alexametrics
26.7 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Kartini Baru di Era Pandemi

PEREMPUAN sebagai seorang ibu, adalah madrasah pertama yang dikenal anak dan merupakan tempat utama dalam pembentukan kepribadian seorang anak. Peran perempuan sebagai seorang ibu merupakan figur yang dicontoh dan diteladani dalam perilaku, moralitas, dan perannya di mata seorang anak.

Di samping peran kodrati yang nyaris tidak tergantikan tersebut, perempuan juga mempunyai peran sosial yang dapat dijadikan salah satu parameter moralitas sebuah bangsa. Perempuan juga dapat berperan aktif di berbagai sektor tanpa menanggalkan kodratnya. Tidak jarang, perempuan yang diibaratkan tulang rusuk tersebut berubah fungsi menjadi tulang punggung.

April selalu ditandai sebagai momen untuk mengenang sang pejuang hak-hak perempuan di zamannya. Peringatan hari lahir salah satu pejuang perempuan yang mewarnai sejarah bangsa Indonesia. Dialah Raden Ajeng Kartini yang biasa dipanggil Kartini, sudah di depan mata tepatnya 21 April. Mengingat pada masanya, Kartini yang berjuang membuat derajat kaum perempuan setara dengan kaum laki-laki.

Walaupun Kartini berasal dari golongan keluarga yang terhormat dan terpelajar, tetap tidak menyurutkan niatnya yang luhur untuk memperbaiki nasib perempuan pribumi. Yang tidak bisa mendapatkan pendidikan yang baik, dan hal ini sangat menghambat kemajuan perempuan pada saat itu. Dengan keberanian dan pengorbanan yang tulus, Kartini mampu mengubah kaumnya dari belenggu diskriminasi.

Hasil perjuangan Kartini sangat dirasakan sampai sekarang. Dapat dilihat kaum perempuan Indonesia, kini dapat disejajarkan dengan kaum laki-laki dalam berbagai aspek kehidupan, baik di bidang politik, ekonomi, maupun sosial.  Semangat yang dimiliki Kartini dalam memperjuangkan emansipasi wanita, di era modern sekarang ini, tertanam di setiap relung hati perempuan Indonesia. Hal ini membuat perempuan Indonesia zaman sekarang atau sebut saja Kartini masa kini, memiliki prestasi yang tidak bisa dihitung lagi dalam berbagai bidang. Baik bidang politik, ekonomi, teknologi, maupun sosial.

Dalam bidang ekonomi, banyak perempuan masa kini yang jenjang pendidikannya tinggi dan memiliki pekerjaan yang setara atau bahkan melebihi laki-laki, bukan hanya sebagai ibu rumah tangga. Tidak hanya itu, perempuan masa kini selain menjadi ibu rumah tangga yang harus merawat anak, juga bertanggung jawab untuk mendidik anak-anaknya agar dapat berguna bagi bangsa, negara, dan agama.

Baca Juga :  Perempuan Tangguh Zaman Now

Dari berbagai dampak positif yang ada, sudah seharusnya kita menjadi Kartini di era modern ini dan bisa mencapai berbagai prestasi yang membanggakan, meneruskan semangat yang ada dalam diri seorang Kartini. Semangat yang dimiliki Kartini harus kita tularkan kepada teman-teman seperjuangan, jangan sampai mereka tidak tahu sejarah perjuangan perempuan yang sangat membanggakan.

Sebagai pelajar di era modern tentu kita harus paham soal teknologi terutama yang berkaitan dengan kegiatan kita sehari-hari. Namun, jangan sampai teknologi canggih dan pergaulan zaman sekarang membuat kita dengan mudah terpengaruh berita-berita hoaks yang mudah tersebar, dapat membawa kita ke jalan yang salah.

Sebagai pelajar kita harus bisa bersikap cerdas, kita harus bisa memilah mana yang tidak pantas dilakukan dan mana yang bisa membawa kita maju sebagai pelajar yang cerdas. Semangat untuk bisa membantu dan berbuat baik untuk orang lain, semangat untuk bisa berprestasi di berbagai bidang dalam kehidupan.

Apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini, jangan pernah menyerah. Ayo semangat belajar, jangan biarkan penyesalan datang. Belajar dengan rajin dan berdoa sebagai usaha mewujudkan mimpi sebagai Kartini masa depan. Tanamkan sifat seorang Kartini pada diri kita. Kartini yang cerdas, pemberani, dan yakin dengan semua usaha yang dilakukan adalah hal yang positif.

Kartini adalah salah satu contoh dari keteguhan menggapai impian. Tanggal 21 April 2021 sudah di depan mata. Yang kita peringati sebagai hari lahir Raden Ajeng Kartini. Hari Kartini mengingatkan kita akan pentingnya ide dan gagasan. Kartini menuliskan gagasannya, ada ide, kata-kata, dan disampaikan dengan cara yang benar. Ini adalah salah satu contoh yang baik dan sebagai pelajar ini bisa kita tuangkan dengan menulis. Sehingga bisa kita sampaikan ide-ide yang ada di pikiran kita.

