alexametrics
27.7 C
Banyuwangi
Saturday, July 2, 2022

The Amazing of Ngrowot (Kurus Jalur Lurus)

Cantik adalah kata yang ingin didengar oleh setiap perempuan mana pun di permukaan bumi. Banyak dari mereka yang mendefinisikan cantik dengan body goals, tinggi semampai tanpa lemak yang berarti di kanan kiri tubuh, wajah mulus serta rambut lurus, kulit putih juga glowing. Sebagai perempuan, tentunya lumrah jika kita menginginkan kata tersebut selalu tersemat pada diri kita.

Maka untuk mencapai keinginan tersebut, banyak perempuan melakukan perawatan badan juga wajah. Mulai dari membeli produk skincare yang ramah kantong, membuat tipis kantong, hingga yang berharga meroket. Mencoba diet dengan obat-obatan herbal ataupun dengan cara yang sedikit menguras keuangan seperti sedot lemak misalnya. Sedangkan bagi mereka yang berkantong pas-pasan, diet ketat dengan mengonsumsi teh hijau atau obat-obatan herbal, mengurangi porsi makan besar-besaran menjadi alternatif yang dipilih.

Namun, banyak kasus yang terjadi menimpa para pejuang diet ketat. Seperti pencernaan yang terganggu, kesehatan yang menurun, bahkan bisa lebih parah lagi sampai harus dilarikan ke rumah sakit karena kekurangan karbohidrat dan protein. Padahal hal-hal tersebut adalah komponen yang sangat diperlukan oleh tubuh. Bahkan, tak jarang ada yang frustrasi akibat ingin kurus namun salah dalam memilih jalan dan berakhir dengan mencicipi infus. Sering pula kita saksikan di berita, koran, dan majalah, tidak sedikit artis yang meninggal bunuh diri karena depresi yang disebabkan oleh komentar-komentar netizen tentang tubuh juga penampilannya.

Di kalangan dunia pesantren, puasa tentu sudah menjadi hal yang lumrah. Terlebih jika ditetapkannya peraturan puasa Senin-Kamis. Selain dianggap sebagai tirakat, puasa juga dianggap untuk melatih diri para santri. Sebagaimana pengertian, puasa adalah menahan lapar dan haus dan segala sesuatu yang membatalkannya mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Puasa sendiri terbagi menjadi dua jenis, wajib dan sunah. Puasa wajib yaitu puasa yang dilaksanakan saat bulan Ramadan. Sedangkan untuk puasa sunah beragam macam, salah satu contohnya adalah puasa ngrowot.

Puasa ngrowot adalah puasa yang dilakukan selama 41 hari tanpa putus dan diharuskan mengonsumsi nasi jagung sebagai pengganti nasi. Serta tidak diperbolehkan mengonsumsi segala jenis makan makanan yang berbau beras ataupun ketan. Di kalangan para santri, ngrowot dipercaya dapat menurunkan berat badan. Bagaimana bisa? Melalui riset yang dilakukan terhadap sepuluh orang santri di Pondok Pesantren Darussalam Blokagung, yang memiliki berat badan rata-rata 54 kg hingga 65 kg, menyatakan bahwa rata-rata berat badan mereka turun 2 kg setelah melakukan puasa ngrowot selama tiga belas hari.

Dalam dunia medis, jagung adalah makanan pokok karbohidrat rendah, sehingga dapat menggantikan peran nasi dalam memenuhi angka kecukupan gizi (AKG). Karbohidrat di dalam jagung berjumlah 21 gram, sementara nasi 28 gram, sedangkan dalam semangkuk bundar nasi terdapat 50 gram karbohidrat. Selain itu jagung juga mengandung 73% air, 3,4 gram protein, 4,5 gram gula, 2,4 gram serat, 1,5 gram lemak, dan vitamin A, C, D, E, K, vitamin B-kompleks, 3 mg kalsium, 0,45 mg zat besi, dan banyak lainnya.

Selain mengandung berbagai vitamin dan mineral, jagung juga mengandung beberapa senyawa tanaman. Contohnya seperti Ferulic acid, Anthocyanins, Zeaxanthin, Lutein, dan Phytic acid yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh kita, seperti mencegah penyakit Alzheimer, meningkatkan kesehatan mata, mencegah anemia, memperlancar sistem pencernaan, menurunkan kadar kolesterol, mencegah penyakit kanker, merawat kesehatan kulit, meningkatkan kesehatan jantung, mengurangi risiko diabetes tipe 2, dan menjaga berat badan tetap stabil.

Maka dari itu, ngrowot bisa dijadikan alternatif diet bagi para pejuang diet. Selain ramah kantong, ngrowot juga dapat melatih diri dalam menahan nafsu akan godaan dari berbagai jenis makanan menggiurkan. Serta pahala yang tidak bisa dikalkulasikan. Tentunya dengan tetap memperhatikan kebutuhan nutrisi dalam tubuh, diimbangi dengan mengonsumsi protein yang cukup, buah, dan sayur, juga tidak lupa untuk mengimbangi ngemil dengan olahraga teratur.

Tentunya, di awal menjalani ngrowot pencernaan akan sedikit beradaptasi dengan kebiasaan baru. Maka dari itu, dianjurkan untuk banyak mengonsumsi air. Salam sehat, semangat bagi para pejuang diet. Semoga bermanfaat. (*)

 

*) Mahasiswi Tadris Bahasa Indonesia, IAI Darussalam, Blokagung, Banyuwangi.

