alexametrics
27.7 C
Banyuwangi
Saturday, July 2, 2022

Sederhanakah Manfaat Kopi bagi Tubuh?

ANDA mungkin tidak akan pernah menyangka sebelumnya, ternyata minum kopi termasuk baik untuk kesehatan. Banyak peneliti yang akhirnya mengorelasikan kebiasaan minum kopi (ngopai, pada istilah Banyuwangi) dalam jumlah sedang mengandung manfaat kesehatan, termasuk mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular.

Maka, kami sempat bergumam, tak ayal kemarin dalam hal serupa Banyuwangi punya event menarik terkait kopi, yang selain untuk menggiatkan roda ekonomi, tetapi juga tetap dengan fokus eksplorasi hayati produk kopi di wilayah kaki Gunung Raung.

Dan, sebenarnya masih banyak juga wilayah lain di Banyuwangi yang perlu mendapat sentuhan serta perhatian khusus. Berbicara kembali mengenai kegunaan kopi serta studi lain terkait keberadaan kopi untuk mengurangi risiko penyakit. Faktanya, upaya membuktikan bahwa kopi baik untuk kesehatan itu sangat inheren.

Studi memperkirakan bahwa mengonsumsi kopi tiga hingga lima cangkir sehari, akan bermanfaat optimal bagi kesehatan. Aspek kimiawi dalam kopi sungguh sedemikian kompleksnya, mengandung banyak komponen yang dapat memengaruhi kesehatan kita dengan cara yang berbeda.

Kafein, misalnya, adalah senyawa yang paling dominan dalam kandungan kopi. Namun, ada lebih banyak komponen kopi daripada kafein. Berikut paparan beberapa senyawa lain dalam kandungan kopi yang dapat memengaruhi kesehatan.

Alkaloid. Selain kandungan kafein, trigonelin adalah alkaloid penting lainnya yang ditemukan dalam kandungan kopi. Trigonelin memang lebih sedikit diteliti ketimbang keberadaan kafein. Akan tetapi, studi lagi-lagi menunjukkan bahwa alkaloid bisa jadi memiliki manfaat kesehatan, misalnya mengurangi diabetes tipe 2.

Polifenol. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa senyawa ini banyak ditemukan di beberapa tanaman, termasuk kakao dan bluberi. Senyawa itu baik untuk jantung dan pembuluh darah. Polifenol pun dapat membantu mencegah penyakit neurodegenerative, seperti alzheimer. Dan kopi paling dominan mengandung kelas polifenol yang disebut asam klorogenat.

Diterpen. Lagi-lagi, kopi mengandung dua jenis diterpen, yakni cafestol dan kahweol yang membentuk minyak pada kopi. Yaitu, zat lemak alami yang terlepas dari biji kopi selama proses penyeduhan. Dan diterpen sendiri dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Melanoidin. Senyawa yang satu ini merupakan hasil produksi pada suhu tinggi selama proses roasting atau pemanggangan, yang dapat memberikan warna pada kopi sangrai dan memberikan rasa serta aroma khas kopi. Semuanya tadi dimungkinkan juga memiliki efek prebiotik yang berarti senyawa ini mampu meningkatkan jumlah bakteri baik di usus, dan yang terpenting untuk kesehatan secara menyeluruh.

Secara garis besar, cara kopi ditanam, diseduh, dan disajikan semuanya dapat memengaruhi senyawa yang terkandung di dalam kopi. Oleh karena itu, muncul beberapa manfaat kesehatan terkait kopi yang bisa kita rasakan.

