alexametrics
24 C
Banyuwangi
Wednesday, July 6, 2022

Jangan Stres, Kuatkan Iman dan Imun agar Aman

SEJAK masuk Indonesia hingga memasuki setengah perjalanan menuju tahun 2022, virus korona telah merenggut banyak nyawa. Tenaga kesehatan sebagai garda terdepan pertempuran ini, banyak yang harus bertukar nyawa demi menyelamatkan masyarakat.

Mengacu pada situasi pandemi saat ini, di mana virus korona yang masuk di Indonesia telah beragam variannya, mulai dari Alpha, Beta, Delta, dan lainnya. Bagaimana pemerintah tidak akan meningkatkan aturan bagi masyarakat? Melihat ciri khas dari masing-masing varian, proses penularannya semakin cepat. Masyarakat diminta tidak lengah, mematuhi imbauan pemerintah, serta tidak memicu kepanikan lain akibat berita hoaks.

Pemerintah telah banyak bertindak. Selain bekerja sama dengan semua lintas sektor, peran masyarakat sangat diperlukan. Semua harus berjalan seiring dan terbuka, demi menuju Indonesia bebas Covid-19. Lalu hal sederhana apa yang perlu masyarakat lakukan untuk bisa membantu menekan penularan korona? Patuhi prokes, jangan stres, kuatkan iman dan imun agar tetap aman.

 

Tidak Boleh Stres

Diketahui bersama, bahwa banyak orang yang tidak mempercayai keberadaan Covid karena pengaruh berita miring yang diterima. Bagi masyarakat yang kurang melek teknologi, akan dengan mudah menerima informasi tersebut tanpa memfilter atau mencari sumber referensi yang valid. Akibatnya adalah kepanikan, konflik batin yang berlebihan, dan berakhir dengan cemas serta stres.

Stres adalah kondisi seseorang menanggapi suatu keadaan atau kejadian yang memicu stres itu sendiri (stressor), yang mengancam dan mengganggu kemampuan seseorang untuk menanganinya (coping). Stres itu sendiri disebabkan banyak faktor, selain faktor keluarga, faktor pekerjaan, faktor ekonomi, lingkungan hidup juga sebagai salah faktor yang pengaruhnya besar terhadap timbulnya stres.

Dampak pandemi telah menimbulkan banyak kesulitan tersendiri bagi masyarakat, terutama dari segi perekonomian. Penerapan PPKM dari sebelumnya juga dinilai memicu ekonomi masyarakat tidak stabil. Hal ini menimbulkan dampak stres bagi masyarakat yang terdampak. Alhasil, masyarakat lebih memilih tetap beraktivitas di luar rumah dan abai terhadap protokol kesehatan. Hasilnya adalah tertularnya korona kepada mereka.

Pernyataan terkonfirmasi positif pun tak menyadarkan mereka tentang bahayanya virus ini. Ada pula masyarakat yang menjadi waspada berlebihan, panik yang terlalu, takut, dan berujung stres. Dilihat dari kesehatan, seseorang yang mengalami stres akan menunjukkan banyak reaksi dan dampak buruk. Hal yang perlu ditakuti yakni ketika dapat mengakibatkan risiko bunuh diri, karena merasa tidak bisa menyelesaikan masalah yang telah dihadapi serta kematian.

Selain itu, stres juga berisiko menurunkan kekebalan tubuh atau imun tubuh. Sehingga, sangat mudah seseorang tertular virus korona apabila kondisi tubuh sedang menurun.

 

Bagaimana agar Tidak Stres?

Menyikapi kondisi stres pada masyarakat tentang pandemi, langkah awalnya yakni masyarakat harus memahami tanda dan gejala virus Covid-19. Apabila semua orang mengetahui betul tentang tanda dan gejalanya, maka mereka akan lebih mudah untuk mengambil tindakan yang harus dilakukan. Melalui pemahaman tersebut, dampak stres yang dihasilkan tidak tinggi.

Bagi seseorang yang merasakan adanya gejala mengarah dari ringan–sedang, maka masyarakat diimbau untuk melakukan isolasi mandiri (isoman) dengan pantauan instansi kesehatan setempat. Selama isoman, masyarakat juga diimbau tidak stres berlebihan. Rasa bosan dan jenuh pasti akan dirasakan. Namun, banyak hal yang dapat dilakukan agar terhindar dari stres selama isoman. Di antaranya dengan sering melakukan ibadah dan mendekatkan diri pada Yang Mahakuasa. Dengan meningkatkan iman, maka setiap individu akan merasa dekat dan dilindungi Tuhan. Hati akan merasa lebih nyaman dan tenang, sehingga jauh dari stres.

