alexametrics
23.8 C
Banyuwangi
Tuesday, July 5, 2022

Sepakat Turunkan Angka Kematian Ibu

BANYUWANGI – RSUD Blambangan menyelenggarakan seminar kesehatan ibu hamil dengan tema Tata Kelola Ante Natal Berbasis Pencegahan Hemorrhagic Post Partum (HPP) dan Preeklampsia (PE) di Aula CT-Scan akhir bulan lalu (21/4).

Seminar ini dihadiri dokter puskesmas, bidan, dan dokter umum RSUD Blambangan. Sedangkan narasumber ytang dihadirkan adalah konsultan fetomaternal dr M. Nasir SpOG.

Direktur RSUD Blambangan dr Taufiq Hidayat SpAnd mengatakan, tenaga kesehatan diajak untuk lebih berperan aktif menurunkan angka kematian pada ibu, sehingga kita bisa meningkatkan harapan hidup kaum wanita. Seperti yang diketahui, penyebab terbesar kematian ibu melahirkan yakni perdarahan. Karena itu, dengan adanya seminar kali ini diharapkan, tenaga kesehatan dapat lebih kompeten mencegah terjadinya perdarahan. ”Screening dini ibu hamil yang mempunyai risiko tinggi lebih teliti lagi,”tuturnya.

Dengan seminar kesehatan ini diharapkan, penurunan angka kematian pada ibu, supaya ibu di Kabupaten Banyuwangi semakin besar memiliki harapan hidup. Sehingga ibu dapat mendidik anak-anaknya sebagai generasi yang unggul. ”Sebagai tenaga kesehatan, kita juga merupakan ujung tombak keberhasilan tersebut. Tentunya merupakan suatu kebanggaan tersendiri ketika angka kematian pada ibu tersebut dapat menurun,” pungkasnya.

Sebagai Rumah Sakit rujukan di Kabupaten Banyuwangi dan sekitarnya, tim kesehatan RSUD Blambangan harus kompeten menangani berbagai macam kasus. Termasuk mendeteksi adanya perdarahan yang terjadi setelah ibu melahirkan. Tim juga harus siap dengan segala tindakan pencegahan dan penanganannya. Semua harus terampil dan cekatan.

Selain melalui update ilmu kesehatan terkini melalui seminar, seluruh petugas tenaga kesehatan juga harus mengantongi sertifikat pelatihan di bidangnya.(*/bay)

BANYUWANGI – RSUD Blambangan menyelenggarakan seminar kesehatan ibu hamil dengan tema Tata Kelola Ante Natal Berbasis Pencegahan Hemorrhagic Post Partum (HPP) dan Preeklampsia (PE) di Aula CT-Scan akhir bulan lalu (21/4).

Seminar ini dihadiri dokter puskesmas, bidan, dan dokter umum RSUD Blambangan. Sedangkan narasumber ytang dihadirkan adalah konsultan fetomaternal dr M. Nasir SpOG.

Direktur RSUD Blambangan dr Taufiq Hidayat SpAnd mengatakan, tenaga kesehatan diajak untuk lebih berperan aktif menurunkan angka kematian pada ibu, sehingga kita bisa meningkatkan harapan hidup kaum wanita. Seperti yang diketahui, penyebab terbesar kematian ibu melahirkan yakni perdarahan. Karena itu, dengan adanya seminar kali ini diharapkan, tenaga kesehatan dapat lebih kompeten mencegah terjadinya perdarahan. ”Screening dini ibu hamil yang mempunyai risiko tinggi lebih teliti lagi,”tuturnya.

Dengan seminar kesehatan ini diharapkan, penurunan angka kematian pada ibu, supaya ibu di Kabupaten Banyuwangi semakin besar memiliki harapan hidup. Sehingga ibu dapat mendidik anak-anaknya sebagai generasi yang unggul. ”Sebagai tenaga kesehatan, kita juga merupakan ujung tombak keberhasilan tersebut. Tentunya merupakan suatu kebanggaan tersendiri ketika angka kematian pada ibu tersebut dapat menurun,” pungkasnya.

Sebagai Rumah Sakit rujukan di Kabupaten Banyuwangi dan sekitarnya, tim kesehatan RSUD Blambangan harus kompeten menangani berbagai macam kasus. Termasuk mendeteksi adanya perdarahan yang terjadi setelah ibu melahirkan. Tim juga harus siap dengan segala tindakan pencegahan dan penanganannya. Semua harus terampil dan cekatan.

Selain melalui update ilmu kesehatan terkini melalui seminar, seluruh petugas tenaga kesehatan juga harus mengantongi sertifikat pelatihan di bidangnya.(*/bay)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/