Pertama, kondisi pertumbuhan tanaman kopi dapat memengaruhi kandungan kafein dan asam klorogenat dalam kopi. Misalnya, kopi yang ditanam di dataran tinggi akan memiliki kandungan kafein dan asam klorogenat yang lebih rendah. Kedua, jenis biji kopi di antaranya, arabika dan robusta, terbukti memiliki kadar kafein, asam klorogenat, dan trigonelin yang berbeda. Pemrosesan juga memengaruhi komposisi kimia kopi. Misalnya, beberapa jenis kopi tidak mengandung kafein. Proses ini biasanya dilakukan sebelum pemanggangan dan tergantung pada proses metode penghilangan kafein, tetapi senyawa lain dapat terpengaruh. Misalnya, tingkat kecil asam klorogenat dapat hilang selama proses dekafeinasi.

Perihal sejauh mana kopi dipanggang juga sangat menentukan. Semakin panas pemanggangannya, semakin banyak melanoidin yang terbentuk. Akan tetapi, kondisi ini dapat menurunkan kandungan asam klorogenat dan trigonelin.

Di Inggris, kopi instan adalah jenis kopi yang paling umum dikonsumsi. Kopi ini biasanya dibekukan dan di-ekstra kering. Penelitian menunjukkan bahwa kopi instan mengandung tingkat melanoidin yang lebih tinggi per porsi dibandingkan dengan kopi saring dan espreso.

Cara kita menyiapkan kopi juga akan memengaruhi komposisi kimianya. Misalnya, kopi rebus mengandung tingkat diterpen yang lebih tinggi dibandingkan kopi saring. Faktor lain, seperti jumlah biji kopi yang digunakan, bagaimana halusnya ia digiling, suhu air, dan ukuran cangkir juga akan memengaruhi komposisi kimia kopi.

 

Efek Kesehatan

Setiap senyawa pada kopi memiliki efek berbeda pada tingkat kesehatan, itulah sebabnya cara kopi diproduksi dan diseduh berperan penting.

Asam klorogenik, misalnya, diyakini mampu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular dengan meningkatkan fungsi arteri. Ada juga bukti bahwa asam ini dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2, dengan mengendalikan lonjakan gula darah setelah makan.

Di sisi lain, diterpen telah terbukti meningkatkan kadar lipoprotein densitas rendah, sejenis kolesterol yang terkait dengan penyakit kardiovaskular. Sementara ini, sedikit penilitian yang berfokus pada trigonelin dan melanoidin, meski beberapa bukti menunjukkan keduanya sangat baik untuk kesehatan.

Menambahkan krim, gula, dan sirup akan mengubah kandungan nutrisi dari segelas cangkir kopi. Tidak hanya meningkatkan kandungan kalori, tetapi juga dapat meningkatkan asupan lemak jenuh dan gula. Kedua hal ini dapat menyebabkan peningkatan risiko diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular dan dapat melawan efek menguntungkan dari senyawa lain yang terkandung dalam secangkir kopi.

Ada juga bukti bahwa tubuh manusia mampu merespons beberapa senyawa dalam kopi secara berbeda. Minum kopi tiga hingga empat cangkir sehari secara teratur, terbukti meningkatkan toleransi terhadap efek peningkatan tekanan darah dari kafein. Faktor genetika tentunya sangat berperan utuh dalam cara tubuh menangani kafein dan senyawa lain.

Studi juga makin banyak menunjukkan bahwa mikrobioma usus menjadi faktor penting dalam menentukan efek kesehatan yang dimiliki kopi. Misalnya, beberapa penelitian menunjukkan mikroba khusus memainkan peran penting dalam metabolisme asam klorogenat dan karena itu dapat menentukan apakah mereka akan bermanfaat bagi kesehatan.

Dan terakhir sebagai harapan, para peneliti perlu melakukan kajian penelitian besar untuk mengonfirmasi temuan penelitian yang telah ada ini. Yang tampaknya menunjukkan bahwa kopi amat baik untuk kesehatan. Tetapi, bagaimana pun juga, saat menyeduh kopi coba kurangi penggunaan gula dan krim di dalamnya.

Jika Anda dalam keadaan sehat dan tidak hamil, teruslah mengambil pendekatan sedang dalam mengonsumsi kopi. Dan pilihlah kopi saring jika memungkinkan. 

