alexametrics
24.7 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

RS Al Huda Hadirkan Layanan Spesialis Bedah Mulut

GENTENG – Semakin lengkap layanan RS Al Huda dengan hadirnya dokter spesialis bedah mulut dan maksilofasial,  drg Ronny Baehaqi SpBM. Layanan ini buka setiap hari Rabu mulai pukul 16.00.

Layanan spesialis ini semakin memudahkan masyarakat Genteng dan sekitarnya, dalam mendapatkan layanan spesialis bedah mulut dan maksilofasial.

Menurut Manajer Pelayanan Medis Rs Al Huda dr Suryadinata, layanan spesialis bedah mulut sudah dikerjakan per 11 Januari 2018 dengan melayani pasien umum, BPJS Kesehatan, dan peserta asuransi lain. Beberapa kasus bedah mulut yang bisa ditangani di antaranya gigi impaksi, patah tulang rahang akibat trauma wajah, dan lain-lain.

Drg Ronny Baehaqi SpBM  menjelaskan, kasus trauma wajah khususnya patah tulang rahang memang sering diakibatkan kecelakaan lalu lintas. Bila tidak tertangani dengan baik, akan berakibat fatal terutama dari sisi fungsi pengunyahan dan estetika wajah, serta bisa memberikan gangguan dan keluhan pasien yang berkepanjangan.

Baca Juga :  RSU Bhakti Husada Tingkatkan Layanan dan Wisata, Bangun Senior Living

Trauma pada wajah sering melibatkan tulang-tulang pembentuk wajah. Seperti tulang rahang baik rahang atas ataupun rahang bawah. ”Trauma pada wajah membutuhkan perlakuan khusus dan penanganan yang tepat. Karena di samping secara estetika, fungsi wajah juga mendukung beberapa fungsi vital tubuh lainnya, seperti berbicara, bernapas, mengunyah, mencium, dan melihat,” ujarnya.

Ditegaskan, posisinya yang menonjol dan ringkih, rahang bawah (mandibula) paling sering mengalami patah tulang, yang bila tidak tertangani dengan baik, bisa berakibat fatal terutama dari sisi fungsi pengunyahan dan estetika wajah. ”Untuk fungsi mengunyah dan menelan yang baik dibutuhkan tulang rahang yang utuh dan rigid, serta kontak antara gigi geligi di rahang bawah dan atas yang baik (oklusi gigi), ” papar Ronny.

        Dia menambahkan, pada prinsipnya ada dua cara penatalaksanaan patah tulang mandibula, yaitu teknik tertutup dan teknik terbuka. Pada teknik terbuka, proses reposisi dilakukan dengan membuka jaringan, bagian-bagian yang patah difiksasi secara langsung pada tulang dengan memasang plat osteosynthesis.”Untuk teknik ini, biasanya proses penyembuhannya lebih cepat.  Dalam dua hari pascaoperasi penderita sudah bisa mengunyah makanan lunak,” tegasnya.

Baca Juga :  Peserta BPJS Gratis Cuci Darah

Pada teknik tertutup, lanjut Ronny, proses reposisi/pengembalian fragmen tulang yang patah dilakukan tanpa membuka jaringan. Perawatan dilakukan dengan menggunakan alat fiksasi maksilo-mandibula(IMF: Inter Maxillary Fixation), berupa arch bar pada gigi geligi. Untuk teknik tertutup, paling cepat dua minggu pasien baru bisa mengunyah.”Teknik tertutup dan terbuka tidak selalu dilakukan sendiri-sendiri/terpisah. Seringkali kedua teknik tersebut dilakukan secara bersama-sama/kombinasi,” tandas dokter Spesialis Bedah Mulut lulusan Universitas Airlangga Surabaya ini.

