alexametrics
28.9 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Peran Penting Ahli Gizi bagi Pasien

RadarBanyuwangi.id – Ketika seseorang sakit, maka akan mengalami perubahan fisik dan psikologis. Dampak perubahan psikologis salah satunya adalah menurunnya nafsu makan.

Turunnya nafsu makan akan memengaruhi status gizi orang tersebut. Sehingga diperlukan seorang ahli gizi yang memiliki peran penting dalam usaha mencegah dan meningkatkan status gizi seseorang. Apalagi bagi pasien yang sedang dirawat di rumah sakit.

Koordinator Pelayanan Gizi Rumah Sakit Islam Fatimah (RSIF) Banyuwangi Emmy Khojayaningrum AmdGz menyampaikan, saat pasien dirawat di rumah sakit, salah satu yang penting adalah penentuan status gizi. Ahli gizi akan melakukan asesmen, edukasi, dan konsultasi, sehubungan dengan status gizi pasien. Sekaligus ahli gizi akan menentukan diet yang sesuai dengan kondisi dan penyakit pasien.

Baca Juga :  RSI Fatimah Terima Bantuan Ambulans

Emmy menambahkan, pada hari kedua akan dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap pasien. Hal ini terkait asupan makanan dan perkembangan kondisi pasien. ”Bila terdapat kendala baru, seperti mual, muntah, atau kesulitan yang lain, maka akan ditawari bentuk makanan yang berbeda, yang bisa diterima oleh pasien,” jelas Emmy.

Pada saat menentukan diet, pasien akan berkoordinasi dengan dokter penanggung jawab pasien (DPJP). Selain itu, dipantau pula kondisi klinis dan hasil laboratorium pasien. Tidak lupa, siklus menu untuk pasien harus berbeda setiap hari. Hal ini untuk mencegah rasa bosan terhadap makanan. ”Kami berikan diet tiga kali sehari, ditambah dua kali makanan pendamping atau snack,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Sub Bidang Instalasi Gizi RSIF Banyuwangi Indah Izza Muwakhidah SGz menambahkan, saat kunjungan ahli gizi akan memberikan leaflet tentang sakit yang sedang diderita pasien. Leaflet tersebut berisi tentang program menu diet pasien. Daftar program menu tersebut bisa dipergunakan pasien saat diperbolehkan pulang. ”Untuk pasien yang mendapat diet khusus, maka akan didampingi ahli gizi melalui media online,” ujar Indah.

Baca Juga :  Cegah Iritasi, Jangan Gosok Kulit Bayi

Sementara itu, terpenuhinya kebutuhan gizi pasien sangat membantu proses penyembuhan. Hal ini berarti mengurangi waktu rawat inap pasien serta meningkatkan kualitas hidup pasien. Tentu saja, secara umum akan menurunkan total biaya terapi yang harus dikeluarkan. (*/bay/c1)

RadarBanyuwangi.id – Ketika seseorang sakit, maka akan mengalami perubahan fisik dan psikologis. Dampak perubahan psikologis salah satunya adalah menurunnya nafsu makan.

Turunnya nafsu makan akan memengaruhi status gizi orang tersebut. Sehingga diperlukan seorang ahli gizi yang memiliki peran penting dalam usaha mencegah dan meningkatkan status gizi seseorang. Apalagi bagi pasien yang sedang dirawat di rumah sakit.

Koordinator Pelayanan Gizi Rumah Sakit Islam Fatimah (RSIF) Banyuwangi Emmy Khojayaningrum AmdGz menyampaikan, saat pasien dirawat di rumah sakit, salah satu yang penting adalah penentuan status gizi. Ahli gizi akan melakukan asesmen, edukasi, dan konsultasi, sehubungan dengan status gizi pasien. Sekaligus ahli gizi akan menentukan diet yang sesuai dengan kondisi dan penyakit pasien.

Baca Juga :  Cegah Iritasi, Jangan Gosok Kulit Bayi

Emmy menambahkan, pada hari kedua akan dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap pasien. Hal ini terkait asupan makanan dan perkembangan kondisi pasien. ”Bila terdapat kendala baru, seperti mual, muntah, atau kesulitan yang lain, maka akan ditawari bentuk makanan yang berbeda, yang bisa diterima oleh pasien,” jelas Emmy.

Pada saat menentukan diet, pasien akan berkoordinasi dengan dokter penanggung jawab pasien (DPJP). Selain itu, dipantau pula kondisi klinis dan hasil laboratorium pasien. Tidak lupa, siklus menu untuk pasien harus berbeda setiap hari. Hal ini untuk mencegah rasa bosan terhadap makanan. ”Kami berikan diet tiga kali sehari, ditambah dua kali makanan pendamping atau snack,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Sub Bidang Instalasi Gizi RSIF Banyuwangi Indah Izza Muwakhidah SGz menambahkan, saat kunjungan ahli gizi akan memberikan leaflet tentang sakit yang sedang diderita pasien. Leaflet tersebut berisi tentang program menu diet pasien. Daftar program menu tersebut bisa dipergunakan pasien saat diperbolehkan pulang. ”Untuk pasien yang mendapat diet khusus, maka akan didampingi ahli gizi melalui media online,” ujar Indah.

Baca Juga :  Sebaiknya Tidak Menunda Kebelet Pipis

Sementara itu, terpenuhinya kebutuhan gizi pasien sangat membantu proses penyembuhan. Hal ini berarti mengurangi waktu rawat inap pasien serta meningkatkan kualitas hidup pasien. Tentu saja, secara umum akan menurunkan total biaya terapi yang harus dikeluarkan. (*/bay/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/