 

 *) Peneliti dan Guru SDN1 Genteng, Banyuwangi

ANDA mungkin tidak akan pernah menyangka sebelumnya, ternyata minum kopi termasuk baik untuk kesehatan. Banyak peneliti yang akhirnya mengorelasikan kebiasaan minum kopi (ngopai, pada istilah Banyuwangi) dalam jumlah sedang mengandung manfaat kesehatan, termasuk mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular.

Maka, kami sempat bergumam, tak ayal kemarin dalam hal serupa Banyuwangi punya event menarik terkait kopi, yang selain untuk menggiatkan roda ekonomi, tetapi juga tetap dengan fokus eksplorasi hayati produk kopi di wilayah kaki Gunung Raung.

Dan, sebenarnya masih banyak juga wilayah lain di Banyuwangi yang perlu mendapat sentuhan serta perhatian khusus. Berbicara kembali mengenai kegunaan kopi serta studi lain terkait keberadaan kopi untuk mengurangi risiko penyakit. Faktanya, upaya membuktikan bahwa kopi baik untuk kesehatan itu sangat inheren.

Studi memperkirakan bahwa mengonsumsi kopi tiga hingga lima cangkir sehari, akan bermanfaat optimal bagi kesehatan. Aspek kimiawi dalam kopi sungguh sedemikian kompleksnya, mengandung banyak komponen yang dapat memengaruhi kesehatan kita dengan cara yang berbeda.

Kafein, misalnya, adalah senyawa yang paling dominan dalam kandungan kopi. Namun, ada lebih banyak komponen kopi daripada kafein. Berikut paparan beberapa senyawa lain dalam kandungan kopi yang dapat memengaruhi kesehatan.

Alkaloid. Selain kandungan kafein, trigonelin adalah alkaloid penting lainnya yang ditemukan dalam kandungan kopi. Trigonelin memang lebih sedikit diteliti ketimbang keberadaan kafein. Akan tetapi, studi lagi-lagi menunjukkan bahwa alkaloid bisa jadi memiliki manfaat kesehatan, misalnya mengurangi diabetes tipe 2.

Polifenol. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa senyawa ini banyak ditemukan di beberapa tanaman, termasuk kakao dan bluberi. Senyawa itu baik untuk jantung dan pembuluh darah. Polifenol pun dapat membantu mencegah penyakit neurodegenerative, seperti alzheimer. Dan kopi paling dominan mengandung kelas polifenol yang disebut asam klorogenat.

Diterpen. Lagi-lagi, kopi mengandung dua jenis diterpen, yakni cafestol dan kahweol yang membentuk minyak pada kopi. Yaitu, zat lemak alami yang terlepas dari biji kopi selama proses penyeduhan. Dan diterpen sendiri dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Melanoidin. Senyawa yang satu ini merupakan hasil produksi pada suhu tinggi selama proses roasting atau pemanggangan, yang dapat memberikan warna pada kopi sangrai dan memberikan rasa serta aroma khas kopi. Semuanya tadi dimungkinkan juga memiliki efek prebiotik yang berarti senyawa ini mampu meningkatkan jumlah bakteri baik di usus, dan yang terpenting untuk kesehatan secara menyeluruh.

Secara garis besar, cara kopi ditanam, diseduh, dan disajikan semuanya dapat memengaruhi senyawa yang terkandung di dalam kopi. Oleh karena itu, muncul beberapa manfaat kesehatan terkait kopi yang bisa kita rasakan.

Pertama, kondisi pertumbuhan tanaman kopi dapat memengaruhi kandungan kafein dan asam klorogenat dalam kopi. Misalnya, kopi yang ditanam di dataran tinggi akan memiliki kandungan kafein dan asam klorogenat yang lebih rendah. Kedua, jenis biji kopi di antaranya, arabika dan robusta, terbukti memiliki kadar kafein, asam klorogenat, dan trigonelin yang berbeda. Pemrosesan juga memengaruhi komposisi kimia kopi. Misalnya, beberapa jenis kopi tidak mengandung kafein. Proses ini biasanya dilakukan sebelum pemanggangan dan tergantung pada proses metode penghilangan kafein, tetapi senyawa lain dapat terpengaruh. Misalnya, tingkat kecil asam klorogenat dapat hilang selama proses dekafeinasi.

