alexametrics
25.6 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

Rustida Layani Rehabilitasi Pascastroke

GLENMORE, Jawa Pos Radar Genteng – Serangan stroke bisa membuat kualitas hidup seseorang menurun. Sebab, serangan stroke membuat beberapa anggota tubuh tidak berfungsi dengan normal. Untuk mengatasi hal tersebut, pasien perlu mendapat perawatan sedini mungkin.

Setelah terserang stroke, pasien biasanya mengalami berbagai gangguan seperti kelumpuhan, penurunan kemampuan komunikasi, perubahan mental, hingga depresi. Oleh karena itu, pasien stroke perlu menjalani proses rehabilitasi agar bisa mengembalikan fungsi tubuhnya. ”Rehabilitasi stroke itu proses pasien stroke menjalani perawatan untuk membantu ke kehidupan normal,” ujar Vice Director Medic RSU Bhakti Husada (Rustida) Krikilan dr Billardi Atmanagara.

Dalam masa rehabilitasi, terang dr Billardi, penderita stroke belajar bergerak, berpikir, dan merawat diri sendiri. Rehabilitasi tidak dapat menyembuhkan efek-efek yang ditimbulkan akibat serangan stroke, tetapi dapat membantu penderita mengoptimalkan fungsi tubuhnya. ”Pemilihan jenis terapi yang diperlukan, harus disesuaikan dengan kondisi pasien dan apa yang dibutuhkan supaya pasien dapat mandiri,” jelasnya.

Baca Juga :  Rustida Selalu Perhatikan Gizi Pasien Rawat Inap

Billardi mengatakan, pemulihan pascastroke biasanya dimulai sejak enam bulan pertama setelah stroke. Masa ini merupakan periode emas, sangat penting untuk latihan dan harus dilakukan sedini mungkin. ”Setelah enam bulan dari serangan stroke, latihan yang diberikan pada pasien bisa dikurangi,” terangnya seraya menyatakan proses pemulihan bisa berlangsung seumur hidup, makanya rehabilitasi sedini mungkin perlu dilakukan dan berkesinambungan.

Menurut dr Billardi, latihan yang diperlukan pasien pascastroke salah satunya yakni latihan keseimbangan. Ini sangat penting karena saat salah satu sisi mengalami kelemahan, pasien masih dapat berjalan. ”Bagi pasien yang sudah pernah terkena serangan stroke, mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, merupakan pilihan yang tak bisa ditawar-tawar lagi,” tegasnya.

Baca Juga :  RSU Bhakti Husada Krikilan Dukung Program Mal Sehat

Gaya hidup sehat itu, imbuh dr Billardi, seperti berhenti merokok, diet rendah lemak atau kolesterol dan tinggi serat, berolahraga teratur, makan secukupnya dengan memenuhi kebutuhan gizi seimbang, menjaga berat badan, dan mengatasi stres. ”Poli Rehabilitasi Medik RSU Bhakti Husada Krikilan sangat berkomitmen dalam membantu pemulihan pasien pascastroke yang selesai dirawat inap, sehingga pasien dapat beraktivitas secara mandiri,” ungkapnya.

Billardi mengatakan, RSU Bhakti Husada Krikilan dapat melayani pasien pascastroke di Poli Rehabilitasi Medik. Layanan ini buka setiap Senin sampai Sabtu pukul 08.00 hingga selesai. Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi IGD RSU Bhakti Husada Krikilan nomor telepon (0333) 821118 atau Poli Spesialis Rawat Jalan di nomor HP 085234126828. (abi)

GLENMORE, Jawa Pos Radar Genteng – Serangan stroke bisa membuat kualitas hidup seseorang menurun. Sebab, serangan stroke membuat beberapa anggota tubuh tidak berfungsi dengan normal. Untuk mengatasi hal tersebut, pasien perlu mendapat perawatan sedini mungkin.

Setelah terserang stroke, pasien biasanya mengalami berbagai gangguan seperti kelumpuhan, penurunan kemampuan komunikasi, perubahan mental, hingga depresi. Oleh karena itu, pasien stroke perlu menjalani proses rehabilitasi agar bisa mengembalikan fungsi tubuhnya. ”Rehabilitasi stroke itu proses pasien stroke menjalani perawatan untuk membantu ke kehidupan normal,” ujar Vice Director Medic RSU Bhakti Husada (Rustida) Krikilan dr Billardi Atmanagara.

Dalam masa rehabilitasi, terang dr Billardi, penderita stroke belajar bergerak, berpikir, dan merawat diri sendiri. Rehabilitasi tidak dapat menyembuhkan efek-efek yang ditimbulkan akibat serangan stroke, tetapi dapat membantu penderita mengoptimalkan fungsi tubuhnya. ”Pemilihan jenis terapi yang diperlukan, harus disesuaikan dengan kondisi pasien dan apa yang dibutuhkan supaya pasien dapat mandiri,” jelasnya.

Baca Juga :  RSUD Blambangan Layani Penderita TBC Kebal Obat

Billardi mengatakan, pemulihan pascastroke biasanya dimulai sejak enam bulan pertama setelah stroke. Masa ini merupakan periode emas, sangat penting untuk latihan dan harus dilakukan sedini mungkin. ”Setelah enam bulan dari serangan stroke, latihan yang diberikan pada pasien bisa dikurangi,” terangnya seraya menyatakan proses pemulihan bisa berlangsung seumur hidup, makanya rehabilitasi sedini mungkin perlu dilakukan dan berkesinambungan.

Menurut dr Billardi, latihan yang diperlukan pasien pascastroke salah satunya yakni latihan keseimbangan. Ini sangat penting karena saat salah satu sisi mengalami kelemahan, pasien masih dapat berjalan. ”Bagi pasien yang sudah pernah terkena serangan stroke, mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, merupakan pilihan yang tak bisa ditawar-tawar lagi,” tegasnya.

Baca Juga :  Rustida Krikilan Glenmore Layani Rehabilitasi Pascastroke

Gaya hidup sehat itu, imbuh dr Billardi, seperti berhenti merokok, diet rendah lemak atau kolesterol dan tinggi serat, berolahraga teratur, makan secukupnya dengan memenuhi kebutuhan gizi seimbang, menjaga berat badan, dan mengatasi stres. ”Poli Rehabilitasi Medik RSU Bhakti Husada Krikilan sangat berkomitmen dalam membantu pemulihan pasien pascastroke yang selesai dirawat inap, sehingga pasien dapat beraktivitas secara mandiri,” ungkapnya.

Billardi mengatakan, RSU Bhakti Husada Krikilan dapat melayani pasien pascastroke di Poli Rehabilitasi Medik. Layanan ini buka setiap Senin sampai Sabtu pukul 08.00 hingga selesai. Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi IGD RSU Bhakti Husada Krikilan nomor telepon (0333) 821118 atau Poli Spesialis Rawat Jalan di nomor HP 085234126828. (abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/