Kamis, 02 Dec 2021
Radar Banyuwangi
Home / Kolom
icon featured
Kolom

Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan

Oleh: Aji Jatmiko*

25 November 2021, 10: 30: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan

Share this      

PANDEMI covid-19 telah mengubah pola atau tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Perubahan-perubahan tersebut terjadi di berbagai bidang seperti ekonomi, politik, sosial budaya, pertahanan dan keamanan serta sektor lainnya. Tak terkecuali, di bidang pendidikan juga terkena dampaknya.

Pendidikan di saat pandemi memberikan pengaruh besar dan tantangan tersendiri bagi pelaku pendidikan khususnya seorang guru. Bagaimana seorang guru harus kuat dan sehat secara lahir batin dan tidak mudah menyerah menghadapi keadaan dan tetap tegar dalam mengajar dan mendidik para siswa di tengah pandemi korona.

Seorang guru harus sadar, bergerak dan memiliki rasa sosial serta tanggung jawab untuk memberikan pelayanan terbaik dalam pendidikan serta mengantarkan cita-cita anak bangsa meraih masa depan yang cemerlang. Berbagai upaya telah dilakukan oleh para guru untuk memberikan semangat dan motivasi bagi peserta didik untuk tetap semangat menuntut ilmu pengetahuan yang berguna di saat pandemi melanda negeri ini. Hal ini dilakukan untuk mengurangi learning loss (hilangnya pengetahuan dan keterampilan) para siswa.

Baca juga: Tradisi Makan Bangkai dalam Kehidupan Sehari-hari

Pembelajaran pun berlangsung baik secara daring, luring dan kombinasi antara keduanya sudah dijalankan dengan semaksimal mungkin. Para guru dituntut untuk belajar dan menguasai platform atau media belajar online secara mandiri atau dengan belajar berkelompok dengan guru lainnya untuk meng-update dan meng-upgrade kemampuannya. Hasilnya pun masih belum bisa memberikan dampak secara maksimal. Ini bisa dilihat dari masih banyak siswa yang kurang memahami materi yang disampaikan oleh guru. Namun, para guru tetap semangat dan bergerak hatinya memberikan metode pembelajaran dan konten belajar yang interaktif bagi siswa yang menyenangkan dan tidak membosankan di saat pandemi berlangsung.

Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 25 November 2021, menjadi momen kebangkitan kembali bagi guru-guru di seluruh Indonesia untuk mengenang dan mengapresiasi perjuangan para guru Indonesia dalam rangka membantu pemerintah mengatasi permasalahan-permasalahan pendidikan yang terjadi di Indonesia pada saat pandemi sekarang ini. Dengan mengambil tema hari guru nasional (HGN) “bergerak dengan hati, pulihkan pendidikan”, para guru sadar dan bergerak sepenuh hati membantu pemerintah yaitu memulihkan pendidikan di Indonesia agar menjadi lebih baik lagi ke depannya karena terdampak pandemi korona selama hampir dua tahun.

Saatnya para guru tidak berpangku tangan, tetapi tergerak hatinya untuk maju bersama memulihkan pendidikan dengan bersama baik dengan teman guru sejawat, orang tua siswa dan masyarakat serta pelaku pendidikan lainnya. Hal ini dilakukan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab kita bersama. Tanpa kerja sama yang optimal di antara mereka, sulit rasanya terlaksana dengan baik pula. Bagaimana cara bergerak dan memulihkannya?

Ada beberapa langkah sederhana dan nyata yang bisa dilakukan para guru dalam pemulihan pendidikan di saat pandemi covid-19.

Pertama, menjadi guru yang merdeka belajar. Para guru bisa memberikan pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik untuk mengalami secara langsung proses pembelajaran dengan tahap dan praktik yang dibimbing guru. Mereka diharapkan menggunakan seluruh potensi dalam dirinya bisa belajar dengan gurunya. Mereka lebih banyak menggunakan seluruh panca indera yang dimiliki daripada hanya sekadar mendengarkan materi pelajaran semata dari seorang gurunya. Seorang guru juga perlu memberi kesempatan kepada para siswa untuk bertanya dan mempelajari tentang materi apa yang sangat mereka sukai terkait dengan pengembangan minat dan bakat dalam dirinya.

Kedua, guru menjadi mitra atau teman belajar para siswanya. Guru lebih banyak mendengarkan keluh-kesah siswanya selama mereka belajar di sekolah atau di rumah selama pandemi berlangsung. Pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas yang dilaksanakan di sekolah saat ini hendaknya bisa memberi solusi permasalahan belajar siswa ketika mereka sedang belajar di rumah. Ada saatnya siswa bertanya tentang materi pelajaran dan tugas belajar kepada gurunya di luar jam sekolah. Oleh karena itu, guru bisa memberikan waktu ruang diskusi atau konsultasi melalui perangkat komunikasi seperti handphone atau aplikasi grup WhatsApp dengan memberikan keleluasaan waktu tanpa mengganggu aktivitas guru dan keluarganya ketika berada di rumah. Bagaimanapun juga, para siswa tetap mendapatkan perhatian dari gurunya ketika mereka berada di rumah masing-masing sambil meminta orang tua siswa untuk mengawasi dan memantau perkembangan belajar anaknya.

Ketiga, menjadi guru yang berliterasi. Di era serba digital sekarang ini, para guru dituntut menguasai perkembangan teknologi dan informasi terkini. Seorang guru harus berliterasi untuk memberikan ruang diskusi bagi sesama guru dan siswa dalam belajar dan mewujudkan budaya baca tulis yang dinamis. Salah satu dalam mengembangkan literasi adalah dengan menjadi seorang guru penulis. Para guru juga bisa mengajak siswa untuk menulis. Mereka bisa berkolaborasi memberikan gagasan atau ide menarik terkait dengan situasi bangsa di tengah pandemi covid-19 yang dituangkan dalam bentuk tulisan kreatif dan bermanfaat bagi orang lain. Dengan menulis, mereka menjadi pejuang literasi dan menginspirasi banyak guru dan siswa lainnya. Mereka bisa menghasilkan karya berupa artikel, puisi, cerita pendek dan tulisan lainnya dalam bentuk buku baik solo atau antologi yang bisa memberikan kontribusi baik bagi perkembangan dan kemajuan sekolahnya. Jika guru dan siswa aktif menulis, sekolah pun bisa eksis di tengah masyarakat.

Saatnya para siswa, orang tua dan masyarakat pada umumnya memberikan apresiasi atau penghargaan yang sebesar-besarnya, menghormati serta memuliakan kepada seorang guru karena perjuangannya memberikan layanan pendidikan yang terbaik dalam mengantarkan cita-cita anak didik untuk menjadi seorang siswa yang memiliki profil pelajar Pancasila, sebagaimana yang tertuang dalam Permendikbud nomor 22 tahun 2020 yaitu beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Mahaesa, dan berakhlak mulia, berkebhinnekaan global, gotong royong, mandiri bernalar kritis dan kreatif.

Selamat Hari Guru Nasional 2021! Terima kasih atas semua jasa para guru. Guruku adalah pahlawanku. Guruku adalah inspirasiku. Tanpamu, kami tak berarti apa-apa! (*)

*) Guru SMPN 1 Suboh, Situbondo.

(bw/*/als/JPR)

©2021 PT. JawaPos Group Multimedia