alexametrics
27.3 C
Banyuwangi
Tuesday, July 5, 2022

Pilih Membaca atau Menonton?

ADA banyak sekali cara untuk kita menambah pengetahuan. Membaca dan menonton salah duanya. Kita semua mungkin sudah tahu, bahwa memang kebudayaan membaca lebih tua daripada kebudayaan menonton. Membaca telah menjadi saksi atas perkembangan peradaban manusia, yang muncul ketika aksara diciptakan hingga ditemukannya kertas. Sedangkan kebudayaan untuk menonton sendiri dimulai dari pertunjukan sebuah panggung, kemudian berkembang menjadi televisi, smartphone, dan alat digital lainnya.

Jika kita bandingkan antara membaca dengan menonton, saya menilai membaca akan memiliki lebih banyak keunggulan. Karena apa? Membaca akan melibatkan otak ketiga untuk kita bernalar dan selalu berlogika. Membaca juga akan melatih daya ingat kita dan konsentrasi dalam jangka waktu yang lama. Membaca buku secara rutin juga akan membantu otak berstimulasi untuk terbiasa mengolah pikiran dan memori, serta fokus terhadap suatu hal selama beberapa waktu. Dengan kata lain, membaca dapat mencegah penurunan daya ingat

Akan tetapi tidak bisa kita hindari pada zaman sekarang, di mana digital terus berkembang bagai tunas kacang hijau. Kita sekarang berada di era di mana digital akan selalu menuntut kepraktisan dan serba instan, yang membuat kegiatan menonton lebih diminati dibandingkan dengan membaca.  Dengan biaya yang relatif murah dan dengan hanya membayar beberapa ribu rupiah, kita bisa menjadikan laptop dan gadget kita sebagai bioskop mini yang dapat ditonton kapan saja.

Jika kita bandingkan, memang membaca memiliki banyak sekali keunggulan dari pada menonton. Akan tetapi pernahkah kita berpikir sejenak, ada banyak hal yang kita dapatkan melalui menonton. Bisa dikatakan, bahwa menonton adalah sebuah jalan lain bagi masyarakat yang ingin memperluas pengetahuan akan tetapi tidak memiliki hobi terhadap membaca. Selain menjadi media hiburan dan penambah wawasan, aktivitas menonton lebih cepat diterima oleh otak.

Menurut saya sendiri ketika kita menonton, sebenarnya kita juga sedang membaca. Tapi hanya saja kata-kata yang terdapat di buku berubah menjadi bentuk video, yang mana juga sama-sama juga mengandung pengetahuan. Jadi, untuk menonton sendiri tidak kalah saing dengan membaca.

Kegiatan menonton juga baik untuk kesehatan otak. Salah satunya adalah film horor, ternyata film bergenre ini baik untuk kesehatan otak. Tercatat dari hellosehat.com, menonton film memungkinkan otak untuk melepas senyawa kimia seperti dopamin, serotonin, dan glutamat. Film horor juga dapat memicu pelepasan adrenalin yang punya efek mirip anestesi dari obat. Hal ini baik untuk kesehatan mental karena mampu menurunkan tingkat stres serta kecemasan.

Dan juga bagi masyarakat yang tidak suka membaca, seperti hal membaca novel, mungkin akan lebih memilih untuk menonton film. Karena tidak sedikit film-film yang terinspirasi dari sebuah novel. Dengan cara inilah, kita dapat mendapatkan sebuah pengetahuan melalui kegiatan yang asyik dan seru. Ditambah lagi, menonton dapat menghilangkan stres, memberi banyak pelajaran baru, serta menginspirasi dan memotivasi.

Perlu diketahui juga, bahwa film juga bisa menjadi penyampaian isu sosial. Seperti jika Anda pernah menonton film The Day After Tomorrow, yang menceritakan tentang perubahan iklim. Dengan menonton film-film dengan isu sosial, si penonton bisa lebih peka dan menyadari isu-isu di sekitarnya. Film juga dapat membantu menyampaikan pesan penting kepada masyarakat dengan cara yang menghibur dan menyenangkan.

Melalui sebuah film banyak hal-hal baru yang dapat dipelajari. Film dapat menambah pengetahuan tentang budaya, mempelajari sejarah suatu negara, serta mengenal tokoh-tokoh penting. Ketika menonton film luar negeri, Anda juga bisa sambil mempelajari bahasa asing.

Saat ini menonton video atau film merupakan hal yang biasa dilakukan dalam keseharian bagi kebanyakan orang. Ditambah lagi informasi yang disampaikan melalui menonton video atau pun film akan lebih mudah diingat bagi setiap orang yang menontonnya. Sehingga video umumnya digunakan untuk kepentingan umum dengan berbagai informasi yang disampaikan.

