alexametrics
27.6 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

RS Al Huda Gambiran Gelar PKRS Tentang Penyakit Diabetes Melitus

GAMBIRAN – Rumah Sakit Al Huda (RSAH) Gambiran menggelar Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) di lobi Gedung Pancasila kompleks rumah sakit tersebut Jumat lalu (12/11). Dalam PKRS kali ini, dokter spesialis penyakit dalam bersama ahli gizi membahas tentang penyakit diabetes melitus (DM).  

Dokter Fitri Primadiani SpPD menjelaskan, DM adalah penyakit kronis atau gangguan metabolisme yang berlangsung dalam jangka waktu lama. Hal ini ditandai meningkatnya kadar gula darah (glukosa) hingga di atas nilai normal. Kadar gula darah tersebut lebih dari 126 mg/dl saat puasa, dan lebih dari 200 mg/dl setelah makan.

Beberapa orang yang berisiko menderita DM adalah mereka yang mempunyai riwayat keluarga yang terkena DM. Bisa juga risiko timbul akibat kegemukan (obesitas), kurang aktivitas fisik atau olahraga, serta memiliki riwayat kehamilan dengan kelahiran berat badan bayi lahir lebih besar dari 4.000 gram.

Sedangkan gejala DM yang sering dijumpai di antaranya, merasa haus berlebihan (polidipsi), cepat merasa lapar (polifagi), serta frekuensi buang air kecil meningkat (poliuri). Gejala lainnya antara lain kesemutan atau mati rasa, berat badan turun drastis, serta luka yang susah sembuh.

Menurut Fitri, penderita DM perlu juga diperhatikan asupan makanan yang diberikan sehingga kadar gula tetap stabil. Penderita DM disarankan melakukan aktivitas jasmani secara rutin, serta setop merokok. Pasien juga harus mematuhi pemakaian obat sesuai anjuran dokter. Yang paling penting, kontrol secara rutin di Poli Spesialis Penyakit Dalam RSAH yang buka setiap Senin sampai Sabtu. ”Tak kalah penting adalah keterlibatan anggota keluarga dalam menjaga kedisiplinan penderita DM, dalam menjaga kebiasaan sehat tersebut,” tuturnya.

Sementara itu, ahli gizi RSAH Mega Rosa STrGz menyampaikan, penderita DM sangat perlu menerapkan pola makan yang tepat 3J, yaitu tepat jadwal, tepat jumlah, dan tepat jenis. Tujuannya agar dapat menstabilkan gula darah, serta mempertahankan atau mencapai berat badan normal.

Mega mengatakan, tepat jadwal artinya pasien diabetes dianjurkan untuk makan pagi, makan siang, dan makan malam pada jam yang sama setiap hari. Itu masih ditambah dua sampai tiga kali makanan selingan di antara waktu makan. Tepat jumlah yaitu, kebutuhan kalori harian disesuaikan dengan berat badan, usia, jenis kelamin, dan aktivitas fisik. Sedangkan tepat jenis, artinya perlu memilih jenis makanan dengan tepat, jenis bahan makanan yang boleh/ tidak boleh, jenis makanan yang dibatasi dan dianjurkan.  

Untuk memahami dan menerapkan pola makanan sehat, dapat berkonsultasi ke Poli Gizi RSAH. Instalasi Gizi RSAH juga menyediakan menu-menu diet sehat sesuai kebutuhan seperti diet rendah kalori gizi seimbang, diet DM, hipertensi, jantung, tinggi kalori tinggi protein, ibu menyusui, serta diet anak sehat. 

GAMBIRAN – Rumah Sakit Al Huda (RSAH) Gambiran menggelar Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) di lobi Gedung Pancasila kompleks rumah sakit tersebut Jumat lalu (12/11). Dalam PKRS kali ini, dokter spesialis penyakit dalam bersama ahli gizi membahas tentang penyakit diabetes melitus (DM).  

Dokter Fitri Primadiani SpPD menjelaskan, DM adalah penyakit kronis atau gangguan metabolisme yang berlangsung dalam jangka waktu lama. Hal ini ditandai meningkatnya kadar gula darah (glukosa) hingga di atas nilai normal. Kadar gula darah tersebut lebih dari 126 mg/dl saat puasa, dan lebih dari 200 mg/dl setelah makan.

Beberapa orang yang berisiko menderita DM adalah mereka yang mempunyai riwayat keluarga yang terkena DM. Bisa juga risiko timbul akibat kegemukan (obesitas), kurang aktivitas fisik atau olahraga, serta memiliki riwayat kehamilan dengan kelahiran berat badan bayi lahir lebih besar dari 4.000 gram.

Sedangkan gejala DM yang sering dijumpai di antaranya, merasa haus berlebihan (polidipsi), cepat merasa lapar (polifagi), serta frekuensi buang air kecil meningkat (poliuri). Gejala lainnya antara lain kesemutan atau mati rasa, berat badan turun drastis, serta luka yang susah sembuh.

Menurut Fitri, penderita DM perlu juga diperhatikan asupan makanan yang diberikan sehingga kadar gula tetap stabil. Penderita DM disarankan melakukan aktivitas jasmani secara rutin, serta setop merokok. Pasien juga harus mematuhi pemakaian obat sesuai anjuran dokter. Yang paling penting, kontrol secara rutin di Poli Spesialis Penyakit Dalam RSAH yang buka setiap Senin sampai Sabtu. ”Tak kalah penting adalah keterlibatan anggota keluarga dalam menjaga kedisiplinan penderita DM, dalam menjaga kebiasaan sehat tersebut,” tuturnya.

Sementara itu, ahli gizi RSAH Mega Rosa STrGz menyampaikan, penderita DM sangat perlu menerapkan pola makan yang tepat 3J, yaitu tepat jadwal, tepat jumlah, dan tepat jenis. Tujuannya agar dapat menstabilkan gula darah, serta mempertahankan atau mencapai berat badan normal.

Mega mengatakan, tepat jadwal artinya pasien diabetes dianjurkan untuk makan pagi, makan siang, dan makan malam pada jam yang sama setiap hari. Itu masih ditambah dua sampai tiga kali makanan selingan di antara waktu makan. Tepat jumlah yaitu, kebutuhan kalori harian disesuaikan dengan berat badan, usia, jenis kelamin, dan aktivitas fisik. Sedangkan tepat jenis, artinya perlu memilih jenis makanan dengan tepat, jenis bahan makanan yang boleh/ tidak boleh, jenis makanan yang dibatasi dan dianjurkan.  

Untuk memahami dan menerapkan pola makanan sehat, dapat berkonsultasi ke Poli Gizi RSAH. Instalasi Gizi RSAH juga menyediakan menu-menu diet sehat sesuai kebutuhan seperti diet rendah kalori gizi seimbang, diet DM, hipertensi, jantung, tinggi kalori tinggi protein, ibu menyusui, serta diet anak sehat. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/