Untuk konsultasi terkait penanganan kasus trauma wajah, patah tulang wajah, ataupun kasus bedah mulut dan maksilofasial, bisa konsultasi langsung ke klinik bedah mulut  RS Al Huda di Jalan Raya Gambiran No 225 Genteng.(*/bay/c1)

GENTENG – Semakin lengkap layanan RS Al Huda dengan hadirnya dokter spesialis bedah mulut dan maksilofasial,  drg Ronny Baehaqi SpBM. Layanan ini buka setiap hari Rabu mulai pukul 16.00.

Layanan spesialis ini semakin memudahkan masyarakat Genteng dan sekitarnya, dalam mendapatkan layanan spesialis bedah mulut dan maksilofasial.

Menurut Manajer Pelayanan Medis Rs Al Huda dr Suryadinata, layanan spesialis bedah mulut sudah dikerjakan per 11 Januari 2018 dengan melayani pasien umum, BPJS Kesehatan, dan peserta asuransi lain. Beberapa kasus bedah mulut yang bisa ditangani di antaranya gigi impaksi, patah tulang rahang akibat trauma wajah, dan lain-lain.

Drg Ronny Baehaqi SpBM  menjelaskan, kasus trauma wajah khususnya patah tulang rahang memang sering diakibatkan kecelakaan lalu lintas. Bila tidak tertangani dengan baik, akan berakibat fatal terutama dari sisi fungsi pengunyahan dan estetika wajah, serta bisa memberikan gangguan dan keluhan pasien yang berkepanjangan.

Baca Juga :  RSIF Aktif dalam World Clean Up Day

Trauma pada wajah sering melibatkan tulang-tulang pembentuk wajah. Seperti tulang rahang baik rahang atas ataupun rahang bawah. ”Trauma pada wajah membutuhkan perlakuan khusus dan penanganan yang tepat. Karena di samping secara estetika, fungsi wajah juga mendukung beberapa fungsi vital tubuh lainnya, seperti berbicara, bernapas, mengunyah, mencium, dan melihat,” ujarnya.

Ditegaskan, posisinya yang menonjol dan ringkih, rahang bawah (mandibula) paling sering mengalami patah tulang, yang bila tidak tertangani dengan baik, bisa berakibat fatal terutama dari sisi fungsi pengunyahan dan estetika wajah. ”Untuk fungsi mengunyah dan menelan yang baik dibutuhkan tulang rahang yang utuh dan rigid, serta kontak antara gigi geligi di rahang bawah dan atas yang baik (oklusi gigi), ” papar Ronny.

        Dia menambahkan, pada prinsipnya ada dua cara penatalaksanaan patah tulang mandibula, yaitu teknik tertutup dan teknik terbuka. Pada teknik terbuka, proses reposisi dilakukan dengan membuka jaringan, bagian-bagian yang patah difiksasi secara langsung pada tulang dengan memasang plat osteosynthesis.”Untuk teknik ini, biasanya proses penyembuhannya lebih cepat.  Dalam dua hari pascaoperasi penderita sudah bisa mengunyah makanan lunak,” tegasnya.

Baca Juga :  Ikuti Lomba Video Informasi HIV, RSAH Dapat Reward dari Dinkes

Pada teknik tertutup, lanjut Ronny, proses reposisi/pengembalian fragmen tulang yang patah dilakukan tanpa membuka jaringan. Perawatan dilakukan dengan menggunakan alat fiksasi maksilo-mandibula(IMF: Inter Maxillary Fixation), berupa arch bar pada gigi geligi. Untuk teknik tertutup, paling cepat dua minggu pasien baru bisa mengunyah.”Teknik tertutup dan terbuka tidak selalu dilakukan sendiri-sendiri/terpisah. Seringkali kedua teknik tersebut dilakukan secara bersama-sama/kombinasi,” tandas dokter Spesialis Bedah Mulut lulusan Universitas Airlangga Surabaya ini.

Untuk konsultasi terkait penanganan kasus trauma wajah, patah tulang wajah, ataupun kasus bedah mulut dan maksilofasial, bisa konsultasi langsung ke klinik bedah mulut  RS Al Huda di Jalan Raya Gambiran No 225 Genteng.(*/bay/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/