alexametrics
25.5 C
Banyuwangi
Wednesday, July 6, 2022

Olahraga saat Berpuasa, Why Not!

KEMAJUAN zaman seperti saat ini membuat masyarakat semakin kurang bergerak. Padahal, dengan mendiamkan tubuh tanpa aktivitas akan membuat tubuh kita rentan terserang berbagai macam penyakit. Tubuh kita perlu bergerak, tubuh kita perlu olahraga agar kalori dalam tubuh kita terbakar. Dengan rajin berolahraga, tubuh kita juga akan selalu terlihat sehat dan bugar.

Selain penting terhadap kesehatan tubuh, berolahraga bisa mengatasi berbagai hal yang membebani pikiran. Misalnya, mengurangi stres akibat terlalu fokus dalam bekerja. Namun, bagaimana caranya agar kita bisa tetap kuat berolahraga saat tubuh kita berpuasa?

Puasa pada umumnya identik dengan dua rasa, yaitu lemas dan malas. Saat berpuasa, melaksanakan aktivitas yang menguras tenaga pun terkadang dihindari. Bahkan bila sedang libur kerja, beberapa orang akan memilih tidur dari pada melakukan aktivitas yang menguras tenaga.

Olahraga saat puasa memang terdengar menakutkan. Bagaimana tidak, di saat perut lapar kemudian tubuh dipaksakan untuk berolahraga. Namun, puasa bukanlah momen untuk bermalas-malasan. Selain untuk mendapatkan pahala, puasa juga merupakan momentum untuk menjaga tubuh kita agar tetap selalu sehat.

Perlu diakui, selama melaksanakan puasa banyak orang yang berencana untuk berhenti olahraga sampai Ramadan selesai. Banyak orang dibayangi rasa takut karena haus dan lapar saat berolahraga dengan perut keadaan kosong karena berpuasa. Padahal, para ahli menyarankan agar orang yang menjalankan ibadah puasa tetap berolahraga. Setidaknya, 150 menit per minggu atau 30 sampai 60 menit setiap harinya. Sebab, olahraga saat berpuasa sangat bermanfaat untuk kesehatan, kebugaran, sekaligus meningkatkan daya tahan tubuh.

Olahraga di bulan Ramadan saat tubuh kita berpuasa harus dilakukan dengan tepat. Tepat dari sisi waktunya, tepat dari sisi jenis olahraganya, serta tepat jenis konsumsinya. Jadi, olahraga saat puasa tidak boleh dilakukan dengan cara sembarangan.

Untuk menghindari tubuh kita terasa haus setelah melaksanakan olahraga saat berpuasa, kita harus memilih waktu atau timing yang tepat. Misalnya, satu jam sebelum berbuka. Satu jam sebelum berbuka adalah waktu yang ideal bagi seseorang yang akan berolahraga saat tubuh berpuasa.

Olahraga satu jam sebelum berbuka akan memberikan tubuh keleluasaan untuk makan dan minum dalam waktu dekat setelah lelah berolahraga, sehingga dapat mengembalikan energi. Anda juga bisa mengambil waktu satu jam setelah berbuka puasa, tapi dengan syarat sebelum makan besar dilakukan.

Selain memilih waktu yang tepat untuk berolahraga saat berpuasa, hal penting lain yang harus diperhatikan saat olahraga dalam keadaan berpuasa adalah tepat dalam memilih jenis olahraganya. Jangan memilih olahraga yang terlalu berat atau dengan intensitas tinggi, seperti bermain sepak bola di lapangan besar. Pilihlah jenis olahraga dengan intensitas ringan, seperti joging, push-up, lunges, atau yoga. Atau, Anda juga bisa berolahraga sambil ngabuburit, misalnya dengan bersepeda santai.

Untuk mengembalikan energi pada tubuh kita setelah berolahraga, sebaiknya saat berbuka konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat. Pilih opsi karbohidrat yang sehat bagi tubuh seperti sayur-sayuran. Selain itu kita juga harus mengonsumsi cukup cairan agar tubuh kita tidak mudah terdehidrasi, yakni dengan minum air putih yang cukup dan mengonsumsi buah-buahan.

Itulah beberapa tips yang harus diperhatikan saat kita berolahraga dalam keadaan puasa. Dengan menjalankan olahraga selama berpuasa, dapat melatih tubuh untuk menghancurkan lemak yang bertumpuk, sehingga simpanan lemak di dalam tubuh diubah menjadi energi. Dengan begitu, kita tetap memastikan puasa kita tidak batal, sekaligus meningkatkan kesehatan dan kebugaran tubuh. Terlebih juga olahraga saat berpuasa sangat direkomendasikan untuk menjaga kebugaran tubuh. Jadi, meskipun tubuh kita dalam keadaan berpuasa, olahraga rutin, why not! (*)

 *) Pegiat di Forum Belajar Membaca, Menulis, dan Berhitung ( FBM2B ) Banyuwangi.