Hal lain yang dapat dilakukan yaitu dengan melakukan kegiatan positif. Seperti mengikuti kelas pelatihan online sesuai bakat dan minat, membuat sebuah karya menarik, atau pun bertegur sapa dengan sanak keluarga secara virtual. Jika selama isoman seseorang dapat menanamkan pikiran positif, bahwa dirinya tetap produktif meski sedang isolasi, maka dia akan tetap merasakan layaknya sedang beraktivitas di luar.

Namun, perlu diimbangi dengan konsumsi vitamin, konsumsi makanan dengan gizi seimbang. Perlu berjemur untuk mendapatkan vitamin D3 khususnya, karena baik untuk imunitas tubuh. Serta perlu beraktivitas fisik atau olahraga minimal 30 menit sehari. Dengan begitu, akan sangat membantu mengurangi munculnya stres.

Bagi seseorang yang mengalami gejala sedang ke berat, perlu segera untuk memeriksakan diri ke instansi kesehatan seperti puskesmas, klinik, atau rumah sakit. Pemeriksaan segera dapat membantu tindakan yang diberikan.

 

Cara Menanggulangi

Selain menjaga kestabilan dan positif dalam berpikir, perlu adanya penguatan imun yang dinilai menjadi salah satu faktor besar seseorang mudah terpapar virus. Apabila kondisi imun dalam tubuh menurun, maka tubuh akan mudah terkena infeksi atau pun terserang virus karena pertahanan diri lemah. Konsumsi vitamin dan gizi seimbang memang dirasa mampu meningkatkan atau menjaga imun tubuh, namun sebagai salah satu bentuk upaya ikhtiar lainnya, masyarakat perlu mengikuti arahan pemerintah terkait pelaksanaan vaksin. Beberapa jenis vaksin telah didatangkan untuk membantu membentuk antibodi atau pertahanan bagi tubuh masyarakat Indonesia.

Peningkatan imun berbanding lurus dengan konsep memanajemen coping stres, jika seseorang baik dalam mengatur pola stresnya maka imun akan stabil dan ikut membaik. Sebaliknya, apabila seseorang tidak pandai dalam mengelola stres, maka imun tubuh juga akan ikut terpengaruh. Kunci dari bagaimana Indonesia dapat mengatasi permasalahan ini tidak hanya berdasar dari program yang dibuat dari pemerintah saja, melainkan juga dari peran serta masyarakat dalam berpartisipasi mewujudkan harapan seluruh orang, bahwa Indonesia bisa bebas Covid-19.

Selain memahami bagaimana virus korona dapat membahayakan manusia, semua lapisan masyarakat diharapkan saling bergotong royong dalam mengingatkan penerapan prokes tentang 5M (mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, menggunakan masker, dan mengurangi mobilisasi), serta peduli terhadap sesama.

Masyarakat yang mampu membantu mereka yang membutuhkan. Bantuan tersebut tidak hanya berfokus pada bantuan materi (dalam hal ini uang). Bantuan bisa juga dalam kebutuhan sehari-hari, pekerjaan, bantuan ilmu yang bermanfaat, dan lainnya.

Sama halnya seperti yang telah dilakukan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi. Sebagai salah satu kampus kesehatan di Kabupaten Banyuwangi, terus aktif dan berusaha untuk ikut berpartisipasi dalam penanganan Covid-19. Dengan menggandeng banyak instansi, selain aktif menggelar aksi peduli terhadap sesama dengan membagikan paket sembako, ada juga beasiswa pendidikan bagi mahasiswa yang terdampak Covid.

Stikes juga terus aktif memberikan beragam edukasi kesehatan terkait penanggulangan Covid-19 melalui acara webinar atau penyuluhan. Selain itu, mahasiswa juga terlibat dalam kegiatan pelaksanaan vaksin. Ke depannya, Stikes juga berharap dapat membantu untuk membentuk tim pemantau isoman.

Melalui hal ini, diharapkan masyarakat lebih terbuka lagi tentang kondisi pandemi yang tidak bisa disepelekan begitu saja. Selain itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada menjaga kesehatan diri melalui cara-cara menghindari stres serta manajemen stres itu sendiri, meningkatkan iman dan imun. Sehingga masyarakat tetap aman, kondisi pandemi dapat terkendali, dan semua masyarakat menjadi aman. (*)

 

*) Ketua Stikes Banyuwangi. Ketua Forum Banyuwangi Sehat (FBS). 