Perihal sejauh mana kopi dipanggang juga sangat menentukan. Semakin panas pemanggangannya, semakin banyak melanoidin yang terbentuk. Akan tetapi, kondisi ini dapat menurunkan kandungan asam klorogenat dan trigonelin.

Di Inggris, kopi instan adalah jenis kopi yang paling umum dikonsumsi. Kopi ini biasanya dibekukan dan di-ekstra kering. Penelitian menunjukkan bahwa kopi instan mengandung tingkat melanoidin yang lebih tinggi per porsi dibandingkan dengan kopi saring dan espreso.

Cara kita menyiapkan kopi juga akan memengaruhi komposisi kimianya. Misalnya, kopi rebus mengandung tingkat diterpen yang lebih tinggi dibandingkan kopi saring. Faktor lain, seperti jumlah biji kopi yang digunakan, bagaimana halusnya ia digiling, suhu air, dan ukuran cangkir juga akan memengaruhi komposisi kimia kopi.

 

Efek Kesehatan

Setiap senyawa pada kopi memiliki efek berbeda pada tingkat kesehatan, itulah sebabnya cara kopi diproduksi dan diseduh berperan penting.

Asam klorogenik, misalnya, diyakini mampu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular dengan meningkatkan fungsi arteri. Ada juga bukti bahwa asam ini dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2, dengan mengendalikan lonjakan gula darah setelah makan.

Di sisi lain, diterpen telah terbukti meningkatkan kadar lipoprotein densitas rendah, sejenis kolesterol yang terkait dengan penyakit kardiovaskular. Sementara ini, sedikit penilitian yang berfokus pada trigonelin dan melanoidin, meski beberapa bukti menunjukkan keduanya sangat baik untuk kesehatan.

Menambahkan krim, gula, dan sirup akan mengubah kandungan nutrisi dari segelas cangkir kopi. Tidak hanya meningkatkan kandungan kalori, tetapi juga dapat meningkatkan asupan lemak jenuh dan gula. Kedua hal ini dapat menyebabkan peningkatan risiko diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular dan dapat melawan efek menguntungkan dari senyawa lain yang terkandung dalam secangkir kopi.

Ada juga bukti bahwa tubuh manusia mampu merespons beberapa senyawa dalam kopi secara berbeda. Minum kopi tiga hingga empat cangkir sehari secara teratur, terbukti meningkatkan toleransi terhadap efek peningkatan tekanan darah dari kafein. Faktor genetika tentunya sangat berperan utuh dalam cara tubuh menangani kafein dan senyawa lain.

Studi juga makin banyak menunjukkan bahwa mikrobioma usus menjadi faktor penting dalam menentukan efek kesehatan yang dimiliki kopi. Misalnya, beberapa penelitian menunjukkan mikroba khusus memainkan peran penting dalam metabolisme asam klorogenat dan karena itu dapat menentukan apakah mereka akan bermanfaat bagi kesehatan.

Dan terakhir sebagai harapan, para peneliti perlu melakukan kajian penelitian besar untuk mengonfirmasi temuan penelitian yang telah ada ini. Yang tampaknya menunjukkan bahwa kopi amat baik untuk kesehatan. Tetapi, bagaimana pun juga, saat menyeduh kopi coba kurangi penggunaan gula dan krim di dalamnya.

Jika Anda dalam keadaan sehat dan tidak hamil, teruslah mengambil pendekatan sedang dalam mengonsumsi kopi. Dan pilihlah kopi saring jika memungkinkan. 

 

 *) Peneliti dan Guru SDN1 Genteng, Banyuwangi

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/