Video juga banyak digunakan sebagai media pembelajaran di dunia pendidikan. Dimulai dari jenjang sekolah dasar maupun hingga perguruan tinggi. Biasanya pembelajaran dengan media video ini disebut dengan video based learning atau pembelajaran berbasis video.

Ada dua elemen penting yang dimiliki video untuk belajar yaitu visual dan audio. Elemen visual berguna untuk menyediakan sumber utama informasi yang mudah dipahami dan diselaraskan dengan elemen audio yang digunakan untuk menguraikan informasi.

Ada sejumlah alasan mengapa dalam kegiatan pembelajaran peran video sangatlah penting.

Pertama, belajar menggunakan video akan lebih efektif dan efisien. Mengapa begitu? Karena menggunakan video akan lebih efektif dalam menjelaskan suatu informasi yang bersifat luas dalam waktu yang relatif singkat. Apalagi, produksi video bisa dilakukan sendiri dengan biaya yang terjangkau dan dapat mencakup seluruh informasi.

Kedua, mudah dimengerti. Karena biasanya video yang digunakan memuat gambar yang realistis, ditambah lagi dengan adanya desain grafis dan minim teks, sehingga hal tersebut akan mempermudah bagi peserta didik dalam memahami informasi yang disampaikan. Peserta didik akan mengamati video yang diperlihatkan, dan dengan mudah menyerap nilai pengetahuan dan keterampilan yang disajikan melalui video tersebut.

Ketiga, video akan mendukung pembelajaran menjadi lebih aktif. Video yang disajikan akan memberikan interaktif tersendiri kepada pelajar untuk berperan aktif saat belajar. Tentunya dengan aktif memberikan pengalaman langsung yang akan diingat oleh peserta tersebut.

Banyak ilmuwan mengatakan bahwa proses penyerapan sebuah informasi maupun ilmu pengetahuan, melalui proses mendengar dan melihat akan lebih cepat penyampaiannya ke otak daripada hanya menyerap informasi hanya mengandalkan penglihatan. Karena sebenarnya pancaindra yang paling cepat menjalankan tugasnya adalah telinga.

Nah, sekarang kita pilih sendiri, mau menambah ilmu dan pengetahuan dengan memperbanyak literasi melalui membaca atau menonton. (*)

*) Mahasiswa Bahasa Inggris Institut Agama Islam Darussalam, Blokagung, Banyuwangi.

ADA banyak sekali cara untuk kita menambah pengetahuan. Membaca dan menonton salah duanya. Kita semua mungkin sudah tahu, bahwa memang kebudayaan membaca lebih tua daripada kebudayaan menonton. Membaca telah menjadi saksi atas perkembangan peradaban manusia, yang muncul ketika aksara diciptakan hingga ditemukannya kertas. Sedangkan kebudayaan untuk menonton sendiri dimulai dari pertunjukan sebuah panggung, kemudian berkembang menjadi televisi, smartphone, dan alat digital lainnya.

Jika kita bandingkan antara membaca dengan menonton, saya menilai membaca akan memiliki lebih banyak keunggulan. Karena apa? Membaca akan melibatkan otak ketiga untuk kita bernalar dan selalu berlogika. Membaca juga akan melatih daya ingat kita dan konsentrasi dalam jangka waktu yang lama. Membaca buku secara rutin juga akan membantu otak berstimulasi untuk terbiasa mengolah pikiran dan memori, serta fokus terhadap suatu hal selama beberapa waktu. Dengan kata lain, membaca dapat mencegah penurunan daya ingat

Akan tetapi tidak bisa kita hindari pada zaman sekarang, di mana digital terus berkembang bagai tunas kacang hijau. Kita sekarang berada di era di mana digital akan selalu menuntut kepraktisan dan serba instan, yang membuat kegiatan menonton lebih diminati dibandingkan dengan membaca.  Dengan biaya yang relatif murah dan dengan hanya membayar beberapa ribu rupiah, kita bisa menjadikan laptop dan gadget kita sebagai bioskop mini yang dapat ditonton kapan saja.

Jika kita bandingkan, memang membaca memiliki banyak sekali keunggulan dari pada menonton. Akan tetapi pernahkah kita berpikir sejenak, ada banyak hal yang kita dapatkan melalui menonton. Bisa dikatakan, bahwa menonton adalah sebuah jalan lain bagi masyarakat yang ingin memperluas pengetahuan akan tetapi tidak memiliki hobi terhadap membaca. Selain menjadi media hiburan dan penambah wawasan, aktivitas menonton lebih cepat diterima oleh otak.

