungan yang baik dan berfaedah.  Lalu bagaimana caranya? Salah satu cara ampuh dalam mengatasi hal tersebut adalah mengikutkan para remaja dalam kegiatan masjid atau biasa kita sebut ”Remas”. Remas adalah sebuah organisasi para remaja yang kegiatannya berkaitan dengan masjid.

Mengapa harus masjid? Karena pada awalnya masjid merupakan suatu tempat pusat segala kegiatan. Tempat di mana lahir kebudayaan dan muamalat, dalam sejarahnya kejayaan Islam tidak bisa dilepaskan dari proses pendidikan Islam yang dilakukan di masjid. Pada masa perkembangan Islam, masjid sebagai ajang halaqah atau diskusi, tempat mengaji, dan memperdalam ilmu agama maupun ilmu umum.

Oleh karena itu, melalui organisasi Remas mampu menjadi wadah peningkatan kualitas bagi para remaja. Di mana seperti yang kita lihat pada zaman sekarang ini, banyak pergaulan remaja yang sangat memprihatinkan, sehingga layak diberi bimbingan serta arahan.

Baca Juga :  Sukses Ramadan, Jadilah Seperti Kuda Pacu!

Organisasi Remas juga dapat meningkatkan kecerdasan Spiritual Quotient (SQ). Spiritual Quotient adalah kemampuan seorang untuk berhubungan dengan Tuhan serta memberikan makna keberadaan dirinya. Menurut Stephan R. Covey, kecerdasan spiritual adalah pusat paling mendasar di antara kecerdasan yang lain. Karena menjadi sumber bimbingan bagi kecerdasan lainnya.

Namun, banyak masyarakat menganggap bahwa Remas kegiatannya hanya berupa bersih-bersih dan azan di masjid, yang akhirnya membuat para orang tua berpikir untuk tidak mendorong anak remajanya untuk mengikuti Remas. Padahal, kegiatan Remas sangatlah banyak, mulai dari ibadah, pendidikan, hubungan masyarakat, dakwah, perayaan hari besar, dan lain-lain.

Dari segi pendidikan, para anggota Remas bisa mengikuti acara kajian kitab. Banyak di desa-desa, para kiai mengaji kitab yang audiensnya para Remas. Kitab yang biasa dikaji adalah kitab fikih dan akhlak. Bukan hanya mengkaji kitab, para anggota Remas juga diajarkan mengenai praktik fikih secara riil. Seperti cara mengurus jenazah, wudu, cara menghilangkan najis, dan lain-lain.

Dalam program kerja Remas juga terdapat kegiatan bersih-bersih masjid. Entah itu mingguan atau tahunan, biasanya membersihkan masjid setiap hari Jumat dan menata keperluan masjid apabila ada kegiatan seperti salat Jumat dan kegiatan lain, yang sekiranya dihadiri orang banyak.  Kegiatan bersih-bersih menandakan seorang remaja yang peduli terhadap lingkungan. Apalagi di masjid yang merupakan tempat orang jamaah dan ibadah. Sungguh sangat bermanfaat dan insya Allah pahalanya besar.

Kreativitas dari seorang remaja juga akan diasah melalui Remas. Contohnya ketika masjid memperingati hari besar seperti peringatan Rajab dan peringatan Maulid. Biasanya para remaja disuruh mendesain banner sebuah acara, mendekorasi ruang acara, dan sebagai panitia penyelenggara. Ada pula kegiatan mingguan yang membuat para remaja mempunyai skill contohnya adalah selawatan yang biasanya menggunakan alat musik hadrah. Memainkan hadrah akan melatih kekompakan dan kreativitas remaja mulai dari menyusun lagu sampai variasi memainkan alat musiknya.

Baca Juga :  Pemanfaatan Jambu Biji sebagai Sumber Vitamin C

Ciri khas dari Remas mengenai ibadahnya. Contohnya yaitu salat. Pasti anggota Remas lebih sering jamaah daripada remaja lain. Karena Remas dididik untuk selalu dekat dengan masjid. Tidak hanya salat, kegiatan lain seperti tahlilan, zikir, istighotsah, juga diikuti oleh anggota Remas.

Karena Remas adalah sebuah organisasi, bukan tidak mungkin untuk melatih jiwa kepemimpinan melalui organisasi. Kegiatannya berupa pelatihan dari pembina Remas tentang bagaimana cara menyusun program kerja yang bermanfaat bagi masyarakat. Dan juga diajarkan menghadapi masyarakat seperti latihan dakwah, menjadi pembawa acara, dan menjadi bilal. Bisanya, kegiatan ini melalui latihan atau nama lainnya khitobah.

Kegiatan sosial yang dilakukan para Remas contohnya ketika acara zakat, biasanya mereka ditugasi sebagai amil untuk mengambil dan membagikan zakat. Selain itu, ketika Hari Raya Idul Adha, Remas juga menjadi panitia penyelenggara.

Remas tidak hanya berkembang di masyarakat. Bisa saja berkembang melalui lembaga formal seperti sekolah atau madrasah, yang notabene sekolah tersebut berbasis agama Islam dan mempunyai masjid atau musala. Sehingga Remas berstatus sebagai organisasi ekstra sekolah. Contoh riil dari Remas yang ada di sekolah adalah Remas At Ta’awun yang berada di MAN 2 Banyuwangi. Selain aktif di masjid melalui kegiatan seperti kultum, rutin selawat, kajian kitab, dan acara hari besar Islam, Remas At Ta’awun juga mengadakan bakti sosial terhadap masyarakat di sekitarnya. Melalui kegiatan hibah Alquran dan pernah pula digandeng oleh Baznas Genteng dalam hal penggalangan dana. Ini membuktikan, bahwa Remas juga bisa dibentuk dan dikembangkan melalui sekolah.

Disimpulkan bahwa, organisasi Remas dapat meningkatkan kualitas remaja pada zaman sekarang. Juga menjadi wadah kegiatan positif remaja. Karena itu, perlunya dorongan dari orang tua untuk remaja agar mengikuti organisasi Remas. Apabila di masyarakat belum terbentuk, maka perlunya anggota takmir membimbing para remaja untuk membentuk organisasi Remas. Selain itu, jika di sekolah juga belum dibentuk, maka perlu perhatian para guru. (*)

 

*) Siswa kelas XII IPS 5, MAN 2 Banyuwangi.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Tugu Macan Dicat Ulang

Harga Daging Ayam Terus Turun

Harga Cabai Rawit mulai Pedas

/