alexametrics
24.5 C
Banyuwangi
Sunday, June 26, 2022

Musim Hujan, Pengidap Asma Diminta Waspada

BANYUWANGI – Hujan kerap mengguyur sejumlah daerah di Indonesia akhir-akhir ini. Tidak terkecuali kawasan Banyuwangi dan sekitarnya. Karena itu, bagi para pengidap atau mempunyai risiko penyakit yang berhubungan dengan hujan seperti asma, diimbau menghindari paparan langsung dengan air hujan.

Menurut dr. Diki Dzikrillah Danar, salah satu dokter jaga Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Islam Fatimah (RSIF) Banyuwangi, musim hujan yang terus menerus menyebabkan udara berubah menjadi dingin. Kondisi ini bisa mengakibatkan rentan mengalami asma dengan gejala batuk disertai sesak napas dan suara mengi.

Ada beberapa faktor yang membuat cuaca dingin sering kali menjadi pemicu serangan asma. Antara lain memicu pembengkakan saluran napas yang disebabkan karena udara dingin dan kering bisa mengiritasi saluran napas. Selain itu, kondisi tersebut juga mengakibatkan otot-otot sekitar saluran napas menjadi kaku. Sehingga udara sulit melewatinya.

Menurut Diki, rentan flu cuaca dingin juga membuat virus penyebab flu berkembang pesat. Virus-virus tersebut juga sering mengakibatkan infeksi saluran pernapasan, yang bisa memicu serangan asma.

Faktor lain yang bisa menjadi pencetus asma selain udara dingin seperti asap, debu, bau-bauan yang menusuk, bulu binatang, serta obat semprot serangga. Penyebab lainnya adalah faktor kondisi tubuh yang kelelahan, stres, dan lain-lain.

Dia menambahkan, ada beberapa tips yang bisa kita lakukan untuk mengantisipasi serangan asma di musim hujan. Tips tersebut antara lain, membatasi menghabiskan waktu di luar ruangan. Terutama saat batuk menyerang.

Selain itu, disarankan mengonsumsi obat sesuai yang resepkan bagi penderita asma yang berulang. Pakai pakaian hangat untuk menetralisasi udara yang dihirup agar tidak terlalu dingin dan kering. Menjaga kebersihan untuk menghindari infeksi virus yang bisa memperparah gejala flu.  Batasi aktivitas fisik yang berlebihan terutama saat berada di luar ruangan

Diki juga berpesan, bila ada masyarakat yang mempunyai keluhan asma, bisa berkonsultasi ke poli umum atau poli spesialis paru. Atau bisa juga ke poli spesialis anak RSI Fatimah Banyuwangi, bila terjadi pada usia di bawah 12 tahun. 

BANYUWANGI – Hujan kerap mengguyur sejumlah daerah di Indonesia akhir-akhir ini. Tidak terkecuali kawasan Banyuwangi dan sekitarnya. Karena itu, bagi para pengidap atau mempunyai risiko penyakit yang berhubungan dengan hujan seperti asma, diimbau menghindari paparan langsung dengan air hujan.

Menurut dr. Diki Dzikrillah Danar, salah satu dokter jaga Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Islam Fatimah (RSIF) Banyuwangi, musim hujan yang terus menerus menyebabkan udara berubah menjadi dingin. Kondisi ini bisa mengakibatkan rentan mengalami asma dengan gejala batuk disertai sesak napas dan suara mengi.

Ada beberapa faktor yang membuat cuaca dingin sering kali menjadi pemicu serangan asma. Antara lain memicu pembengkakan saluran napas yang disebabkan karena udara dingin dan kering bisa mengiritasi saluran napas. Selain itu, kondisi tersebut juga mengakibatkan otot-otot sekitar saluran napas menjadi kaku. Sehingga udara sulit melewatinya.

Menurut Diki, rentan flu cuaca dingin juga membuat virus penyebab flu berkembang pesat. Virus-virus tersebut juga sering mengakibatkan infeksi saluran pernapasan, yang bisa memicu serangan asma.

Faktor lain yang bisa menjadi pencetus asma selain udara dingin seperti asap, debu, bau-bauan yang menusuk, bulu binatang, serta obat semprot serangga. Penyebab lainnya adalah faktor kondisi tubuh yang kelelahan, stres, dan lain-lain.

Dia menambahkan, ada beberapa tips yang bisa kita lakukan untuk mengantisipasi serangan asma di musim hujan. Tips tersebut antara lain, membatasi menghabiskan waktu di luar ruangan. Terutama saat batuk menyerang.

Selain itu, disarankan mengonsumsi obat sesuai yang resepkan bagi penderita asma yang berulang. Pakai pakaian hangat untuk menetralisasi udara yang dihirup agar tidak terlalu dingin dan kering. Menjaga kebersihan untuk menghindari infeksi virus yang bisa memperparah gejala flu.  Batasi aktivitas fisik yang berlebihan terutama saat berada di luar ruangan

Diki juga berpesan, bila ada masyarakat yang mempunyai keluhan asma, bisa berkonsultasi ke poli umum atau poli spesialis paru. Atau bisa juga ke poli spesialis anak RSI Fatimah Banyuwangi, bila terjadi pada usia di bawah 12 tahun. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/