alexametrics
29 C
Banyuwangi
Monday, August 8, 2022

Peran Pendidikan Madrasah pada Masa Pandemi

Virus korona menjadi topik terhangat setahun ini. Yang paling mengkhawatirkan adalah virus ini terus mencari mangsa. Virus ini membuat babak belur segala sektor kehidupan manusia secara masif. Bahkan hingga hari ini, semua ahli kesehatan berjibaku untuk mencari solusi dalam mengatasi dampak penyebaran Covid-19.  

 

Namun, hasilnya yang terlihat di berbagai media adalah hanya pencegahan. Belum ada peryataan yang jelas dan solutif dari para ahli kesehatan dunia yang berani menyatakan Covid-19 tidak akan menular kepada seseorang dengan menggunakan vaksin jenis A atau B, atau jenis yang lain, agar kita tidak tertular Covid-19.

 

Belakangan, korona semakin garang. Para ahli kesehatan dunia terbungkam, dengan banyaknya para pemimpin dunia yang terpapar Covid-19. Padahal, mereka dikelilingi oleh tim kesehatan yang terdiri dari  dokter-dokter pilihan. Setiap gerak-geriknya selalu di awasi, untuk menjaga kesehatan sang pemimpin.

 

Virus korona sulit untuk dibendung. Bagaikan Ronaldo dan Messi yang selalu menjebol gawang lawan-lawannya tanpa ampun. Virus Corona juga melakukan safari tanpa henti. Bukan hanya para pemimpin dunia yang terjangkiti. Para selebritis dunia, pengusaha, wali kota, bupati, dan para tokoh lainnya juga terpapar Covid – 19. Sungguh ini patut kita renungkan.

 

Menurut para ahli di dunia kesehatan, setiap individu diharuskan menjaga imun tubuh dengan cara menjaga pola makan serta olahraga. Hal tersebut dapat dipraktikkan oleh semua kalangan dengan mudah dan sederhana. Akan tetapi, dari beberapa kasus tersebut apakah semua  itu sudah selesai?

Baca Juga :  Melenyapkan ‘Kesadaran Palsu’ dalam Melawan Pandemi

 

Ternyata jawabannya tidak. Bahkan ada yang lebih menghebohkan, dengan adanya pandangan bahwa korona akan terhenti dan tidak akan menjangkiti manusia yang selalu tidak melupakan Air Wudu, dan salat lima waktu. Faktanya belakangan banyak santri dan para ustad di pondok pesantren yang tak luput dari safari panjang Covid-19.

 

Lalu pertanda apakah ini? Kami tidak dapat memberikan jawaban yang mengarah kepada kepastian. Karena hal tersebut merupakan hak prerogatif Allah SWT. Akan tetapi, ada beberapa hal yang patut kita telaah. Bahwa kita segera memperbaiki diri, ke arah yang lebih bermanfaat. Sehingga teguran Allah SWT yang dikenal dengan korona akan segera berakhir.

 

Akibat dari virus korona ibadah haji dan umrah tertunda. Pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama yang semula tatap muka, diubah kembali melakukan edukasi secara online. Meskipun kita patut berbangga, dengan kondisi yang serba rumit serta sulit, Kemenag Republik Indonesia tampil inovatif dan kreatif, dengan menampilkan Aplikasi E-Learning sebagai jawaban atas permasalahan yang disebabkan oleh darurat covid-19.

 

Selanjutnya, apakah pendidikan dapat dilaksanakan secara maksimal? Jujur, kita jawab tidak. Akan tetapi Inovasi dan kreativitas Kementerian Agama Republik Indonesia dengan mewajibkan pembelajaran online kepada siswa tetap berjalan dengan baik. Meskipun diawali dari sebuah keterpaksaan, dan dibilang sempurna.

 

Semua menu sudah tersedia, seperti KBM yang biasa kita lakukan, contoh materi pembelajaran. Ada ruang Bahan Ajar, Test kemampuan Siswa. Ada CBT, ingin bertatap muka dengan siswa akibat rindu, karena lama tak berjumpa? Ada Video Conference.

Baca Juga :  Pasca Pandemi, Momentum Sukses Bersama

 

Mau melihat siswa yang masuk? Ada Absen dan monitoring. Dan seterusnya. Sungguh, peran Kementerian Agama dalam hal Pendidikan Madrasah pada masa pandemi sangatlah jelas. Utamanya masalah pendidikan madrasah yang terus berjalan dan tidak akan pernah terhenti. Tidak ubahnya seperti bulan mengelilingi matahari, tidak akan terhenti akibat gerhana bulan atau bahkan akibat gerhana matahari.

 

Di Kementerian Agama juga ada kegiatan haji dan umrah. Bolehlah haji dan umrah tertunda untuk sementara. Akan tetapi, masalah pendidikan Madrasah  yang mencetak sumber daya manusia,  dengan tujuan menghadirkan para generasi calon–calon pemimpin bangsa, tidak ada kata berhenti.

 

Rawe-rawe rantas malang-malang putung. Bersatu kita teguh dengan belajar online di bawah naungan Kementerian Agama tidak akan pernah runtuh. Sekali lagi, Kementerian Agama akan selalu berbuat yang terbaik untuk bangsa ini. Untuk negara ini, untuk generasi ini.

 

Dan yang harus kita tanamkan dan harus berwujud menjadi karakter bagi kita, generasi kita, adalah generasi yang “Khairunnas Anfauhum Linnas “. Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang selalu memberikan manfaat kepada manusia yang lain. (*)

 

*) Guru di MTsN 12 Banyuwangi.

