alexametrics
27.2 C
Banyuwangi
Tuesday, May 24, 2022

Hidup Sehat dengan Saraf yang Sehat

KELUHAN saraf merupakan salah satu penyebab terbesar pasien datang kepada dokter. Mulai dari keluhan ringan seperti nyeri, kebas, kesemutan, hingga keluhan berat seperti kelumpuhan maupun kejang. Gangguan saraf atau neuropati merupakan kondisi terganggunya fungsi saraf, yang dapat terjadi karena penyakit tertentu maupun cedera. Kendati demikian, gangguan saraf sebenarnya bisa dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat sejak muda.

Beberapa gaya hidup sehat berikut ini bisa mulai kamu terapkan, untuk meminimalkan risiko terjadinya gangguan saraf:

1.        Olahraga Teratur

Tidak hanya mampu menjaga tubuh tetap fit dan bugar, olahraga yang dilakukan secara teratur juga ternyata dapat membantu mencegah berbagai gangguan saraf. Satu hal yang perlu diingat bahwa olahraga yang perlu kamu lakukan secara teratur bukanlah olahraga berat, melainkan olahraga ringan sekitar 30 menit setiap pagi atau sore hari.

Saat libur juga gunakan waktu senggang untuk aktivitas fisik, seperti hiking, jogging, bersepeda, bulu tangkis, dan banyak aktivitas seru lainnya. Ajarkan pada anak sejak dini bahwa aktivitas fisik memiliki lebih banyak manfaat dibanding bersantai sambil berbaring.

2.       Perhatikan Postur Tubuh saat Bekerja

Baca Juga :  Sehat saat Pandemi Covid-19

Pekerjaan sehari-hari yang menuntut kita melakukan gerakan berulang, secara perlahan dapat memicu terjadinya gangguan saraf. Terlebih jika gerakan yang dilakukan adalah gerakan yang melibatkan beban berat, atau membuat tubuh berada dalam posisi yang tidak nyaman.

Jika Anda memiliki pekerjaan yang mengharuskan untuk duduk dalam waktu lama, coba untuk beristirahat selama beberapa menit dan lakukan gerakan peregangan sederhana. Usahakan posisi duduk tegak dan bersandar sepenuhnya pada sandaran kursi.

Bagi pekerja yang diharuskan mengangkat beban berat, sangat disarankan menggunakan sabuk pelindung tulang belakang. Serta pelatihan cara mengangkat beban yang benar harus dilakukan dalam mengupayakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

3.       Jaga Berat Badan Ideal

Kelebihan berat badan dapat meningkatkan beban pada kaki, lutut, dan memicu berbagai risiko penyakit kardiovaskular. Orang dengan berat badan berlebih memiliki risiko terkena gangguan saraf lebih tinggi, dibanding mereka yang memiliki berat badan ideal. Oleh karena itu, cobalah untuk mulai menjaga berat badan tetap ideal, dengan menerapkan pola makan sehat rendah kalori.

4.       Pastikan Asupan Vitamin B Tercukupi

Selama ini kita mengenal vitamin B sebagai vitamin yang memiliki peran penting. Terutama bagi mereka yang berusia tua, terlebih dengan riwayat penyakit diabetes dan penyakit ginjal kronis, yang sering berujung pada kerusakan saraf, vitamin B1, B6, dan B12 dapat menjadi penyelamat.

Baca Juga :  Persiapan Matang demi Masa Depan Gemilang

Secara umum, vitamin B1 dan B6 berfungsi menutrisi saraf agar bekerja maksimal. Bedanya, B1 merupakan sumber energi saraf, sedangkan B6 fokus pada perbaikan transmisi saraf. Sementara itu, vitamin B12 memiliki peran sebagai bahan baku perbaikan sel-sel saraf yang rusak. Asupan semua jenis vitamin B tersebut dapat dipenuhi dengan mengonsumsi daging merah, kacang-kacangan, sayur, hati, dan buah. Penggunaan suplemen vitamin yang mengandung vitamin B1, B6, dan B12 sangat disarankan guna memastikan ketercukupan kebutuhan harian.

5.       Hindari Alkohol

Kebiasaan mengonsumsi alkohol dapat meningkatkan risiko gangguan saraf. Hal ini karena alkohol dapat mengganggu penyerapan vitamin B. Selain itu, mengonsumsi alkohol juga akan membuat kelainan saraf memberat, terlebih jika orang tersebut memiliki riwayat diabetes, penyakit ginjal kronis, dan pola makan yang tidak sehat. (*)

KELUHAN saraf merupakan salah satu penyebab terbesar pasien datang kepada dokter. Mulai dari keluhan ringan seperti nyeri, kebas, kesemutan, hingga keluhan berat seperti kelumpuhan maupun kejang. Gangguan saraf atau neuropati merupakan kondisi terganggunya fungsi saraf, yang dapat terjadi karena penyakit tertentu maupun cedera. Kendati demikian, gangguan saraf sebenarnya bisa dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat sejak muda.