SEJAK masuk Indonesia hingga memasuki setengah perjalanan menuju tahun 2022, virus korona telah merenggut banyak nyawa. Tenaga kesehatan sebagai garda terdepan pertempuran ini, banyak yang harus bertukar nyawa demi menyelamatkan masyarakat.

Mengacu pada situasi pandemi saat ini, di mana virus korona yang masuk di Indonesia telah beragam variannya, mulai dari Alpha, Beta, Delta, dan lainnya. Bagaimana pemerintah tidak akan meningkatkan aturan bagi masyarakat? Melihat ciri khas dari masing-masing varian, proses penularannya semakin cepat. Masyarakat diminta tidak lengah, mematuhi imbauan pemerintah, serta tidak memicu kepanikan lain akibat berita hoaks.

Pemerintah telah banyak bertindak. Selain bekerja sama dengan semua lintas sektor, peran masyarakat sangat diperlukan. Semua harus berjalan seiring dan terbuka, demi menuju Indonesia bebas Covid-19. Lalu hal sederhana apa yang perlu masyarakat lakukan untuk bisa membantu menekan penularan korona? Patuhi prokes, jangan stres, kuatkan iman dan imun agar tetap aman.

 

Tidak Boleh Stres

Diketahui bersama, bahwa banyak orang yang tidak mempercayai keberadaan Covid karena pengaruh berita miring yang diterima. Bagi masyarakat yang kurang melek teknologi, akan dengan mudah menerima informasi tersebut tanpa memfilter atau mencari sumber referensi yang valid. Akibatnya adalah kepanikan, konflik batin yang berlebihan, dan berakhir dengan cemas serta stres.

Stres adalah kondisi seseorang menanggapi suatu keadaan atau kejadian yang memicu stres itu sendiri (stressor), yang mengancam dan mengganggu kemampuan seseorang untuk menanganinya (coping). Stres itu sendiri disebabkan banyak faktor, selain faktor keluarga, faktor pekerjaan, faktor ekonomi, lingkungan hidup juga sebagai salah faktor yang pengaruhnya besar terhadap timbulnya stres.

Dampak pandemi telah menimbulkan banyak kesulitan tersendiri bagi masyarakat, terutama dari segi perekonomian. Penerapan PPKM dari sebelumnya juga dinilai memicu ekonomi masyarakat tidak stabil. Hal ini menimbulkan dampak stres bagi masyarakat yang terdampak. Alhasil, masyarakat lebih memilih tetap beraktivitas di luar rumah dan abai terhadap protokol kesehatan. Hasilnya adalah tertularnya korona kepada mereka.

Pernyataan terkonfirmasi positif pun tak menyadarkan mereka tentang bahayanya virus ini. Ada pula masyarakat yang menjadi waspada berlebihan, panik yang terlalu, takut, dan berujung stres. Dilihat dari kesehatan, seseorang yang mengalami stres akan menunjukkan banyak reaksi dan dampak buruk. Hal yang perlu ditakuti yakni ketika dapat mengakibatkan risiko bunuh diri, karena merasa tidak bisa menyelesaikan masalah yang telah dihadapi serta kematian.

Selain itu, stres juga berisiko menurunkan kekebalan tubuh atau imun tubuh. Sehingga, sangat mudah seseorang tertular virus korona apabila kondisi tubuh sedang menurun.

 

Bagaimana agar Tidak Stres?

Menyikapi kondisi stres pada masyarakat tentang pandemi, langkah awalnya yakni masyarakat harus memahami tanda dan gejala virus Covid-19. Apabila semua orang mengetahui betul tentang tanda dan gejalanya, maka mereka akan lebih mudah untuk mengambil tindakan yang harus dilakukan. Melalui pemahaman tersebut, dampak stres yang dihasilkan tidak tinggi.

Bagi seseorang yang merasakan adanya gejala mengarah dari ringan–sedang, maka masyarakat diimbau untuk melakukan isolasi mandiri (isoman) dengan pantauan instansi kesehatan setempat. Selama isoman, masyarakat juga diimbau tidak stres berlebihan. Rasa bosan dan jenuh pasti akan dirasakan. Namun, banyak hal yang dapat dilakukan agar terhindar dari stres selama isoman. Di antaranya dengan sering melakukan ibadah dan mendekatkan diri pada Yang Mahakuasa. Dengan meningkatkan iman, maka setiap individu akan merasa dekat dan dilindungi Tuhan. Hati akan merasa lebih nyaman dan tenang, sehingga jauh dari stres.

