Selasa, 25 Jan 2022
Radar Banyuwangi
Home / Kolom
icon featured
Kolom

Galvalum Terkena Setrum Manusia Bisa Tersetrum

Oleh: Agus Dani Trsiwanto*

12 Januari 2022, 14: 05: 59 WIB | editor : Ali Sodiqin

Galvalum Terkena Setrum Manusia Bisa Tersetrum

Share this      

KEMARIN, sebuah video pendek berdurasi 50 detik mampir ke pesan WhatsApp (WA) saya. Dalam video pendek tersebut menceritakan, terlihat ada seseorang yang memakai kaus biru dengan celana hitam, sedang dikeluarkan oleh beberapa orang dari lubang plafon atap sebuah rumah. Di bawah video tersebut juga disertai keterangan, isinya diminta kepada masyarakat untuk lebih berhati - hati bila mau membetulkan instalasi listrik di atas plafon yang atap rumahnya memakai baja ringan atau galvalum, karena bila galvalum tersentuh aliran listrik maka akan membahayakan orang tersebut serta membahayakan pemilik rumah.

“Hati - hati yang atap rumahnya menggunakan baja ringan / galvalum, orang ini karena sudah terbiasa membetulkan instalasi listrik di rumah dengan konstruksi kayu, lupa ketika rumah yang akan diperbaiki ini menggunakan baja ringan / galvalum. Setelah ada tikus yang merusak kabel dan menempel pada konstruksi baja ringan maka secara otomatis konstruksi baja ringan tersebut teraliri listrik dan dia meninggal karena tersetrum aliran listrik yang mengalir pada konstruksi baja ringan tersebut. ”

Seperti itu isi keterangan yang tertera di bawah video tersebut. Terlebih benar atau tidaknya peristiwa pada video yang sudah tersebar luas di masyarakat tersebut, yang patut kita ambil pelajaran dari kejadian itu adalah memang benar bila baja ringan / galvalum akan teraliri setrum / arus listrik bila ada penghantar / kabel terkelupas dan menempel pada galvalum.

Baca juga: Dilematika Putusan MK Terkait Pendaftaran Peserta Pemilu

Kita ketahui bersama bahwa besi, baja ringan, merupakan bahan konduktor atau material yang dapat mengalirkan arus listrik dengan mudah, termasuk manusia sendiri. Sering kita jumpai saat ini, banyak masyarakat yang merevisi rumahnya hanya bagian atapnya saja, mungkin karena sudah lapuk termakan usia, dari atap kayu diganti dengan menggunakan atap dari galvalum.

Dalam sebuah bangunan utamanya rumah, atap merupakan elemen terpenting sebagai pelindung hunian dari cuaca panas dan hujan. Adapun pemasangan atap perlu dipadukan dengan konstruksi rangka sebagai penopangnya. Konstruksi rangka atap tersebut terdiri dari berbagai jenis seperti kayu, baja, atau baja ringan (galvalum).

Saat ini material baja ringan atau galvalum sedang menjadi primadona bagi masyarakat yang sedang membangun untuk hunian atau hanya sekadar merevisi. Banyak masyarakat menyukai baja ringan ini mungkin karena bobotnya yang ringan, mudah pemasangannya, dan tahan lama.

Yang harus diperhatikan juga di sini adalah saat pemasangan instalasi listrik. Bila atap rumah tersebut menggunakan konstruksi baja ringan. Gunakan material listrik yang standar khususnya ber-SNI. Gunakan pipa PVC. Pilih penghantar yang berukuran besar sesuai kemampuan dayanya, berbahan isolasi PVC, dan sesuai kemampuan beban yang akan dipasang. Jangan asal pasang dan nyala.

Setiap sambungan penghantar yang melalui konstruksi baja ringan setidaknya harus disambung dengan baik, benar, dan sambungan berada dalam kotak sambung (T-Dos). Usahakan setiap penghantar yang menempel pada baja ringan masuk dan terbungkus dalam pipa PVC. Hal ini dimaksudkan menghindari sesuatu hal yang tidak kita inginkan, misalnya terkupas karena gigitan tikus, benturan mekanis, dan lain sebagainya.

Baja ringan / galvalum sebenarnya aman dari sengatan aliran listrik selagi tidak ada penghantar atau kabel yang terkelupas dan menempel pada baja ringan tersebut. Seperti kejadian yang menimpa pada video tersebut, sebetulnya tidak akan terjadi bila penghantar yang menempel pada baja ringan tidak terkelupas. Bisa juga untuk menjaga keamanan (safety ) supaya lebih aman saat instalasi listrik terpasang pada galvalum yaitu dengan cara melakukan grounding konstruksi baja ringannya. Dengan cara, dari rangkaian konstruksi baja ringan yang terangkai pada atap kita pasangi grounding, kita pasang sebuah penghantar (kita skrup  pada body baja ringan ), kita tarik ke bawah dengan penghantar untuk dipasang dengan ground-roud dan kita tanam ke dalam tanah (grounding ).

Dengan itu, maka setiap intalasi yang bocor atau penghantar yang terkelupas mengenai / menempel pada galvalum secara otomatis pengaman MCB akan mematikan sendiri (off ), karena setiap penghantar arus fasa bila mengenai / menempel pada penghantar netral dan penghantar pentanahan, maka secara otomatis akan mengakibatkan korsleting otomatis pada Perlengkapan Hubung Bagi (PHB ) atau MCB akan off otomatis.

Terlepas dari kejadian di atas, memang musibah tidak bisa kita hindari. Kita tidak bisa menyalahkan tikus yang memakan isolasi penghantar yang berakibat penghantar terkelupas seperti postingan di atas. Juga kita tidak perlu fobia, siapa sih yang tidak ingin atap rumahnya baik, bagus, dan tahan lama.

Kita sebagai manusia hanya bisa untuk berusaha menghindari atau meminimalkan segala hal yang tidak diinginkan itu terjadi. Tidak ada salahnya juga kita menyuruh orang yang paham, kompeten, dan lebih mengerti betul akan cara pemasangan instalasi listrik yang baik, benar, dan serta aman.

Kejadian yang terjadi pada sebuah video di atas setidaknya juga bisa kita jadikan pembelajaran untuk lebih berhati-hati bila akan memperbaiki atap rumah milik orang lain. Baik memperbaiki instalasi listrik atau memperbaiki atapnya saja, terlebih atapnya terbuat dari galvalum. Alangkah baiknya bertanya terlebih dahulu kepada sang pemilik rumah karena dia tahu betul kondisi rumahnya.

Namun bila rumah tersebut tidak berpenghuni, maka tidak ada salahnya untuk mematikan terlebih dahulu sumber arus listriknya yaitu pada KWH meter PLN. Supaya kita dalam bekerja lebih aman dan nyaman. Terlebih juga dalam kita bekerja sudah dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang lengkap seperti helm pengaman, sepatu, test-pen, dan seterusnya. Semoga tulisan saya ini bermanfaat dan kejadian galvalum tersentuh setrum yang mengakibatkan manusia tersetrum, seperti pada video di atas tidak terjadi lagi. (*)

*) Asmen Teknik KONSUIL Area Banyuwangi.

(bw/*/als/JPR)

©2022 PT. JawaPos Group Multimedia