Cantik adalah kata yang ingin didengar oleh setiap perempuan mana pun di permukaan bumi. Banyak dari mereka yang mendefinisikan cantik dengan body goals, tinggi semampai tanpa lemak yang berarti di kanan kiri tubuh, wajah mulus serta rambut lurus, kulit putih juga glowing. Sebagai perempuan, tentunya lumrah jika kita menginginkan kata tersebut selalu tersemat pada diri kita.

Maka untuk mencapai keinginan tersebut, banyak perempuan melakukan perawatan badan juga wajah. Mulai dari membeli produk skincare yang ramah kantong, membuat tipis kantong, hingga yang berharga meroket. Mencoba diet dengan obat-obatan herbal ataupun dengan cara yang sedikit menguras keuangan seperti sedot lemak misalnya. Sedangkan bagi mereka yang berkantong pas-pasan, diet ketat dengan mengonsumsi teh hijau atau obat-obatan herbal, mengurangi porsi makan besar-besaran menjadi alternatif yang dipilih.

Namun, banyak kasus yang terjadi menimpa para pejuang diet ketat. Seperti pencernaan yang terganggu, kesehatan yang menurun, bahkan bisa lebih parah lagi sampai harus dilarikan ke rumah sakit karena kekurangan karbohidrat dan protein. Padahal hal-hal tersebut adalah komponen yang sangat diperlukan oleh tubuh. Bahkan, tak jarang ada yang frustrasi akibat ingin kurus namun salah dalam memilih jalan dan berakhir dengan mencicipi infus. Sering pula kita saksikan di berita, koran, dan majalah, tidak sedikit artis yang meninggal bunuh diri karena depresi yang disebabkan oleh komentar-komentar netizen tentang tubuh juga penampilannya.

Di kalangan dunia pesantren, puasa tentu sudah menjadi hal yang lumrah. Terlebih jika ditetapkannya peraturan puasa Senin-Kamis. Selain dianggap sebagai tirakat, puasa juga dianggap untuk melatih diri para santri. Sebagaimana pengertian, puasa adalah menahan lapar dan haus dan segala sesuatu yang membatalkannya mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Puasa sendiri terbagi menjadi dua jenis, wajib dan sunah. Puasa wajib yaitu puasa yang dilaksanakan saat bulan Ramadan. Sedangkan untuk puasa sunah beragam macam, salah satu contohnya adalah puasa ngrowot.

Puasa ngrowot adalah puasa yang dilakukan selama 41 hari tanpa putus dan diharuskan mengonsumsi nasi jagung sebagai pengganti nasi. Serta tidak diperbolehkan mengonsumsi segala jenis makan makanan yang berbau beras ataupun ketan. Di kalangan para santri, ngrowot dipercaya dapat menurunkan berat badan. Bagaimana bisa? Melalui riset yang dilakukan terhadap sepuluh orang santri di Pondok Pesantren Darussalam Blokagung, yang memiliki berat badan rata-rata 54 kg hingga 65 kg, menyatakan bahwa rata-rata berat badan mereka turun 2 kg setelah melakukan puasa ngrowot selama tiga belas hari.

Dalam dunia medis, jagung adalah makanan pokok karbohidrat rendah, sehingga dapat menggantikan peran nasi dalam memenuhi angka kecukupan gizi (AKG). Karbohidrat di dalam jagung berjumlah 21 gram, sementara nasi 28 gram, sedangkan dalam semangkuk bundar nasi terdapat 50 gram karbohidrat. Selain itu jagung juga mengandung 73% air, 3,4 gram protein, 4,5 gram gula, 2,4 gram serat, 1,5 gram lemak, dan vitamin A, C, D, E, K, vitamin B-kompleks, 3 mg kalsium, 0,45 mg zat besi, dan banyak lainnya.

Selain mengandung berbagai vitamin dan mineral, jagung juga mengandung beberapa senyawa tanaman. Contohnya seperti Ferulic acid, Anthocyanins, Zeaxanthin, Lutein, dan Phytic acid yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh kita, seperti mencegah penyakit Alzheimer, meningkatkan kesehatan mata, mencegah anemia, memperlancar sistem pencernaan, menurunkan kadar kolesterol, mencegah penyakit kanker, merawat kesehatan kulit, meningkatkan kesehatan jantung, mengurangi risiko diabetes tipe 2, dan menjaga berat badan tetap stabil.

Maka dari itu, ngrowot bisa dijadikan alternatif diet bagi para pejuang diet. Selain ramah kantong, ngrowot juga dapat melatih diri dalam menahan nafsu akan godaan dari berbagai jenis makanan menggiurkan. Serta pahala yang tidak bisa dikalkulasikan. Tentunya dengan tetap memperhatikan kebutuhan nutrisi dalam tubuh, diimbangi dengan mengonsumsi protein yang cukup, buah, dan sayur, juga tidak lupa untuk mengimbangi ngemil dengan olahraga teratur.

Tentunya, di awal menjalani ngrowot pencernaan akan sedikit beradaptasi dengan kebiasaan baru. Maka dari itu, dianjurkan untuk banyak mengonsumsi air. Salam sehat, semangat bagi para pejuang diet. Semoga bermanfaat. (*)

 

*) Mahasiswi Tadris Bahasa Indonesia, IAI Darussalam, Blokagung, Banyuwangi.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/