Baca Juga :  Realita di Balik Tanah Surga

Memperingati Hari Kartini setiap tanggal 21 April yang merupakan hari lahir Raden Ajeng Kartini, tentu tidak sekadar memperingati dengan berpakaian kebaya, memakai konde, ataupun mengadakan pawai. Yang harus kita lakukan adalah mencontoh semangat dan kecerdasan Kartini. Untuk selalu memperjuangkan harkat dan martabat perempuan. Meningkatkan pengembangan dirinya dengan cara mencetuskan ide yang kreatif dan inovatif dalam segala bidang. Sehingga mampu meraih kesuksesan dari ketekunan yang dijalankannya.

Semoga peringatan Hari Kartini yang akan datang bisa menyadarkan kaum muda, khususnya kaum pelajar putri. Di balik pendidikan dan kemajuan yang harus dicapai, kita tidak boleh hanya ingin bersaing dengan kaum laki-laki. Dari yang saya baca, pendidikan seorang perempuan haruslah seimbang, dan seorang perempuan nanti menjadi seorang ibu yang mendidik anak dalam satu keluarga, yang sama saja dengan membina satu generasi. Barang kali itu satu kemuliaan perjuangan Raden Ajeng Kartini bagi kemajuan negeri tercinta dan arti Kartini di masa kini. Yang harus kita lakukan adalah mencontoh semangat dan kecerdasan Kartini, untuk selalu memperjuangkan harkat dan martabat perempuan.

Jangan sampai generasi-generasi di bawah kita tidak mengerti tentang bagaimana sejarah Kartini di masa lalu. Sosok yang membuat perubahan besar yang membawa dampak bagi kaum wanita di zaman modern ini. Peringatan jasa pahlawan kita, RA Kartini semestinya tidak hanya dilakukan pada tanggal 21 April saja. Melainkan kapan pun kita dapat memperjuangkan hak-hak perempuan dengan segala cara yang kita miliki masing-masing. Perempuan saat ini selalu berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan menunjukkan dirinya dalam versi terbaik yang kita miliki. (*)

 

*) Siswa kelas 9A, MTsN 1 Banyuwangi.

PEREMPUAN sebagai seorang ibu, adalah madrasah pertama yang dikenal anak dan merupakan tempat utama dalam pembentukan kepribadian seorang anak. Peran perempuan sebagai seorang ibu merupakan figur yang dicontoh dan diteladani dalam perilaku, moralitas, dan perannya di mata seorang anak.

Di samping peran kodrati yang nyaris tidak tergantikan tersebut, perempuan juga mempunyai peran sosial yang dapat dijadikan salah satu parameter moralitas sebuah bangsa. Perempuan juga dapat berperan aktif di berbagai sektor tanpa menanggalkan kodratnya. Tidak jarang, perempuan yang diibaratkan tulang rusuk tersebut berubah fungsi menjadi tulang punggung.

April selalu ditandai sebagai momen untuk mengenang sang pejuang hak-hak perempuan di zamannya. Peringatan hari lahir salah satu pejuang perempuan yang mewarnai sejarah bangsa Indonesia. Dialah Raden Ajeng Kartini yang biasa dipanggil Kartini, sudah di depan mata tepatnya 21 April. Mengingat pada masanya, Kartini yang berjuang membuat derajat kaum perempuan setara dengan kaum laki-laki.

Walaupun Kartini berasal dari golongan keluarga yang terhormat dan terpelajar, tetap tidak menyurutkan niatnya yang luhur untuk memperbaiki nasib perempuan pribumi. Yang tidak bisa mendapatkan pendidikan yang baik, dan hal ini sangat menghambat kemajuan perempuan pada saat itu. Dengan keberanian dan pengorbanan yang tulus, Kartini mampu mengubah kaumnya dari belenggu diskriminasi.

Hasil perjuangan Kartini sangat dirasakan sampai sekarang. Dapat dilihat kaum perempuan Indonesia, kini dapat disejajarkan dengan kaum laki-laki dalam berbagai aspek kehidupan, baik di bidang politik, ekonomi, maupun sosial.  Semangat yang dimiliki Kartini dalam memperjuangkan emansipasi wanita, di era modern sekarang ini, tertanam di setiap relung hati perempuan Indonesia. Hal ini membuat perempuan Indonesia zaman sekarang atau sebut saja Kartini masa kini, memiliki prestasi yang tidak bisa dihitung lagi dalam berbagai bidang. Baik bidang politik, ekonomi, teknologi, maupun sosial.