KEMAJUAN zaman seperti saat ini membuat masyarakat semakin kurang bergerak. Padahal, dengan mendiamkan tubuh tanpa aktivitas akan membuat tubuh kita rentan terserang berbagai macam penyakit. Tubuh kita perlu bergerak, tubuh kita perlu olahraga agar kalori dalam tubuh kita terbakar. Dengan rajin berolahraga, tubuh kita juga akan selalu terlihat sehat dan bugar.

Selain penting terhadap kesehatan tubuh, berolahraga bisa mengatasi berbagai hal yang membebani pikiran. Misalnya, mengurangi stres akibat terlalu fokus dalam bekerja. Namun, bagaimana caranya agar kita bisa tetap kuat berolahraga saat tubuh kita berpuasa?

Puasa pada umumnya identik dengan dua rasa, yaitu lemas dan malas. Saat berpuasa, melaksanakan aktivitas yang menguras tenaga pun terkadang dihindari. Bahkan bila sedang libur kerja, beberapa orang akan memilih tidur dari pada melakukan aktivitas yang menguras tenaga.

Olahraga saat puasa memang terdengar menakutkan. Bagaimana tidak, di saat perut lapar kemudian tubuh dipaksakan untuk berolahraga. Namun, puasa bukanlah momen untuk bermalas-malasan. Selain untuk mendapatkan pahala, puasa juga merupakan momentum untuk menjaga tubuh kita agar tetap selalu sehat.

Perlu diakui, selama melaksanakan puasa banyak orang yang berencana untuk berhenti olahraga sampai Ramadan selesai. Banyak orang dibayangi rasa takut karena haus dan lapar saat berolahraga dengan perut keadaan kosong karena berpuasa. Padahal, para ahli menyarankan agar orang yang menjalankan ibadah puasa tetap berolahraga. Setidaknya, 150 menit per minggu atau 30 sampai 60 menit setiap harinya. Sebab, olahraga saat berpuasa sangat bermanfaat untuk kesehatan, kebugaran, sekaligus meningkatkan daya tahan tubuh.

Olahraga di bulan Ramadan saat tubuh kita berpuasa harus dilakukan dengan tepat. Tepat dari sisi waktunya, tepat dari sisi jenis olahraganya, serta tepat jenis konsumsinya. Jadi, olahraga saat puasa tidak boleh dilakukan dengan cara sembarangan.

Untuk menghindari tubuh kita terasa haus setelah melaksanakan olahraga saat berpuasa, kita harus memilih waktu atau timing yang tepat. Misalnya, satu jam sebelum berbuka. Satu jam sebelum berbuka adalah waktu yang ideal bagi seseorang yang akan berolahraga saat tubuh berpuasa.

Olahraga satu jam sebelum berbuka akan memberikan tubuh keleluasaan untuk makan dan minum dalam waktu dekat setelah lelah berolahraga, sehingga dapat mengembalikan energi. Anda juga bisa mengambil waktu satu jam setelah berbuka puasa, tapi dengan syarat sebelum makan besar dilakukan.

Selain memilih waktu yang tepat untuk berolahraga saat berpuasa, hal penting lain yang harus diperhatikan saat olahraga dalam keadaan berpuasa adalah tepat dalam memilih jenis olahraganya. Jangan memilih olahraga yang terlalu berat atau dengan intensitas tinggi, seperti bermain sepak bola di lapangan besar. Pilihlah jenis olahraga dengan intensitas ringan, seperti joging, push-up, lunges, atau yoga. Atau, Anda juga bisa berolahraga sambil ngabuburit, misalnya dengan bersepeda santai.

Untuk mengembalikan energi pada tubuh kita setelah berolahraga, sebaiknya saat berbuka konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat. Pilih opsi karbohidrat yang sehat bagi tubuh seperti sayur-sayuran. Selain itu kita juga harus mengonsumsi cukup cairan agar tubuh kita tidak mudah terdehidrasi, yakni dengan minum air putih yang cukup dan mengonsumsi buah-buahan.

Itulah beberapa tips yang harus diperhatikan saat kita berolahraga dalam keadaan puasa. Dengan menjalankan olahraga selama berpuasa, dapat melatih tubuh untuk menghancurkan lemak yang bertumpuk, sehingga simpanan lemak di dalam tubuh diubah menjadi energi. Dengan begitu, kita tetap memastikan puasa kita tidak batal, sekaligus meningkatkan kesehatan dan kebugaran tubuh. Terlebih juga olahraga saat berpuasa sangat direkomendasikan untuk menjaga kebugaran tubuh. Jadi, meskipun tubuh kita dalam keadaan berpuasa, olahraga rutin, why not! (*)

 *) Pegiat di Forum Belajar Membaca, Menulis, dan Berhitung ( FBM2B ) Banyuwangi.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/