Beberapa gaya hidup sehat berikut ini bisa mulai kamu terapkan, untuk meminimalkan risiko terjadinya gangguan saraf:

1.        Olahraga Teratur

Tidak hanya mampu menjaga tubuh tetap fit dan bugar, olahraga yang dilakukan secara teratur juga ternyata dapat membantu mencegah berbagai gangguan saraf. Satu hal yang perlu diingat bahwa olahraga yang perlu kamu lakukan secara teratur bukanlah olahraga berat, melainkan olahraga ringan sekitar 30 menit setiap pagi atau sore hari.

Saat libur juga gunakan waktu senggang untuk aktivitas fisik, seperti hiking, jogging, bersepeda, bulu tangkis, dan banyak aktivitas seru lainnya. Ajarkan pada anak sejak dini bahwa aktivitas fisik memiliki lebih banyak manfaat dibanding bersantai sambil berbaring.

2.       Perhatikan Postur Tubuh saat Bekerja

Baca Juga :  Nyeker Mawon Pun

Pekerjaan sehari-hari yang menuntut kita melakukan gerakan berulang, secara perlahan dapat memicu terjadinya gangguan saraf. Terlebih jika gerakan yang dilakukan adalah gerakan yang melibatkan beban berat, atau membuat tubuh berada dalam posisi yang tidak nyaman.

Jika Anda memiliki pekerjaan yang mengharuskan untuk duduk dalam waktu lama, coba untuk beristirahat selama beberapa menit dan lakukan gerakan peregangan sederhana. Usahakan posisi duduk tegak dan bersandar sepenuhnya pada sandaran kursi.

Bagi pekerja yang diharuskan mengangkat beban berat, sangat disarankan menggunakan sabuk pelindung tulang belakang. Serta pelatihan cara mengangkat beban yang benar harus dilakukan dalam mengupayakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

3.       Jaga Berat Badan Ideal

Kelebihan berat badan dapat meningkatkan beban pada kaki, lutut, dan memicu berbagai risiko penyakit kardiovaskular. Orang dengan berat badan berlebih memiliki risiko terkena gangguan saraf lebih tinggi, dibanding mereka yang memiliki berat badan ideal. Oleh karena itu, cobalah untuk mulai menjaga berat badan tetap ideal, dengan menerapkan pola makan sehat rendah kalori.

4.       Pastikan Asupan Vitamin B Tercukupi

Selama ini kita mengenal vitamin B sebagai vitamin yang memiliki peran penting. Terutama bagi mereka yang berusia tua, terlebih dengan riwayat penyakit diabetes dan penyakit ginjal kronis, yang sering berujung pada kerusakan saraf, vitamin B1, B6, dan B12 dapat menjadi penyelamat.

Baca Juga :  Persiapan Matang demi Masa Depan Gemilang

Secara umum, vitamin B1 dan B6 berfungsi menutrisi saraf agar bekerja maksimal. Bedanya, B1 merupakan sumber energi saraf, sedangkan B6 fokus pada perbaikan transmisi saraf. Sementara itu, vitamin B12 memiliki peran sebagai bahan baku perbaikan sel-sel saraf yang rusak. Asupan semua jenis vitamin B tersebut dapat dipenuhi dengan mengonsumsi daging merah, kacang-kacangan, sayur, hati, dan buah. Penggunaan suplemen vitamin yang mengandung vitamin B1, B6, dan B12 sangat disarankan guna memastikan ketercukupan kebutuhan harian.

5.       Hindari Alkohol

Kebiasaan mengonsumsi alkohol dapat meningkatkan risiko gangguan saraf. Hal ini karena alkohol dapat mengganggu penyerapan vitamin B. Selain itu, mengonsumsi alkohol juga akan membuat kelainan saraf memberat, terlebih jika orang tersebut memiliki riwayat diabetes, penyakit ginjal kronis, dan pola makan yang tidak sehat. (*)

Artikel Terkait

Most Read

Abu Tebal Menyembur Ketinggian 1.2 Km

Rengkuh Lima Medali Popwil

Paling Rewel Soal Prokes

Artikel Terbaru

/