Rabu, 27 Oct 2021
Radar Banyuwangi
Home / Kolom
icon featured
Kolom

Jamu, Jawaban pada Masa Pandemi

Oleh: Muhammad Aftoni*

17 September 2021, 13: 35: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Jamu, Jawaban pada Masa Pandemi

Share this      

SEJAK diumumkannya covid-19 sebagai pandemi, pemerintah membuat satuan tugas (satgas) covid-19. Pada saat itu juga, mulai terbentuknya peraturan kebijakan. Awalnya kita harus memakai protokol kesehatan, penerapan 3M hingga berubah menjadi 5M. Setelah itu PSBB mulai diberlakukan dan sampai yang sekarang ini kebijakan PPKM. 

Kebijakan-kebijakan tersebut belum semuanya sesuai dengan ekspektasi. Gerakan vaksinasi juga sudah digalakkan, namun tidak mengurangi angka kasus positif covid-19. Gerakan vaksinasi ini juga sangat didambakan oleh masyarakat di Indonesia, tetapi sayangnya masih banyak beredar kabar hoaks mengenai isi kandungan vaksin.

Akibatnya, masyarakat ada yang enggan untuk menerima vaksin. Kondisi imunitas mereka juga akan menurun. Bahwa pemikiran mereka untuk tidak vaksin itu, karena mereka berpikir bahwa imunitas itu bisa meningkatkan ketika kita menjalankan pola hidup sehat.

Baca juga: Optimistis Ekonomi Bangkit Pasca Vaksinasi

 Bila kita amati, dalam kondisi seperti ini diperlukan pola hidup sehat. Ada banyak cara untuk tetap sehat dan memperkuat sistem kekebalan tubuh. Pola hidup sehat merupakan salah satu upaya yang harus dikembangkan untuk meningkatkan imunitas tubuh kala kondisi pandemi seperti sekarang ini. Kita bisa terapkan dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan protein, nutrisi yang dapat menambah imunitas tubuh, seperti jamu. 

Siapa sih yang belum tahu jamu? Mungkin sudah sangat familiar dengan kata jamu di telinga kita. Jamu merupakan obat tradisional yang telah dipraktikkan selama berabad-abad di masyarakat Indonesia untuk menjaga kesehatan.

Sayangnya masih banyak masyarakat yang beranggapan jamu minuman orang dulu, hanya diminum orang tua dan masih banyak orang yang ragu dengan kandungan jamu sebagai minuman penambah imunitas tubuh. Memang apa yang membuat mereka ragu? Padahal tanaman herbal yang dipakai juga sudah jelas akan manfaatnya. Di antaranya kunyit, serai, jahe, temulawak, dan temu hitam

Contohnya pada tanaman herbal temu hitam. Pastinya sudah tahu semua dengan temu hitam ini. Orang tua dulu biasanya menggunakan temu hitam ini untuk meningkatkan nafsu makan anak. Temu hitam ini juga kaya akan flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan dan anti-mikroba. Tidak disangka memang, temu hitam ini memiliki cukup banyak khasiat bagi kesehatan tubuh kita. Salah satu khasiat yang cukup tepat dan sangat dibutuhkan sekali untuk masa pandemi sekarang ini yaitu, detoksifikasi (mengeluarkan racun dari dalam tubuh) dan antimikroba (mencegah infeksi bakteri). 

Dalam kondisi seperti ini, kita juga dipaksa belajar menerapkan pola hidup sehat yang sebelum-sebelumnya sangat jarang sekali. kesadaran diri kita juga sekarang ini lagi dibentuk, bagaimana kita bisa bertahan dengan keterbatasan kita seperti ini, tetapi kita juga disuruh untuk bisa melakukan pola hidup sehat. Dalam anggapan kita mungkin sangat sulit sekali, tetapi harus bagaimana pun kita yang harus beradaptasi dengan lingkungan seperti kondisi sekarang ini.  

Salah satu contohnya, ya dengan mengonsumsi jamu itu. Dengan begitu kita juga dapat menerapkan pola hidup sehat dengan keterbatasan kondisi seperti ini. Tidak ada alasan untuk tidak bisa menerapkan pola hidup sehat. Contoh kasus ini juga ada pada lingkungan tempat tinggal saya sendiri. Awalnya masyarakat enggan dan banyak alasan ini itu menerapkan pola hidup sehat. Beranggapan yang sama mengenai jamu. Pada akhirnya mereka semua berbondong-bondong dan disadarkan untuk mengonsumsi jamu sebagai upaya memulai pola hidup sehat pada kondisi pandemi sekarang ini. 

Sekarang siapa juga yang akan merasakan jika kita menerapkan pola hidup sehat? Pastinya diri kita sendiri yang akan merasakan dampak positifnya. Tidak perlu cemas, WHO sekarang ini menganjurkan untuk mengonsumsi minuman dan makanan herbal yang dapat menambah imunitas tubuh. Jamu ini bukan hanya boleh dikonsumsi oleh masyarakat yang belum divaksinasi, tetapi semua warga masyarakat yang sudah melaksanakan vaksinasi atau pun tidak, sangat dianjurkan untuk mengonsumsi minuman atau makanan herbal.

Mengonsumsi jamu di masa pandemi sekarang ini sangat dianjurkan terutama apalagi setelah melakukan vaksinasi agar supaya daya tahan tubuh tambah meningkat dan tidak gampang terserang virus. Tidak cukup rasanya bila sudah divaksin tetapi masih belum menyadari, dan belum bisa menjaga pola hidup sehat di kondisi pandemi sekarang ini. Perlu kesadaran yang cukup tinggi pastinya mengenai pentingnya pola hidup sehat dan pendamping setelah melaksanakan vaksinasi dengan meminum jamu. 

Diri kita sendiri juga yang akan merasakan dampak positif dari melakukan upaya pola hidup sehat. Kita melaksanakan pola hidup sehat ini merupakan sebagai upaya untuk meringankan pemerintah dalam menurunkan kasus positif covid-19.

Jadi jangan ragu untuk mengonsumsi jamu. Yang terpenting cukup sadari bagaimana kita menjaga tubuh tetap sehat serta menambah daya tahan tubuh di saat kondisi pandemi sekarang ini. (*)

*) Siswa Kelas 12 MIPA-5, MAN 1 Banyuwangi.

(bw/*/als/JPR)

©2021 PT. JawaPos Group Multimedia