Dalam bidang ekonomi, banyak perempuan masa kini yang jenjang pendidikannya tinggi dan memiliki pekerjaan yang setara atau bahkan melebihi laki-laki, bukan hanya sebagai ibu rumah tangga. Tidak hanya itu, perempuan masa kini selain menjadi ibu rumah tangga yang harus merawat anak, juga bertanggung jawab untuk mendidik anak-anaknya agar dapat berguna bagi bangsa, negara, dan agama.

Baca Juga :  Penyu Banyuwangi: Peluang Riset dan Tantangan Konservasi

Dari berbagai dampak positif yang ada, sudah seharusnya kita menjadi Kartini di era modern ini dan bisa mencapai berbagai prestasi yang membanggakan, meneruskan semangat yang ada dalam diri seorang Kartini. Semangat yang dimiliki Kartini harus kita tularkan kepada teman-teman seperjuangan, jangan sampai mereka tidak tahu sejarah perjuangan perempuan yang sangat membanggakan.

Sebagai pelajar di era modern tentu kita harus paham soal teknologi terutama yang berkaitan dengan kegiatan kita sehari-hari. Namun, jangan sampai teknologi canggih dan pergaulan zaman sekarang membuat kita dengan mudah terpengaruh berita-berita hoaks yang mudah tersebar, dapat membawa kita ke jalan yang salah.

Sebagai pelajar kita harus bisa bersikap cerdas, kita harus bisa memilah mana yang tidak pantas dilakukan dan mana yang bisa membawa kita maju sebagai pelajar yang cerdas. Semangat untuk bisa membantu dan berbuat baik untuk orang lain, semangat untuk bisa berprestasi di berbagai bidang dalam kehidupan.

Apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini, jangan pernah menyerah. Ayo semangat belajar, jangan biarkan penyesalan datang. Belajar dengan rajin dan berdoa sebagai usaha mewujudkan mimpi sebagai Kartini masa depan. Tanamkan sifat seorang Kartini pada diri kita. Kartini yang cerdas, pemberani, dan yakin dengan semua usaha yang dilakukan adalah hal yang positif.

Kartini adalah salah satu contoh dari keteguhan menggapai impian. Tanggal 21 April 2021 sudah di depan mata. Yang kita peringati sebagai hari lahir Raden Ajeng Kartini. Hari Kartini mengingatkan kita akan pentingnya ide dan gagasan. Kartini menuliskan gagasannya, ada ide, kata-kata, dan disampaikan dengan cara yang benar. Ini adalah salah satu contoh yang baik dan sebagai pelajar ini bisa kita tuangkan dengan menulis. Sehingga bisa kita sampaikan ide-ide yang ada di pikiran kita.

Baca Juga :  Kekang-mengekang lewat Aturan

Memperingati Hari Kartini setiap tanggal 21 April yang merupakan hari lahir Raden Ajeng Kartini, tentu tidak sekadar memperingati dengan berpakaian kebaya, memakai konde, ataupun mengadakan pawai. Yang harus kita lakukan adalah mencontoh semangat dan kecerdasan Kartini. Untuk selalu memperjuangkan harkat dan martabat perempuan. Meningkatkan pengembangan dirinya dengan cara mencetuskan ide yang kreatif dan inovatif dalam segala bidang. Sehingga mampu meraih kesuksesan dari ketekunan yang dijalankannya.

Semoga peringatan Hari Kartini yang akan datang bisa menyadarkan kaum muda, khususnya kaum pelajar putri. Di balik pendidikan dan kemajuan yang harus dicapai, kita tidak boleh hanya ingin bersaing dengan kaum laki-laki. Dari yang saya baca, pendidikan seorang perempuan haruslah seimbang, dan seorang perempuan nanti menjadi seorang ibu yang mendidik anak dalam satu keluarga, yang sama saja dengan membina satu generasi. Barang kali itu satu kemuliaan perjuangan Raden Ajeng Kartini bagi kemajuan negeri tercinta dan arti Kartini di masa kini. Yang harus kita lakukan adalah mencontoh semangat dan kecerdasan Kartini, untuk selalu memperjuangkan harkat dan martabat perempuan.

Jangan sampai generasi-generasi di bawah kita tidak mengerti tentang bagaimana sejarah Kartini di masa lalu. Sosok yang membuat perubahan besar yang membawa dampak bagi kaum wanita di zaman modern ini. Peringatan jasa pahlawan kita, RA Kartini semestinya tidak hanya dilakukan pada tanggal 21 April saja. Melainkan kapan pun kita dapat memperjuangkan hak-hak perempuan dengan segala cara yang kita miliki masing-masing. Perempuan saat ini selalu berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan menunjukkan dirinya dalam versi terbaik yang kita miliki. (*)

 

*) Siswa kelas 9A, MTsN 1 Banyuwangi.

Artikel Terkait

Most Read

Ibu, Madrasah Pertama bagi Anaknya

Memasak dan Mencuci

Artikel Terbaru

/