Virus korona menjadi topik terhangat setahun ini. Yang paling mengkhawatirkan adalah virus ini terus mencari mangsa. Virus ini membuat babak belur segala sektor kehidupan manusia secara masif. Bahkan hingga hari ini, semua ahli kesehatan berjibaku untuk mencari solusi dalam mengatasi dampak penyebaran Covid-19.  

 

Namun, hasilnya yang terlihat di berbagai media adalah hanya pencegahan. Belum ada peryataan yang jelas dan solutif dari para ahli kesehatan dunia yang berani menyatakan Covid-19 tidak akan menular kepada seseorang dengan menggunakan vaksin jenis A atau B, atau jenis yang lain, agar kita tidak tertular Covid-19.

 

Belakangan, korona semakin garang. Para ahli kesehatan dunia terbungkam, dengan banyaknya para pemimpin dunia yang terpapar Covid-19. Padahal, mereka dikelilingi oleh tim kesehatan yang terdiri dari  dokter-dokter pilihan. Setiap gerak-geriknya selalu di awasi, untuk menjaga kesehatan sang pemimpin.

 

Virus korona sulit untuk dibendung. Bagaikan Ronaldo dan Messi yang selalu menjebol gawang lawan-lawannya tanpa ampun. Virus Corona juga melakukan safari tanpa henti. Bukan hanya para pemimpin dunia yang terjangkiti. Para selebritis dunia, pengusaha, wali kota, bupati, dan para tokoh lainnya juga terpapar Covid – 19. Sungguh ini patut kita renungkan.

 

Menurut para ahli di dunia kesehatan, setiap individu diharuskan menjaga imun tubuh dengan cara menjaga pola makan serta olahraga. Hal tersebut dapat dipraktikkan oleh semua kalangan dengan mudah dan sederhana. Akan tetapi, dari beberapa kasus tersebut apakah semua  itu sudah selesai?

Baca Juga :  Terpapar Covid-19, Ratusan ASN Pemkab Situbondo Isolasi Mandiri

 

Ternyata jawabannya tidak. Bahkan ada yang lebih menghebohkan, dengan adanya pandangan bahwa korona akan terhenti dan tidak akan menjangkiti manusia yang selalu tidak melupakan Air Wudu, dan salat lima waktu. Faktanya belakangan banyak santri dan para ustad di pondok pesantren yang tak luput dari safari panjang Covid-19.

 

Lalu pertanda apakah ini? Kami tidak dapat memberikan jawaban yang mengarah kepada kepastian. Karena hal tersebut merupakan hak prerogatif Allah SWT. Akan tetapi, ada beberapa hal yang patut kita telaah. Bahwa kita segera memperbaiki diri, ke arah yang lebih bermanfaat. Sehingga teguran Allah SWT yang dikenal dengan korona akan segera berakhir.

 

Akibat dari virus korona ibadah haji dan umrah tertunda. Pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama yang semula tatap muka, diubah kembali melakukan edukasi secara online. Meskipun kita patut berbangga, dengan kondisi yang serba rumit serta sulit, Kemenag Republik Indonesia tampil inovatif dan kreatif, dengan menampilkan Aplikasi E-Learning sebagai jawaban atas permasalahan yang disebabkan oleh darurat covid-19.

 

Selanjutnya, apakah pendidikan dapat dilaksanakan secara maksimal? Jujur, kita jawab tidak. Akan tetapi Inovasi dan kreativitas Kementerian Agama Republik Indonesia dengan mewajibkan pembelajaran online kepada siswa tetap berjalan dengan baik. Meskipun diawali dari sebuah keterpaksaan, dan dibilang sempurna.

 

Semua menu sudah tersedia, seperti KBM yang biasa kita lakukan, contoh materi pembelajaran. Ada ruang Bahan Ajar, Test kemampuan Siswa. Ada CBT, ingin bertatap muka dengan siswa akibat rindu, karena lama tak berjumpa? Ada Video Conference.

Baca Juga :  Melenyapkan ‘Kesadaran Palsu’ dalam Melawan Pandemi

 

Mau melihat siswa yang masuk? Ada Absen dan monitoring. Dan seterusnya. Sungguh, peran Kementerian Agama dalam hal Pendidikan Madrasah pada masa pandemi sangatlah jelas. Utamanya masalah pendidikan madrasah yang terus berjalan dan tidak akan pernah terhenti. Tidak ubahnya seperti bulan mengelilingi matahari, tidak akan terhenti akibat gerhana bulan atau bahkan akibat gerhana matahari.

 

Di Kementerian Agama juga ada kegiatan haji dan umrah. Bolehlah haji dan umrah tertunda untuk sementara. Akan tetapi, masalah pendidikan Madrasah  yang mencetak sumber daya manusia,  dengan tujuan menghadirkan para generasi calon–calon pemimpin bangsa, tidak ada kata berhenti.

 

Rawe-rawe rantas malang-malang putung. Bersatu kita teguh dengan belajar online di bawah naungan Kementerian Agama tidak akan pernah runtuh. Sekali lagi, Kementerian Agama akan selalu berbuat yang terbaik untuk bangsa ini. Untuk negara ini, untuk generasi ini.

 

Dan yang harus kita tanamkan dan harus berwujud menjadi karakter bagi kita, generasi kita, adalah generasi yang “Khairunnas Anfauhum Linnas “. Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang selalu memberikan manfaat kepada manusia yang lain. (*)

 

*) Guru di MTsN 12 Banyuwangi.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/