alexametrics
23 C
Banyuwangi
Wednesday, August 17, 2022

Pakai Obat Perhatikan Warna Indikator

BANYUWANGI – Minum obat merupakan bagian dari ikhtiar memperoleh kesehatan kembali pasca-sakit. Di dalamnya terkandung berbagai bahan yang dibutuhkan tubuh untuk memulihkan kondisi tubuh, hingga mengurangi rasa sakit yang dialami. Untuk memaksimalkan penggunaan obat, perlu kiranya pasien memperhatikan jenis obat yang dikonsumsinya.

Pengetahuan yang cukup mengenai obat turut mendukung efek maksimal dari khasiat obat dikonsumsi. Termasuk di antaranya mengenali tanda warna obat yang biasanya ada pada kemasan. ”Kenali warnanya. Biasanya ada di bungkus warna sesuai jenis obat yang dibuat seperti lingkaran,” ujar dr Finda Ferdiana.

Untuk warna hijau dalam lingkaran, obat jenis ini termasuk obat bebas. Obat ini bisa diperoleh di warung atau apotek, serta toko obat. Meski bebas, ada baiknya penggunaannya tetap dalam kontrol dan pengawasan dokter. Obat jenis ini biasanya berupa parasetamol dan lainnya.

Baca Juga :  Jangan Stres, Kuatkan Iman dan Imun agar Aman

Warna berikutnya yakni biru. Tanda warna tersebut biasanya menandakan obat itu merupakan obat keras. Ini artinya untuk penggunaannya wajib menggunakan petunjuk dan resep dokter. Penggunaannya bahkan harus memperhatikan informasi dan tata cara aturan pada kemasan. ”Ada juga tanda dengan warna merah,” imbuhnya.

Warna merah pada kemasan biasanya juga disertai dengan huruf K. Obat jenis ini termasuk kategori obat keras dan psikotropika. Obat jenis ini wajib menggunakan resep dokter. Obat jenis ini biasanya berupa diazepam dan sejenisnya.

Ada juga warna tanda putih dengan palang merah serta dikelilingi garis warna merah. Obat ini hanya bisa diperoleh dan dibeli menggunakan resep dokter. Obat ini biasanya memiliki pengaruh tertentu pada penggunanya seperti penurunan atau perubahan kesadaran, hingga ketergantungan.

Baca Juga :  Mengenal Asam Urat, Gejala, dan Pantangannya

Jenis obat ini seperti kodein hingga morfin. Untuk bijak menggunakan obat ada baiknya tetap menggunakan nasihat dan pengawasan dokter. ”Baca petunjuk pemakaian dan indikasi penggunaannya,” pungkasnya. (nic/aif/c1)

BANYUWANGI – Minum obat merupakan bagian dari ikhtiar memperoleh kesehatan kembali pasca-sakit. Di dalamnya terkandung berbagai bahan yang dibutuhkan tubuh untuk memulihkan kondisi tubuh, hingga mengurangi rasa sakit yang dialami. Untuk memaksimalkan penggunaan obat, perlu kiranya pasien memperhatikan jenis obat yang dikonsumsinya.

Pengetahuan yang cukup mengenai obat turut mendukung efek maksimal dari khasiat obat dikonsumsi. Termasuk di antaranya mengenali tanda warna obat yang biasanya ada pada kemasan. ”Kenali warnanya. Biasanya ada di bungkus warna sesuai jenis obat yang dibuat seperti lingkaran,” ujar dr Finda Ferdiana.

Untuk warna hijau dalam lingkaran, obat jenis ini termasuk obat bebas. Obat ini bisa diperoleh di warung atau apotek, serta toko obat. Meski bebas, ada baiknya penggunaannya tetap dalam kontrol dan pengawasan dokter. Obat jenis ini biasanya berupa parasetamol dan lainnya.

Baca Juga :  Mulut Kering, Awas Kurang Cairan

Warna berikutnya yakni biru. Tanda warna tersebut biasanya menandakan obat itu merupakan obat keras. Ini artinya untuk penggunaannya wajib menggunakan petunjuk dan resep dokter. Penggunaannya bahkan harus memperhatikan informasi dan tata cara aturan pada kemasan. ”Ada juga tanda dengan warna merah,” imbuhnya.

Warna merah pada kemasan biasanya juga disertai dengan huruf K. Obat jenis ini termasuk kategori obat keras dan psikotropika. Obat jenis ini wajib menggunakan resep dokter. Obat jenis ini biasanya berupa diazepam dan sejenisnya.

Ada juga warna tanda putih dengan palang merah serta dikelilingi garis warna merah. Obat ini hanya bisa diperoleh dan dibeli menggunakan resep dokter. Obat ini biasanya memiliki pengaruh tertentu pada penggunanya seperti penurunan atau perubahan kesadaran, hingga ketergantungan.

Baca Juga :  Waspadai Cuaca Ekstrem terhadap Kesehatan Anak

Jenis obat ini seperti kodein hingga morfin. Untuk bijak menggunakan obat ada baiknya tetap menggunakan nasihat dan pengawasan dokter. ”Baca petunjuk pemakaian dan indikasi penggunaannya,” pungkasnya. (nic/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/