Menurut saya sendiri ketika kita menonton, sebenarnya kita juga sedang membaca. Tapi hanya saja kata-kata yang terdapat di buku berubah menjadi bentuk video, yang mana juga sama-sama juga mengandung pengetahuan. Jadi, untuk menonton sendiri tidak kalah saing dengan membaca.

Kegiatan menonton juga baik untuk kesehatan otak. Salah satunya adalah film horor, ternyata film bergenre ini baik untuk kesehatan otak. Tercatat dari hellosehat.com, menonton film memungkinkan otak untuk melepas senyawa kimia seperti dopamin, serotonin, dan glutamat. Film horor juga dapat memicu pelepasan adrenalin yang punya efek mirip anestesi dari obat. Hal ini baik untuk kesehatan mental karena mampu menurunkan tingkat stres serta kecemasan.

Dan juga bagi masyarakat yang tidak suka membaca, seperti hal membaca novel, mungkin akan lebih memilih untuk menonton film. Karena tidak sedikit film-film yang terinspirasi dari sebuah novel. Dengan cara inilah, kita dapat mendapatkan sebuah pengetahuan melalui kegiatan yang asyik dan seru. Ditambah lagi, menonton dapat menghilangkan stres, memberi banyak pelajaran baru, serta menginspirasi dan memotivasi.

Perlu diketahui juga, bahwa film juga bisa menjadi penyampaian isu sosial. Seperti jika Anda pernah menonton film The Day After Tomorrow, yang menceritakan tentang perubahan iklim. Dengan menonton film-film dengan isu sosial, si penonton bisa lebih peka dan menyadari isu-isu di sekitarnya. Film juga dapat membantu menyampaikan pesan penting kepada masyarakat dengan cara yang menghibur dan menyenangkan.

Melalui sebuah film banyak hal-hal baru yang dapat dipelajari. Film dapat menambah pengetahuan tentang budaya, mempelajari sejarah suatu negara, serta mengenal tokoh-tokoh penting. Ketika menonton film luar negeri, Anda juga bisa sambil mempelajari bahasa asing.

Saat ini menonton video atau film merupakan hal yang biasa dilakukan dalam keseharian bagi kebanyakan orang. Ditambah lagi informasi yang disampaikan melalui menonton video atau pun film akan lebih mudah diingat bagi setiap orang yang menontonnya. Sehingga video umumnya digunakan untuk kepentingan umum dengan berbagai informasi yang disampaikan.

Video juga banyak digunakan sebagai media pembelajaran di dunia pendidikan. Dimulai dari jenjang sekolah dasar maupun hingga perguruan tinggi. Biasanya pembelajaran dengan media video ini disebut dengan video based learning atau pembelajaran berbasis video.

Ada dua elemen penting yang dimiliki video untuk belajar yaitu visual dan audio. Elemen visual berguna untuk menyediakan sumber utama informasi yang mudah dipahami dan diselaraskan dengan elemen audio yang digunakan untuk menguraikan informasi.

Ada sejumlah alasan mengapa dalam kegiatan pembelajaran peran video sangatlah penting.

Pertama, belajar menggunakan video akan lebih efektif dan efisien. Mengapa begitu? Karena menggunakan video akan lebih efektif dalam menjelaskan suatu informasi yang bersifat luas dalam waktu yang relatif singkat. Apalagi, produksi video bisa dilakukan sendiri dengan biaya yang terjangkau dan dapat mencakup seluruh informasi.

Kedua, mudah dimengerti. Karena biasanya video yang digunakan memuat gambar yang realistis, ditambah lagi dengan adanya desain grafis dan minim teks, sehingga hal tersebut akan mempermudah bagi peserta didik dalam memahami informasi yang disampaikan. Peserta didik akan mengamati video yang diperlihatkan, dan dengan mudah menyerap nilai pengetahuan dan keterampilan yang disajikan melalui video tersebut.

Ketiga, video akan mendukung pembelajaran menjadi lebih aktif. Video yang disajikan akan memberikan interaktif tersendiri kepada pelajar untuk berperan aktif saat belajar. Tentunya dengan aktif memberikan pengalaman langsung yang akan diingat oleh peserta tersebut.

Banyak ilmuwan mengatakan bahwa proses penyerapan sebuah informasi maupun ilmu pengetahuan, melalui proses mendengar dan melihat akan lebih cepat penyampaiannya ke otak daripada hanya menyerap informasi hanya mengandalkan penglihatan. Karena sebenarnya pancaindra yang paling cepat menjalankan tugasnya adalah telinga.

Nah, sekarang kita pilih sendiri, mau menambah ilmu dan pengetahuan dengan memperbanyak literasi melalui membaca atau menonton. (*)

*) Mahasiswa Bahasa Inggris Institut Agama Islam Darussalam, Blokagung, Banyuwangi.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/