Hal lain yang dapat dilakukan yaitu dengan melakukan kegiatan positif. Seperti mengikuti kelas pelatihan online sesuai bakat dan minat, membuat sebuah karya menarik, atau pun bertegur sapa dengan sanak keluarga secara virtual. Jika selama isoman seseorang dapat menanamkan pikiran positif, bahwa dirinya tetap produktif meski sedang isolasi, maka dia akan tetap merasakan layaknya sedang beraktivitas di luar.

Namun, perlu diimbangi dengan konsumsi vitamin, konsumsi makanan dengan gizi seimbang. Perlu berjemur untuk mendapatkan vitamin D3 khususnya, karena baik untuk imunitas tubuh. Serta perlu beraktivitas fisik atau olahraga minimal 30 menit sehari. Dengan begitu, akan sangat membantu mengurangi munculnya stres.

Bagi seseorang yang mengalami gejala sedang ke berat, perlu segera untuk memeriksakan diri ke instansi kesehatan seperti puskesmas, klinik, atau rumah sakit. Pemeriksaan segera dapat membantu tindakan yang diberikan.

 

Cara Menanggulangi

Selain menjaga kestabilan dan positif dalam berpikir, perlu adanya penguatan imun yang dinilai menjadi salah satu faktor besar seseorang mudah terpapar virus. Apabila kondisi imun dalam tubuh menurun, maka tubuh akan mudah terkena infeksi atau pun terserang virus karena pertahanan diri lemah. Konsumsi vitamin dan gizi seimbang memang dirasa mampu meningkatkan atau menjaga imun tubuh, namun sebagai salah satu bentuk upaya ikhtiar lainnya, masyarakat perlu mengikuti arahan pemerintah terkait pelaksanaan vaksin. Beberapa jenis vaksin telah didatangkan untuk membantu membentuk antibodi atau pertahanan bagi tubuh masyarakat Indonesia.

Peningkatan imun berbanding lurus dengan konsep memanajemen coping stres, jika seseorang baik dalam mengatur pola stresnya maka imun akan stabil dan ikut membaik. Sebaliknya, apabila seseorang tidak pandai dalam mengelola stres, maka imun tubuh juga akan ikut terpengaruh. Kunci dari bagaimana Indonesia dapat mengatasi permasalahan ini tidak hanya berdasar dari program yang dibuat dari pemerintah saja, melainkan juga dari peran serta masyarakat dalam berpartisipasi mewujudkan harapan seluruh orang, bahwa Indonesia bisa bebas Covid-19.

Selain memahami bagaimana virus korona dapat membahayakan manusia, semua lapisan masyarakat diharapkan saling bergotong royong dalam mengingatkan penerapan prokes tentang 5M (mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, menggunakan masker, dan mengurangi mobilisasi), serta peduli terhadap sesama.

Masyarakat yang mampu membantu mereka yang membutuhkan. Bantuan tersebut tidak hanya berfokus pada bantuan materi (dalam hal ini uang). Bantuan bisa juga dalam kebutuhan sehari-hari, pekerjaan, bantuan ilmu yang bermanfaat, dan lainnya.

Sama halnya seperti yang telah dilakukan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi. Sebagai salah satu kampus kesehatan di Kabupaten Banyuwangi, terus aktif dan berusaha untuk ikut berpartisipasi dalam penanganan Covid-19. Dengan menggandeng banyak instansi, selain aktif menggelar aksi peduli terhadap sesama dengan membagikan paket sembako, ada juga beasiswa pendidikan bagi mahasiswa yang terdampak Covid.

Stikes juga terus aktif memberikan beragam edukasi kesehatan terkait penanggulangan Covid-19 melalui acara webinar atau penyuluhan. Selain itu, mahasiswa juga terlibat dalam kegiatan pelaksanaan vaksin. Ke depannya, Stikes juga berharap dapat membantu untuk membentuk tim pemantau isoman.

Melalui hal ini, diharapkan masyarakat lebih terbuka lagi tentang kondisi pandemi yang tidak bisa disepelekan begitu saja. Selain itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada menjaga kesehatan diri melalui cara-cara menghindari stres serta manajemen stres itu sendiri, meningkatkan iman dan imun. Sehingga masyarakat tetap aman, kondisi pandemi dapat terkendali, dan semua masyarakat menjadi aman. (*)

 

*) Ketua Stikes Banyuwangi. Ketua Forum Banyuwangi Sehat (FBS). 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/