Kamis, 02 Dec 2021
Radar Banyuwangi
Home / Kolom
icon featured
Kolom

Menulislah agar Mendapat Jempol

Oleh: Bambang Purwanto*

25 November 2021, 10: 00: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Menulislah agar Mendapat Jempol

Share this      

KETIKA berada di arena akademik, baik pendidikan menengah maupun tinggi, di antara kewajiban siswa dan mahasiswa adalah menulis. Ada dua macam tulisan yaitu tulisan ilmiah dan tulisan bebas. Kedua macam tulisan tersebut dibuatnya bersistem, artinya tulisan yang harus rapi, menarik, faktual, dan berbobot.

Membuat tulisan Ilmiah misalnya untuk siswa berupa makalah, untuk mahasiswa berupa skripsi atau tesis dan untuk profesional berupa laporan penelitian dan seterusnya, sedangkan tulisan bebas atau karya tulis bisa berbentuk fiksi maupun non fiksi.

Disebut fiksi (fiktif) jika ide atau gagasan yang ditulis tanpa disertai data dan fakta sedangkan non fiksi jika tulisan bebas tersebut disertai data dan fakta maka disebut artikel. Dan jika artikel tersebut terdapat pendapat penulis dan cara mengatasinya disebut opini. Semua jenis tulisan baik fiksi dan non fiksi diharapkan dapat mengedukasi pembaca.

Baca juga: Tulang Punggung yang Tak Terperingati

Ketika kita mendapat acungan jempol artinya pujian atau sanjungan dari orang lain, maka karya atau kerja kita sudah cocok dan mendapat apresiasi. Misalnya menulis sebuah makalah atau artikel pembacanya merasa memperoleh kemanfaatan dari tulisan itu.

Menulis Makalah dan Artikel

Siswa Sekolah Menengah Tingkat Atas (SMTA) mendapat menu khusus dari guru yaitu tugas membuat makalah di suatu mata pelajarannya. Atas tugas tersebut sebagian siswa antusias karena bisa membuat makalah dan sebagian besar siswa tidak antusias karena belum bisa atau tidak bisa membuat makalah walaupun sudah dijelaskan oleh guru pemberi tugas.

Di peringatan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2021 ini, kado kecil buat siswa SMTA, tulis makalah dengan antusias. Mulai menulis dari ide atau gagasan yang dimengerti, sistematikanya benar. Awali menulis latar belakang pada pendahuluan yang menjadi alasan mengapa tulisan itu dibuat. Membuat permasalahan pada bab II, kaitannya sangat erat dengan konteks latar belakang. Oleh karena itu penulisan latar belakang didasarkan pada judulnya.

Untuk mengukur permasalahan yang benar penulis dapat menempatkan pertanyaan apakah atau mengapa, sehingga setiap permasalahan ada keinginan untuk dijawab. Pada bab pembahasan berisi jawaban permasalahan yang diuraikan secara kronologis dan detail yang berisi deskripsi, informasi dan mengedukasi. Menutup sebuah makalah dengan cara menarik kesimpulan dari inti sari pembahasan yang disusun secara jelas dan tegas.

Setiap membuat makalah bagi siswa SMTA, tentu selalu mengikuti petunjuk dan bimbingan guru. Semakin banyak referensi yang resmi dan baik semakin mendukung dan mempercepat pembuatan makalah. Kumpulan referensi menjadi sebuah literasi, dan literasi saat ini menjadi trending di kalangan siswa serta menjadi menu sarapan paginya di sekolah.

Artikel merupakan ide atau gagasan seseorang yang dituangkan dalam bahasa tulis yang didasari data dan fakta sehingga mampu mengedukasi pembaca. Misalnya sebuah artikel berjudul ‘Di Balik Kebodohan Ayam dan Kambing’. Ide penulis menyebutkan bahwa kedua binatang tersebut merupakan binatang yang susah diajari dab dilatih maka disebut binatang bodoh.

Misalnya jika melihat sirkus, belum pernah kita menyaksikan kambing dan ayam sebagai hewan atraksi padahal binatang buas dan galak seperti harimau, ular, gajah, dan lainnya bisa dijinakkan dan dilatih. Predikat kambing atau ayam juga disebut hewan semau gue, yaitu buang kotoran dan makan yang semaunya dan seenaknya sendiri.   

Namun, di balik kebodohan si ayam dan kambing, ketika dijadikan menu sebagai ayam goreng lalapan, soto ayam, sate gule kambing, pencintanya luar biasa banyaknya, dan itulah kelebihannya. Selanjutnya kelebihan lainnya bagi peternak kambing dan ayam memperoleh keuntungan mulai dari telur dan hewan itu ketika dijual.

Dari artikel itu, edukasinya berada pada, jangan pernah katakan kepada teman siswa atau orang lain dengan kata kau bodoh. Sebab di balik kebodohannya, ada kelebihan atau keistimewaan yang kita belum mengetahuinya.

 Dari yang Kecil, Sederhana, dan Benar

Siswa SMTA yang ditugasi guru untuk menulis makalah atau artikel berangkat dari menulis peristiwa, kejadian atau masalah yang kecil, sederhana dan benar.

Disebut kecil dalam konteks sebuah artikel data dan fakta yang dekat dan ada di lingkungan sekitar kita, sehingga kita paham dengan permasalahan itu. Misalnya dalam mata pelajaran ekonomi, dengan judul Musim penghujan harga lombok di Pasar Panji sangat pedas. Dengan judul itu penulis yang berasal dari Kecamatan Panji, dekat dengan lokasi atau objek. Subjeknya yaitu penjual dan pembeli mudah dipantau, perkembangan harganya mudah diperoleh datanya dan seterusnya. Sederhana dapat diartikan menulis disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuannya, tidak dipaksakan.

Benar pada dasarnya adalah penyesuaian antara pikiran dan kenyataan, ketika apa yang ada di dalam pikiran kita dan kemudian itu menjadi kenyataan, maka itu bisa disebut benar. Penulisan makalah atau artikel harus benar sehingga pembaca akan memperoleh kepuasan suatu tulisan.

Mendapat Jempol

Kepuasan manusia tertinggi jika mendapat pujian atau sanjungan, bahasa verbal ditandai dengan acungan jempol. Dan semakin banyak jempol yang diterima itulah yang disebut sukses, artinya kita telah bermanfaat bagi orang lain. Sebuah tulisan yang dibaca orang lain (banyak) dan dapat memberikan informasi dan edukasi berarti dapat memberikan kemanfaatan. Dengan bermanfaatnya tulisan maka bermanfaat pula kita hidup di dunia. Melalui moment peringatan hari guru, sekali lagi saya mengajak kepada siswa dan masyarakat, menulislah yang bermanfaat bagi orang lain. Semoga. (*)

*) Guru SMA Negeri 1 Panji, Situbondo.

(bw/*/als/JPR)

©2021 PT. JawaPos Group Multimedia